"Soora mana?" tanya Jihan yang baru keluar dari dapur setelah merapikan piring-piring bekas makan mereka. Dia hanya melihat Kyungsoo dan Daehan di ruang tengah. "Langsung masuk kamarnya?"
"Iya" Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum kecut.
"Malam ini menginaplah disini, Soo. Aku cek Soora ke kamarnya dulu" ujar Jihan. Kyungsoo mengangguk sementara Jihan langsung naik ke lantai dua.
Jihan mengetuk pintu kamar Soora, lalu membukanya. Gadis kecil itu sedang duduk di meja belajarnya. Ia langsung menoleh saat pintu kamarnya dibuka. "Lagi mengerjakan tugas?"
"Iya" Soora mengangguk, kemudian kembali menunduk membaca buku paketnya.
Jihan mendekat. "Mau ibu bantu?" tanyanya sambil berlutut di samping Soora. Kini ia hampir sejajar dengan Soora yang duduk di kursi.
Soora mengangguk. "Yang nomor empat susah, bu" keluh Soora sambil menunjukkan soal-soal sains di bukunya.
Jihan membaca soal yang dimaksud Soora. "Hmm coba ibu lihat" kata Jihan sambil menarik buku paket Soora dan mencari materi yang berhubungan dengan soal tersebut.
"Kata ayah, ibu murid paling pintar di sekolah. Kenapa ibu masih harus mencari materi di buku paket Soora?" tanya Soora.
Jihan yang sedang membalik halaman pun langsung berhenti. Ia menatap Soora datar. "Ibu juga sudah lama tidak sekolah, nak. Tentu saja sudah tidak ingat materinya."
"Oh iya, ya" Soora nyengir.
Jihan kembali membalik halaman buku paket. Setelah ketemu, Jihan membaca materinya dengan seksama, kemudian ia menjelaskannya pada Soora dengan perlahan supaya Soora bisa lebih mudah mengerti. Setelah paham, Soora pun menuliskan jawabannya di buku tulis. Begitu pula dengan soal-soal yang lainnya, Jihan akan membaca materinya terlebih dahulu dan menjelaskannya pada Soora. Tugas sains Soora jadi terasa lebih mudah dan lebih cepat selesai.
"Ibu, Soora juga ada tugas Bahasa Inggris" kata Soora sambil merapikan buku tulis dan buku paket sains-nya.
"Kalau itu sih ayahmu yang jago" jawab Jihan.
"Tapi kata ayah, ibu jago Bahasa Inggris juga" ujar Soora. Ia membuka buku Bahasa Inggris-nya.
"Yaa... ibu bisa juga, sih" Jihan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Tiba-tiba, pintu kamar Soora diketuk. Kyungsoo masuk sambil menggendong Daehan. "Mengerjakan PR?" tanya Kyungsoo dari ambang pintu.
"Iya nih, PR Bahasa Inggris" sahut Jihan.
Kyungsoo masuk dan mendekati meja belajar Soora. Ia membaca soal-soal itu sekilas. "Kalau ini sih ibumu juga bisa" kata Kyungsoo sambil menatap Soora. "Tenang saja, ibumu jago" lanjutnya sambil mengacungkan jempol. Soora terkekeh lalu mengangguk.
"Aku menidurkan Daehan dulu. Kalau ada yang sulit, panggil aku ke sebelah" ujar Kyungsoo. Soora dan Jihan mengangguk, lalu Kyungsoo pun keluar dari kamar Soora.
Tugas Bahasa Inggris Soora tidak terlalu sulit dan tidak banyak, jadi mereka bisa menyelesaikannya dengan cepat. Setelah selesai mengerjakan tugas bersama, Soora menutup buku paketnya sementara Jihan merapikan meja belajar.
"Cuci muka dan sikat gigimu. Ibu juga mau sikat gigi dulu ke bawah, nanti ibu kesini lagi" ujar Jihan sambil berjalan menuju pintu kamar Soora.
"Ibu tidur disini?" tanya Soora.
"Iya" jawab Jihan sambil membuka pintu kamar Soora. Ia keluar dari kamar, sementara Soora masuk ke kamar mandi.
Lima belas menit kemudian, Jihan kembali ke kamar Soora setelah menyikat gigi, mencuci muka, dan mengenakan piyama. Soora sudah berbaring di kasurnya ketika Jihan datang. Jihan langsung menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama, kemudian naik ke kasur Soora. "Soora masih diejek tadi?" tanya Jihan sambil menarik selimut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side of Father: dks
FanfictionKumpulan cerita pendek tentang keseharian anak-anak Ayah Kyungsoo. Cerita ini masih satu universe dengan universe Father: dks dan tiap chapternya ditulis dengan timeline acak. Baca Father: dks terlebih dahulu supaya lebih paham cerita disini ya! #1...
