Hari ini adalah hari pembagian rapor di sekolah Soora. Meskipun biasanya yang mengurus sekolah adalah Kyungsoo, namun Kyungsoo tak pernah mengambilkan rapor Soora. Biasanya yang mengambil rapor Soora adalah Jihan, atau diwakilkan Song Imo jika Jihan sedang sibuk. Hari ini Jihan yang akan mengambil rapornya karena kebetulan ia sedang mengambil cuti hamil.
"Ibu mau Soora temani?" tanya Soora ketika melihat ibunya keluar dari kamar dengan pakaian rapi. Soora merasa tak tega kala melihat ibunya yang sedang hamil enam bulan harus keluar, apalagi cuacanya sudah mulai dingin karena memasuki musim gugur.
"Enggak usah, nanti Soora nggak ada temannya di sekolah" jawab Jihan. Pada hari pembagian rapor memang hanya para orang tua dan wali saja yang datang ke sekolah, sehingga teman-teman Soora juga tidak ada yang datang hari ini.
"Ibu jangan nyetir sendiri ya" kata Soora khawatir.
Jihan tertawa kecil. "Iyaa" balasnya. "Ibu berangkat dulu ya. Jangan lupa makan sama Daehan, Song Imo sudah memasak tadi"
Jihan tiba di teras bersamaan dengan pagar rumahnya yang terbuka lebar, lalu masuklah sebuah sedan hitam yang begitu dikenal Jihan. Sedan itu langsung berhenti di halaman rumah yang luas, lalu pintu kemudi terbuka.
"Mau ambil rapor Soora ya? Ayo aku antar" ujar pria itu sambil bersandar di sisi mobilnya. Do Kyungsoo.
Jihan menggeleng. "Aku sama Pak Kim aja. Kamu temani anak-anak aja"
Kyungsoo juga balas menggeleng. "Enggak, aku antar kamu. Naik" ujarnya sambil kembali masuk ke mobilnya. Jihan menghela nafas, lalu akhirnya ikut masuk ke dalam sedan hitam yang sudah lama tak dinaikinya itu.
———
"Aku tunggu disini ya" kata Kyungsoo setelah mobilnya terparkir dengan rapi di halaman parkir sekolah Soora.
"Ngapain kamu ngantarin aku kalau ujung-ujungnya nunggu di mobil juga? Kukira mau ikut masuk"
"Ya cuma pingin aja ngantarin kamu. Kalau aku ikut turun nanti ketahuan dong siapa mantan suami Shin Jihan yang misterius itu"
Jihan meniup poninya dengan sebal, tapi setuju dengan ucapan Kyungsoo. "Benar juga, nanti jadi nggak misterius lagi" ucapnya sambil membuka seatbelt, lalu turun, meninggalkan mantan suaminya yang tengah tertawa.
Tak sampai satu jam, Jihan sudah kembali ke mobil Kyungsoo. Wanita itu langsung menyerahkan rapor milik anak mereka itu kepada Kyungsoo. Kyungsoo segera membuka rapor milik Soora. "Wow, nilainya bagus semua. Anak kita memang pintar" puji Kyungsoo dengan mata yang tetap terfokus pada lembaran berisi nilai-nilai Soora selama satu semester.
"Iya, dia peringkat satu di kelas" balas Jihan sambil memasang seatbelt.
"Benarkah?!" Kyungsoo membulatkan matanya. "Waah, iya benar! Keren sekali!" serunya setelah melihat angka peringkat di bagian bawah rapor. "Pantas sih dia pintar, ayahnya kan aku"
"Ih!" Jihan berseru tak terima. "Kecerdasan anak itu menurun dari ibunya, tau! Lagian aku kan lebih pintar dari kamu"
Kyungsoo tertawa. "Iya ya, dulu kamu selalu peringkat satu paralel"
"Kamu selalu peringkat dua" Jihan menimpali.
Kyungsoo kembali tertawa. "Iyaaa. Kamu memang lebih pintar, Soora pintarnya juga menurun kamu Jihaaan. Dia memang luarnya aja yang menjiplak wajahku" ujarnya terkekeh sambil menutup kembali rapor tersebut.
Ting!
Tiba-tiba ponsel Jihan berbunyi. Jihan langsung mengecek notifikasi ponselnya. Rupanya pesan dari Soora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
