58; bertengkar

72 7 33
                                        

Ketika membaca judul chapter ini, apa yang ada di bayangan kalian? Kalian pasti membayangkan Soora dan Daehan bertengkar. Sudah hal biasa jika ada dua anak kecil yang bertengkar. Tapi, kalian salah. Yang bertengkar bukan Soora dan Daehan.

Yang bertengkar adalah Daehan dan Kyungsoo.

Iya, seorang bapak-bapak bertengkar dengan bocah berusia tiga tahun hanya karena masalah sepele.

Semua bermula ketika Kyungsoo akan mengajak Daehan ke minimarket. Sebelum pergi, Kyungsoo membawa Daehan ke kamarnya untuk berganti pakaian dan membiarkannya memilih sendiri pakaian apa yang ingin dipakainya.

Daehan memilih kaus bergambar Robocar Poli dan celana panjang berwarna cokelat. Setelah Daehan memakai pakaian yang dipilihnya, Kyungsoo pun mengambil jaket dari lemari.

"Yuk, pakai dulu jaketnya" kata Kyungsoo sambil membuka resleting jaket.

"Nggak mau!" Daehan langsung mundur selangkah.

Kyungsoo menaikkan kedua alisnya. "Diluar dingin, nak."

"Nggak mau!" Daehan tetap bersikeras.

Kyungsoo menghela napas. Dia lelah sekali hari ini. Dia berada di lokasi shooting sejak kemarin dan baru pulang sore ini. Dia hanya tidur beberapa jam semalam. Setelah shooting dia langsung menuju rumah Jihan alih-alih pulang dan beristirahat di apartemennya karena Daehan merengek ingin bertemu ayahnya. Tapi sampai disini Daehan malah membuatnya kesal.

Sangat menguji kesabaran.

"Diluar dingin lho. Nanti kamu kedinginan lalu sakit. Kamu kan tau sendiri, sakit itu nggak enak" Kyungsoo masih berusaha sabar.

"Nggak dingin!" Daehan mengerutkan alisnya.

Oke, kesabaran Kyungsoo sudah habis. "Kamu kalau nggak mau pakai jaket, nggak usah pergi keluar."

Mata Daehan mulai berkaca-kaca. Kalian pasti tahu apa yang terjadi selanjutnya. Ya, tangisnya pecah. "HUWEEEE"

Kepala Kyungsoo seketika pening. Dibiarkannya anaknya itu menangis.

"Daehan gak mau pakai jaket!" ia menghentakkan kakinya dengan berurai air mata.

"Diluar dingin!" Kyungsoo juga bersikeras.

"Enggak dingin!" balas Daehan.

"Dingin, Daehan. Ayah kan baru saja dari luar, jadi ayah tau cuaca diluar."

"Nggak dingin."

"Ngeyel banget" Kyungsoo menatap Daehan kesal.

"HUWEEE AYAH JAHAT!" tangisan Daehan makin kencang. Kyungsoo hanya bisa memejamkan matanya.

Jihan yang mendengar itu dari kamarnya menghela napas. "Kenapa lagi mereka itu" gumamnya sambil keluar dari kamar.

Ia bertatapan dengan Soora yang sedang membaca buku di sofa ruang tengah. "Kenapa tuh adikmu dan ayahmu?"

"Nggak tau juga" Soora mengangkat bahunya.

Jihan melangkah cepat ke lantai dua. Ketika ia membuka pintu kamar Daehan, ia kembali menghela napas melihat Daehan menangis sementara Kyungsoo hanya duduk diam di tepi kasur. Pria itu bahkan tak berusaha membujuk Daehan sedikit pun.

"Kenapa ini?" tanya Jihan sambil berjalan melewati Kyungsoo. Ia langsung menggendong Daehan.

"Dia nggak mau pakai jaket. Padahal diluar kan dingin" kata Kyungsoo. Suaranya terdengar lelah.

Tanpa membalas Kyungsoo, Jihan membawa Daehan keluar dari kamar.

"SOORAA!" Jihan berteriak memanggil Soora. "SINI, TOLONG JAGA ADIKNYA DULU!"

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang