64; what if: lightsaber

116 7 70
                                        

Hari ini, seperti hari-hari biasanya, Jihan bekerja di kantornya. Kyungsoo sedang tidak ada jadwal hari ini, jadi Kyungsoo-lah yang menjemput anak-anak dari sekolah dan mengurus mereka selagi Jihan masih di kantor.

Setelah mengganti pakaian, ketiganya langsung fokus dengan kegiatan masing-masing. Soora dengan buku gambarnya, Soojin dengan mainan Barbie-nya, dan Daehan dengan mainan lightsaber-nya.

"Nggak makan?" tanya Kyungsoo sambil bergabung dengan ketiga anaknya di ruang tengah.

"Masih kenyang" jawab Soora sambil tetap fokus pada gambarannya. Gadis berusia sebelas tahun itu sedang berbaring tengkurap di karpet. Sebenarnya anak-anak memang sudah makan siang di sekolah, tapi terkadang mereka kembali makan siang setelah pulang sekolah.

Daehan yang sedang duduk di karpet mendongak. "Song Imo masak apa?"

"Telur gulung sama mandu, tuh. Kesukaanmu" jawab Kyungsoo sambil meraih remote televisi.

"Nanti aja deh" jawab Daehan.

"Coojin mau" Soojin menyahuti.

"Tolong, Kak Soora" pinta Kyungsoo sambil mengganti-ganti channel televisi.

Soora menatap ayahnya malas. Kenapa tugas itu jadi dilimpahkan padanya? Tapi, meski sambil berdecak kesal, Soora tetap bangkit dari posisinya setelah meletakkan pensil warnanya diatas buku gambar. Soojin ikut berdiri lalu menggandeng tangan sang kakak.

Soora membantu Soojin duduk di kursi lalu memasangkan bib di lehernya. Soora mengambilkan nasi sesuai porsi Soojin, setelah itu ia membuka tudung saji dan meletakkan beberapa potong telur gulung dan mandu di piring milik Soojin. Bocah berusia dua tahun itu segera melahap makanannya sementara Soora duduk di seberangnya.

"Kakak... gak matan?" tanya Soojin dengan pipi menggembung karena nasi yang belum ditelannya.

"Nggak. Masih kenyang" Soora menggeleng sambil bertopang dagu. Soojin mengangguk lucu, lalu melanjutkan makannya meski sedikit berantakan. Tangannya belum lihai memegang sendok, jadi nasinya tercecer di meja dan bib yang dikenakannya. Soora terkekeh melihat adiknya itu.

Sementara itu, selagi dua anak perempuan itu duduk di dapur, Daehan menyalakan lightsaber miliknya. Daehan punya dua lightsaber, jadi dia menyalakan keduanya. Cahaya dari lightsaber itu menyinari wajahnya. Setelah itu dia berdiri dan menggerakkan kedua lightsaber-nya, bertarung dengan angin.


Setelah selesai makan, Soojin kembali ke ruang tengah sementara Soora masih duduk di dapur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah selesai makan, Soojin kembali ke ruang tengah sementara Soora masih duduk di dapur. Si bungsu langsung memanjat tubuh Kyungsoo. Kini ia hinggap di atas perut sang ayah. Ia mendongak lalu tersenyum lebar.

Setelah beberapa menit, Daehan akhirnya merasa bosan bertarung sendirian. Ia menunduk menatap kedua lightsaber di tangannya, lalu menoleh ke arah Kyungsoo. Anak itu mendekati Kyungsoo lalu menyodorkan satu lightsaber. "Ayah! Ayo main!"\

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 17, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang