ps. part ini panjang, semoga kalian nggak bosan yaaa
"Kakak, mau kemana?" tanya Daehan kala melihat sang kakak tengah memakai sepatunya sambil duduk di kursi yang terletak di dekat rak sepatu.
Gadis berusia tiga belas tahun itu menoleh sekilas. "Ke sekolah" jawabnya sambil mengikat tali sepatu.
"Tapi ini sabtu?" Daehan kembali bertanya.
"Ah iya, aku lupa bilang, hari ini aku ada kelas tambahan. Kamu sama Soojin baik-baik di rumah ya" ujar Soora. Gadis itu kini berdiri. "Makanan ada di meja, di kulkas juga ada. Kamu panaskan saja. Susu ada di kulkas seperti biasa. Kalau ada apa-apa telpon aku ya" pesannya.
Hari ini Kyungsoo sedang tak ada di rumah. Pria itu sudah berangkat subuh-subuh tadi karena harus shooting di daerah Gwangju. Dia baru akan pulang malam nanti. Pak Kim juga kebetulan sedang cuti karena harus menghadiri acara keluarga di kampung halamannya. Itu sebabnya, selama beberapa jam kedepan, Daehan akan berada di rumah berdua dengan Soojin saja karena Soora harus pergi ke sekolah.
"Iya" Daehan mengangguk paham. Untungnya anak lelaki berusia tujuh tahun itu sudah terbiasa ditinggal di rumah, jadi rumah aman bersamanya. Soojin juga tentunya aman bersama kakak lelakinya itu.
"Oke. Aku berangkat dulu ya" pamit Soora sembari membuka pintu rumah.
"Hati-hati di jalan kak" ujar Daehan. Soora hanya mengangguk sembari menutup pintu rumahnya. Karena tak ada Pak Kim, maka Soora berangkat ke sekolahnya menggunakan bus. Soora berjalan kaki ke halte bus yang berada sekitar empat ratus meter dari rumahnya.
Setelah Soora pergi, Daehan pergi ke dapur. Dibukanya tudung di atas meja makan. Rupanya ada nasi goreng buatan ayahnya. Daehan lalu membuka kulkas. Ada berbagai macam lauk disana yang memang sudah dimasak ayahnya beberapa hari yang lalu dan disimpan di dalam kulkas. Meski ada banyak makanan, Daehan memutuskan untuk makan roti saja. Ia mengeluarkan dua helai roti dari plastik dan memasukkannya ke pemanggang roti.
Sambil menunggu rotinya, Daehan jadi teringat, dulu ibunya suka membuatkannya roti isi cokelat. Ah, Daehan jadi rindu. Daehan hanya bisa tertawa kecil kala teringat ibunya. Anak lelaki yang baru kelas dua SD itu menyiapkan selai cokelat, pisau dan piring.
Cklek
Pintu depan rumah terbuka bersamaan dengan pemanggang roti yang berbunyi Ting!
Daehan dengan cepat meletakkan rotinya di piring, lalu pergi ke depan meninggalkan roti yang baru saja selesai dipanggang itu.
Rupanya yang membuka pintu adalah Soora.
"Kakak? Kok balik?" tanya Daehan terheran-heran. "Kakak malas sekolah? Kakak bolos? Atau kelas tambahannya dibatalkan?"
"Enggak, bukan begitu" Soora menggeleng-geleng. "Ada orang aneh"
"Orang aneh bagaimana?" tanya Daehan lagi. Alisnya berkerut bingung.
"Ada perempuan yang mengikuti waktu aku jalan ke halte. Dia memperhatikan aku terus. Entahlah, tampangnya mencurigakan" jelas Soora. Wajahnya jelas ketakutan, namun gadis itu berusaha menyembunyikan ketakutannya.
"Kakak nggak diapa-apain?"
"Enggak kok"
"Ayo Daehan antar ke halte" kata Daehan.
"Enggak, kakak bolos saja. Takutnya kamu yang diapa-apain waktu kembali ke rumah" jawab Soora.
"Enggak akan, kak. Daehan kan bisa bela diri" balas Daehan. Daehan memang sedang menekuni taekwondo beberapa tahun belakangan ini.
Daehan langsung mengambil sepatunya dan mengambil payung. "Ayo" ujarnya setelah memakai sepatu. Tangannya menggoyangkan payung ke arah sang kakak. "Nanti kalau macam-macam, pukul pakai payung saja"
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfikceKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
