Kumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak.
Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya!
#1...
"Soora" panggil Kyungsoo. Bayi berusia sebelas bulan itu menoleh ke arah sang ayah. Mereka sedang duduk di depan televisi, di karpet ruang tengah. Soora sedang menyusun block kayu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Coba bilang ayah" kata Kyungsoo. "Aaa... yah. Coba"
Mata bulat Soora menatap ayahnya datar, kemudian ia kembali asyik dengan mainannya. Kyungsoo menghela napas.
Kyungsoo mengeluarkan ponselnya lalu berbaring tengkurap di samping Soora. Ia membuka galeri fotonya dan menekan fotonya bersama Jihan.
Kyungsoo menunjukkan foto itu pada Soora lalu menunjuk dirinya di foto itu. "Ini ayah. Coba bilang, ayah"
Soora tetap diam.
Kyungsoo tak menyerah. "Ini siapa?"
Soora tak bersuara, tapi tangannya menepuk bahu Kyungsoo pelan. "Nah, kamu mengenali wajahku. Panggil aku ayah. Ayo nak, kamu pasti bisa. Coba bilang ayah. A-yah"
"Bwababwa" Soora malah mengoceh tak jelas sambil kembali menyusun blocks.
"Soora" Kyungsoo kembali berusaha menarik perhatian sang anak. Kali ini ia menunjuk Jihan di foto itu. "Kalau ini siapa?"
"Bi... bu!"
Kyungsoo terkejut bukan main, ia refleks langsung duduk. Matanya membulat. "Kamu bisa mengucapkannya?! Aku belum mengajarimu, kok sudah bisa sih?!"
Soora tertawa melihat ekspresi ayahnya.
"Coba ulangi"
"Bibu!"
"Bukan bibu, tapi ibu. Coba lagi, i-bu"
"I... bu?"
"Betul!"
"Ibu!"
"Anak pintar!" Kyungsoo menangkup wajah Soora lalu langsung menghujani wajahnya dengan ciuman. Soora tertawa geli.
"Sekarang coba ayah"
Soora menggeleng. Kyungsoo tertohok sekali rasanya.
Kyungsoo melirik pintu kamarnya. Istrinya itu sedang tidur siang. "Soora, nanti kalau kamu lihat ibumu, panggil dia ya"
Sesaat kemudian, ia menyadari sesuatu. Alisnya berkerut menatap Soora. "Itu tadi kata pertamamu?!" serunya kaget. Soora hanya bisa menatap ayahnya bingung, tak paham. Sebelumnya Soora hanya sering mengoceh dan meracau tak jelas. Barusan itu adalah pertama kalinya Soora bisa mengucapkan sebuah kata yang memiliki arti dengan benar. Dan kata pertama yang bisa diucapkannya adalah 'ibu'.