Hari ini adalah hari Sabtu. Tidak seperti biasanya, Jihan libur hari ini. Soora sedang menginap di rumah temannya, jadi Daehan tidak ada teman bermain.
"Ibuuu" Daehan menghampiri ibunya yang sedang makan di dapur.
"Daehan lapar? Mau makan sama ibu?" tanya Jihan. Sebetulnya sekarang masih pukul sepuluh pagi, jadi belum waktunya makan siang dan mereka juga sudah sarapan. Tapi karena Jihan sedang hamil, dia jadi cepat merasa lapar.
Bocah berusia tiga tahun itu menggeleng, pertanda tidak lapar. "Daehan botaaann" rengeknya.
"Bosan?" tanya Jihan. Kemudian ia berpikir sambil mengunyah makanannya. "Hmm... bagaimana kalau kita main ular tangga?"
Daehan menggeleng.
"Menonton Pororo?"
Daehan lagi-lagi menggeleng. Jihan jadi berpikir makin keras.
"Oh!" Jihan tiba-tiba mendapat ide. "Daehan mau ke museum dengan ibu, tidak?"
"Muteum... itu apa?" tanya Daehan bingung.
"Museum satwa. Di dalamnya ada berbagai macam hewan" jelas Jihan singkat.
"Cepelti kebun binatang?" tanya Daehan lagi.
"Beda" Jihan menggeleng. "Kalau di museum hewannya tidak hidup. Disana ada dinosaurus juga lho!"
"Waah mau! Mau!" seru Daehan bersemangat. Selain robot-robotan, akhir-akhir ini Daehan juga cukup tertarik pada dinosaurus.
"Ya sudah, Daehan mandi dulu ya" ujar Jihan.
"Ndak mau tama Goeun nuna" Daehan menggeleng.
Jihan tertawa mendengarnya. Setiap hari Daehan memang selalu dimandikan Goeun, jadi mungkin dia sudah bosan dimandikan oleh wanita itu setiap hari. "Iya, hari ini mandinya sama ibu" jawab Jihan.
Setelah Jihan selesai makan, mereka langsung menuju kamar Daehan. Jihan langsung memandikan Daehan. Begitu keluar kamar mandi, Jihan baru menyadari pakaiannya basah semua. Untungnya dia juga belum mandi.
Setelah mengganti pakaian Daehan, kini giliran Jihan yang mandi. Wanita itu segera turun ke bawah untuk mandi dan bersiap-siap, sementara Daehan menunggu di ruang tengah sambil menonton televisi.
Setengah jam kemudian, Jihan keluar dari kamarnya. Wangi tubuhnya langsung semerbak memenuhi ruangan. Pakaiannya kali ini santai—celana pendek serta kaus bergaris warna navy yang mirip dengan kaus yang dikenakan Daehan. Tema hari ini adalah couple look.
Daehan menoleh lalu tertawa geli. "Bajunya tamaa" ujarnya sambil menunjuk kaus Jihan.
Jihan terkikik. "Iya, sama dengan Daehan" ucapnya. Daehan tersenyum. "Yuk, kita berangkat"
Daehan langsung turun dari sofa dan menghampiri sang ibu. Digandengnya tangan Jihan, kemudian keduanya pun keluar dari rumah.
———
Hal pertama yang mereka lihat begitu memasuki Museum Satwa adalah hewan-hewan savanna yang sudah diawetkan. Semua hewan disini adalah hewan asli yang sudah mati kemudian diawetkan. Daehan benar-benar takjub melihat hewan-hewan itu. Bahkan mulutnya terus terbuka saking takjubnya.
"Ibu! Ibu! Yihat itu!" Daehan melompat-lompat sambil menunjuk bison dibalik kaca. Jihan mengikuti arah jari Daehan.
"Besar sekali ya" komentar Jihan.
"Keyeen!" sahut Daehan yang membuat Jihan terkikik geli.
Setelah puas melihat bison, rusa, jerapah dan kawan-kawannya, mereka menuju area selanjutnya. Selama berada di museum ini, tangan Jihan terus menggenggam tangan mungil Daehan dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
