Mahalini - Sisa Rasa
Jihan mengikat rambut hitamnya yang panjang, kemudian menyandarkan punggungnya ke sofa yang empuk. Waktu baru menunjukkan pukul enam sore, tetapi pekerjaannya sudah rampung semua. Pekerjaannya hari itu memang tak terlalu banyak, namun masih terlalu awal baginya untuk pulang. Sambil melepas heels yang dikenakannya, ia menyamankan posisi duduknya dan membuka tablet miliknya.
"Jihan-ssi, anda tidak pulang?" tanya sekretarisnya yang baru masuk ke ruangannya. Kebetulan usia sekretarisnya tak terpaut jauh darinya, jadi Jihan memintanya untuk memanggilnya dengan nama saja. Bahkan diluar kantor, sekretarisnya itu biasanya memanggil Jihan dengan sebutan eonnie.
Jihan menoleh sekilas, lalu kembali terfokus ke tabletnya. "Enggak. Kamu pulang duluan saja nggak apa-apa"
"Ah, baiklah. Aku duluan ya, sugohaesseoyo" pamit wanita itu sambil sedikit membungkuk.
"Nee, sugohaesseoyo" jawab Jihan, kemudian sekretarisnya itu segera keluar dari ruangan Jihan.
Sepeninggal sekretarisnya, Jihan membuka sebuah aplikasi di tabletnya. Aplikasi itu berguna untuk memonitor rumahnya, karena aplikasi itu tersambung dengan CCTV yang ia pasang di dalam rumahnya. Tabletnya langsung menampilkan rekaman live dari CCTV. Rupanya, Kyungsoo sedang ada di rumahnya. Jihan memperhatikan dengan seksama.
Kyungsoo sedang berada di ruang tengah, ia duduk di atas karpet dan sedang membantu Soora mengerjakan tugasnya. Soora duduk di sampingnya dan tampak tengah menulis di buku tulisnya. Sementara itu, Daehan duduk manis di sofa, ia asik mengoceh sambil menonton tv yang sedang menayangkan Tayo.
"Ayah, yang ini gimana?" Soora menunjuk pada sebuah halaman di buku paketnya.
Kyungsoo memicingkan matanya, lalu membaca buku paket Soora dengan seksama. "Ooh, kalo itu, Soora harus cari salah satu contoh kerusakan lingkungan, lalu nanti Soora coba tuliskan apa penyebabnya, cara mengatasinya, dan hal-hal lain tentang kerusakan lingkungan itu"
"Contohnya apa yah?"
"Hmm... apa ya? Ini aja deh, masalah yang paling dekat dengan kita. Polusi udara"
"Ooh, iya betul juga. Debu halus kan ayah?"
"Iyaa, itu salah satu contohnya. Menurut Soora polusi udara itu apa?"
"Hmm... polusi udara itu ketika udaranya tercemar, jadi tidak bersih dan tidak sehat lagi?"
"Iya, itu betul. Tulis itu"
Soora pun segera menulis apa yang barusan dikatakannya di buku tulisnya. Setelah selesai, ia kembali menoleh ke arah sang ayah. "Setelah itu, akibatnya? Akibatnya bisa menyebabkan sesak nafas, betul enggak?"
"Iyaa betul. Pintar anak ayah. Tulis ya. Terus cara mencegahnya gimana?"
"Cara mencegahnya... dengan memakai masker?"
Kyungsoo tergelak. "Kalau itu sih cara mencegah sesak nafas akibat polusi. Kalau cara mencegah polusi, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi"
"Hmm... tapi ayah, kalau penggunaan kendaraan pribadi dikurangi, orang-orang naik apa?"
"Kan ada transportasi umum. Bisa naik MRT atau bus, iya kan?"
"Memangnya transportasi umum enggak menyebabkan polusi ya yah?"
"Menyebabkan polusi juga. Tapi kan transportasi umum bisa memuat banyak orang, sedangkan kendaraan pribadi biasanya hanya dinaiki satu atau dua orang saja. Bayangkan kalau setiap satu orang di negara ini naik kendaraan pribadi, kan banyak sekali. Nah kalau semua orang pakai transportasi umum, jumlah kendaraan pribadi yang dipakai berkurang, jadi sumber polusinya dari transportasi umum saja. Dengan begitu, polusi pun bisa berkurang. Gimana, ngerti enggak?" Kyungsoo menjelaskan dengan sabar dan pelan. Soora ber-oh ria lalu mengangguk, membuat Kyungsoo reflek tersenyum dan membelai rambut putri bungsunya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanficKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
