14; a day with daehan (2)

78 7 2
                                        

Keluarga kecil yang sebetulnya tak bisa disebut keluarga itu kini sudah berada di dalam sedan hitam milik Kyungsoo. Hari ini entah kenapa Daehan tak mau duduk di baby seatnya. Dia memilih duduk di pangkuan sang ibu di seat depan. Jari-jari Daehan langsung mengutak-atik layar sentuh di mobil Kyungsoo begitu mobil itu mulai melaju.

"Daehan mau cari apa?" tanya Jihan.

"Lagu" jawab Daehan singkat.

"Lagu apa?" tanya Jihan lagi.

"Cocomeyon" kata Daehan. Jihan pun segera mengetik di layar tersebut. Tak lama kemudian, terdengar suara 'Cocomelon!' yang khas dan lagu-lagu anak-anak pun terputar. Kyungsoo terkekeh mendengarnya. "Rasa-rasanya aku lebih sering mendengar intro Cocomelon ketimbang laguku sendiri" kata Kyungsoo yang membuat Jihan tergelak.

Hanya butuh waktu lima belas menit, sedan hitam itu sudah sampai di sebuah mall dekat rumah Jihan. Karena hari ini weekday dan masih pagi, jadi mall tersebut masih sepi. Setelah mematikan mesin mobil, Kyungsoo memakai maskernya dan turun dari mobil. Begitu pula dengan Jihan, wanita itu turut memakai masker dan turun dari mobil sambil menggendong Daehan. "Tumben pakai masker?" tanya Kyungsoo sambil mengunci mobilnya.

"Keluar denganmu begini agak riskan ya kalau tidak pakai masker" ujar Jihan. Kyungsoo tertawa, "Benar juga"

Kyungsoo mendekati Jihan dan Daehan. "Daehan sini sama ayah yuk"

Anak itu menggeleng dan malah memeluk leher ibunya. "Eh, kasian ibumu, di perutnya ada adikmu. Jadi Daehan sama ayah yaa?" Kyungsoo masih berusaha membujuk.

"Sudah nggak apa-apa" kata Jihan menengahi.

"Nanti kamu capek" balas Kyungsoo.

Sementara Daehan menatap kedua orang tuanya bergantian. Ia tampak berpikir-pikir. Namun akhirnya dia berubah pikiran, dia akhirnya menjulurkan tangannya kearah sang ayah. Anak itu pun berpindah ke gendongan ayahnya.

Ketiga insan yang sekilas nampak seperti keluarga bahagia itu langsung menuju sebuah restoran Jepang yang sudah sering Kyungsoo kunjungi. Sebetulnya memang agak berbahaya bagi Kyungsoo dan Jihan untuk berkeliaran bersama di dalam mall begini. Tapi demi anak mereka, mereka terobos saja segala risiko dan kemungkinan buruk yang mungkin terjadi pada mereka.

Daehan yang biasanya selalu duduk di samping Kyungsoo, kali ini memilih untuk duduk di samping sang ibu. Ayahnya benar-benar tidak laku sekarang, anaknya lebih nemplok dengan ibunya. Tapi Kyungsoo tak cemburu. Selama delapan tahun sebagai seorang ayah, anak-anaknya selalu menempel padanya, dia sudah menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anaknya ketimbang Jihan, jadi dia pikir sekarang memang sudah waktunya anak-anaknya lebih menempeli ibu mereka.

Sembari menunggu makanan mereka datang, Jihan mengangkat kado berbungkus kertas bergambar robot yang dibawanya. "Bagaimana kalau kita buka kado? Ini kado dari ibu" ujarnya sambil menyerahkan kado pada Daehan. Mata Daehan tampak berbinar.

"Ayah juga bawa kado, tapi Daehan buka yang dari ibu dulu" kata Kyungsoo.

"Iya tadi pagi Daehan lihat kado dayi ayah, tapi Daehan beyum buka kalna mau buka cama ayah" Daehan berceloteh. Kyungsoo hanya menanggapinya dengan tawa kecil.

Anak lelaki yang hari ini berulang tahun itu segera merobek kertas kado itu. Tak lupa Kyungsoo mengabadikan momen tersebut melalui ponselnya. Bibirnya tak henti-henti mengukir senyum sembari merekam anaknya membuka kado dari sang ibu. Ini pertama kalinya Jihan memberikan kado untuk anaknya karena tahun-tahun sebelumnya Jihan hanya memberikan uang setiap anak-anaknya berulang tahun.

"Waaah" wajah Daehan berseri-seri setelah kertas kado tersebut berhasil dia buka. Rupanya kado dari Jihan adalah sebuah Lego berbentuk Optimus Prime. Mainan kesukaan Daehan dan berbentuk tokoh kesukaan Daehan pula, tentu saja dia senang sekali. "Teyima kacih ibuuu" ujar Daehan sambil langsung memeluk ibunya.

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang