*Chapter ini timeline-nya setelah Daehan sakit demam berdarah di cerita utama.
"Ibuuu" panggil Daehan. Anak itu baru sembuh dari demam berdarah beberapa hari yang lalu, jadi ia masih agak lemas sekarang. Jihan juga masih cuti jadi ia sepenuhnya dirawat sang ibu. Kebetulan Kyungsoo juga sudah menyelesaikan seluruh pekerjaannya untuk hari ini, jadi keluarga ini sedang dalam formasi lengkap malam ini. Hanya saja, Soora sedang di kamarnya, jadi Kyungsoo, Jihan dan Daehan hanya bertiga di ruang tengah.
"Iyaa" jawab Jihan sambil menoleh pada anak bungsunya yang duduk di sampingnya. Kyungsoo ikut menoleh, tapi tak mengatakan apapun. "Daehan mengantuk?" tanyanya. Daehan mengangguk.
Jihan melirik jam. Masih jam delapan, sebetulnya belum jam tidur Daehan. Tapi karena anak ini kondisinya masih belum fit dan masih mengonsumsi obat, Jihan paham kalau Daehan mengantuk lebih cepat. Jihan pun mematikan televisi dan bangkit dari duduknya. "Yuk, tidur."
Daehan tidak berpindah dari posisinya. Ia malah merentangkan kedua tangannya, pertanda minta digendong. Jihan terkekeh, kemudian mengangkat tubuh Daehan. "Aduuh bayinya ibu."
Daehan terkikik geli mendengar ucapan sang ibu. "Thama ayah cugaa."
Kyungsoo dan Jihan saling berpandangan. "Ayah? Ikut tidur juga?" tanya Kyungsoo sambil menunjuk dirinya sendiri. Daehan mengangguk. Tentu saja ini canggung bagi Kyungsoo dan Jihan. "Daehan masuk dulu sama ibu, nanti ayah menyusul" kata Kyungsoo akhirnya.
Jihan pun membawa Daehan ke lantai atas. Namun sebelum ke kamar Daehan, Jihan membuka pintu kamar Soora terlebih dahulu. Anak itu sedang duduk di meja belajarnya, mengerjakan PR. "Kakak Soora, PR-nya belum selesai?"
"Belum, susah bu" bibir bawah Soora maju beberapa senti.
"Kan ada ayah di bawah. Nggak minta bantuan ayah?" tanya Jihan.
Soora menggeleng. "Mau coba kerjakan sendiri dulu."
"Kalau begitu, ibu tidurkan Daehan dulu ya. Kalau nanti kakak benar-benar nggak bisa mengerjakan, panggil ibu atau ayah ya" kata Jihan sambil tersenyum.
Soora mengangguk kalem. "Iya, nggak apa-apa. Ibu urus Daehan dulu saja" ujarnya pengertian.
Jihan tersenyum. "Terima kasih ya kakak, semangat mengerjakan PR-nya" kata Jihan sambil mundur perlahan dan menutup pintu kamar Soora.
Kini, Jihan pun masuk ke kamar Daehan. Ia menurunkan Daehan di kasurnya perlahan, dan anak itu langsung duduk di kasurnya sambil memeluk guling kecilnya. Jihan menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama, kemudian ia pun bergabung dengan anak bungsunya di kasur. Setelah Jihan merebahkan tubuhnya, Daehan ikut berbaring. Kepalanya ia sandarkan di lengan kanan Jihan.
"Mau di-pukpuk atau diusap?" tanya Jihan.
"Hmm" Daehan tampak sudah sangat mengantuk. Ia mengucek matanya. "Diuthap aja ibu."
Jihan pun mengusap-usap punggung Daehan yang kini berbaring menghadap Jihan. Daehan menggeser posisinya, makin merapat dengan sang ibu. Tiba-tiba, Kyungsoo membuka pintu. "Aku boleh masuk?" tanyanya.
"Masuklah" jawab Jihan. Daehan langsung menepuk-nepuk sisi kanannya, mengisyaratkan Kyungsoo untuk berbaring disana. Kyungsoo pun bergabung bersama Jihan dan Daehan. Kini, Daehan diapit oleh kedua orang tuanya.
"Ibu, kok ibu ndak kelja?"
"Iya, ibu cuti nak."
"Tuti itu... apa?" tanya Daehan tak paham.
Jihan terkekeh. "Cuti itu nggak bekerja selama beberapa hari. Harus minta izin dulu sama bosnya ibu" jelasnya sambil tetap mengusap punggung Daehan. Sementara itu Kyungsoo menepuk-nepuk pantat Daehan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
