22; taman

78 8 1
                                        

Sore hari ini, Soora, Daehan, dan kedua orang tua mereka sedang berada di taman. Taman hari ini cukup ramai, namun sepertinya orang-orang sibuk dengan urusan dan kegiatan mereka masing-masing jadi tak ada yang menyadari keberadaan Kyungsoo, seorang artis besar yang hari ini datang membawa anak-anak dan mantan istrinya.

Padahal ini bisa menjadi skandal besar. Tapi syukurnya tidak terjadi karena tak ada yang menyadari keberadaannya.

Sejak tadi Kyungsoo dan Daehan asik kejar-kejaran. Sesekali Daehan terjatuh di hamparan rumput yang luas itu, kemudian mereka berempat akan tertawa. Soora dan Jihan hanya duduk di kursi taman sambil menonton dua laki-laki itu kejar-kejaran.

"Aigoo lihatlah keringat itu" komentar Jihan sambil memandang geli ke arah Kyungsoo dan Daehan yang sudah dibasahi keringat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aigoo lihatlah keringat itu" komentar Jihan sambil memandang geli ke arah Kyungsoo dan Daehan yang sudah dibasahi keringat. Mereka terlihat seperti habis diguyur air keringat. "Pasti bau sekali"

"Hahahah" Soora tertawa. "Ibu nggak bawain baju ganti?"

"Baju ganti Daehan sih ada, tapi baju ayahmu ya mana ibu tahu" Jihan mengedikkan bahunya. "Awas saja kalau dia bau, ibu nggak mau satu mobil dengannya"

"Kalau tidak satu mobil dengan ayah, ibu naik apa?"

Jihan menoleh. "Ibu yang bawa mobil ayahmu. Ayahmu biar pulang naik bus saja" ujarnya sengit. Soora tertawa terbahak-bahak.

Kemudian tak ada lagi pembicaraan diantara keduanya. Soora asik melihat bebek-bebek yang berenang di danau, sementara Jihan memejamkan matanya, menikmati semilir angin.

Bebek-bebek itu tampak begitu menarik bagi Soora. Sembari menggigit-gigit kukunya, Soora tak pernah melepas pandangannya dari bebek-bebek di danau. Beberapa bebek itu kini masuk ke kandang mereka di tepi danau, sementara beberapa lainnya masih asik berenang-renang. Mungkin karena sudah semakin sore, jadi bebek-bebek itu sudah ada yang masuk kandang.

Jihan membuka matanya setelah lama terpejam, lalu menoleh ke arah anak sulungnya yang masih menggigit kuku. Ditariknya tangan kanan Soora, membuat Soora reflek menoleh. "Jangan digigit terus, nanti jarimu luka" ujar Jihan. "Lagipula, gigit-gigit kuku bikin kukunya jadi jelek. Lihat tuh bentuk kukumu"

Soora mengeluarkan kelima jarinya. Ujung kukunya memang tak beraturan karena Soora punya kebiasaan menggigit kuku saat sedang tidak melakukan apa-apa, saat sedang melamun, dan saat sedang grogi.

Jihan mengeluarkan tisu dari tasnya, lalu mengelap kuku-kuku kanan Soora yang basah oleh air liur. "Dasar anaknya Do Kyungsoo. Bahkan kebiasaan jeleknya pun sama" gumamnya.

Soora menatap ibunya. "Ayah juga suka menggigit kuku?"

"Ibu nggak tau kalau sekarang, mungkin sudah enggak lagi. Tapi dulu iya, sampai tangannya sering berdarah karena kukunya sudah terlalu pendek tapi masih digigit" jawab Jihan sambil mengusap punggung tangan Soora. "Jangan digigit lagi ya, ibu nggak mau lihat tanganmu terluka"

Rasanya Soora ingin menangis saat ini juga. Bayangkan, ibu yang dulunya bahkan tak pernah menanyakan kabarnya, sekarang selalu mengkhawatirkannya. Tapi Soora menahan tangisnya. "Iya. Maaf ya ibu" ujarnya sambil mengangguk.

"Iya" Jihan mengangguk sambil meremas tisu kotor itu dan melemparnya ke tempat sampah yang berada tak jauh dari mereka. Tisu itu langsung masuk ke tempat sampah, tak meleset sedikitpun.

Saat Jihan menyadari Kyungsoo dan Daehan sudah mulai berjalan ke arah mereka, Jihan langsung merogoh tasnya, mengambil ponselnya. Tangannya dengan cepat memotret Kyungsoo dan Daehan. Entah apa yang mereka bicarakan, tetapi dua laki-laki itu tergelak bersama.

Jihan tersenyum menatap foto yang diambilnya, lalu kembali memasukkan ponselnya ke tas bersamaan dengan Kyungsoo dan Daehan yang sudah tiba di depannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Jihan tersenyum menatap foto yang diambilnya, lalu kembali memasukkan ponselnya ke tas bersamaan dengan Kyungsoo dan Daehan yang sudah tiba di depannya.

"Pulang yuk" ajak Kyungsoo.

Jihan menutup hidungnya. "Kamu bau. Kamu pulang naik bis saja, mobilmu aku yang bawa" ujarnya santai.

Kyungsoo membulatkan matanya terkejut, lalu langsung mengendus-endus dirinya sendiri.

Dia memang agak bau sih. Ya namanya juga habis berkeringat, masa tidak bau?

"Aku enggak sebau itu kok!" serunya tak terima. "Itu kan mobilku, kok kamu yang ngatur?"

"Masa kamu tega kalau aku dan anak-anak yang naik bus" kata Jihan. "Anak-anak juga pasti malas kalau ayahnya bau"

Kyungsoo berdecak sebal. "Tunggu disini ya, jangan kemana-mana! Aku beli baju baru" ujarnya sambil segera pergi dari sana.

Jihan terkekeh melihat reaksi Kyungsoo. Di saat yang bersamaan, ia juga teringat saat Kyungsoo membeli baju baru untuk mereka berdua karena mereka kehujanan saat SMA.

"Soora tunggu disini nggak apa-apa? Ibu mau ganti bajunya Daehan dulu" ujar Jihan sambil bangkit dari duduknya. Soora menjawabnya dengan anggukan.

"Titip tas ibu ya" ujar Jihan lagi sambil menunjuk tasnya yang ia letakkan di samping Soora. Di bahunya tersampir ransel kecil milik Daehan.

Jihan pun membawa Daehan ke toilet umum. Setelah membuka seluruh pakaiannya, Jihan mengeluarkan lap kecil dan membasahinya. Setelah memerasnya, Jihan menggunakan lap itu untuk membersihkan wajah dan tubuh  Daehan yang lengket karena keringat. Setelah bersih, Jihan memasukkan lap itu ke plastik. Jihan mulai memakaikan pakaian bersih yang memang ia bawa dari rumah tadi karena ia sudah memperkirakan bahwa Daehan akan berkeringat. Setelah pakaiannya rapi, Jihan sedikit menata rambut tipis Daehan yang tentunya juga lepek karena keringat, lalu menyemprotkan sedikit baby cologne ke pakaian Daehan. Sekarang Daehan sudab harum, hanya rambutnya saja yang masih bau.

Ketika Jihan dan Daehan kembali, Kyungsoo juga sudah kembali dengan memakai kaus hitam yang baru dibelinya. Pria itu tampak lebih baik dan rapi. Meski tidak harum tapi setidaknya dia sudah tidak bau.

"Yuk pulang" ajak Jihan.

"Ini aku sudah boleh satu mobil dengan kalian nih?" tanya Kyungsoo memastikan sambil menunjuk dirinya sendiri.

Soora tergelak, sementara Jihan menahan tawanya. "Iya boleh"

Keempatnya berjalan menuju tempat parkir. Sembari menurunkan rem tangan, Kyungsoo geleng-geleng kepala. "Ada-ada saja mantan istriku ini" gumamnya tak habis pikir.

Sedan itu pun melaju dengan kecepatan sedang, membawa keempat penumpangnya ke rumah Jihan. Sepanjang perjalanan, mobil itu ramai dengan Soora yang asik meledek ayahnya.

Another Side of Father: dksCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang