Chapter 03. Hari pertama sekolah.

3.6K 310 31
                                        

Tiga hari telah berlalu setelah ujian sekolah. Hari itu, ketika hendak pulang. Aku sempat melihat Midoriya, namun di lihat dari ekspresi nya dia sedang mengalami masalah. Wajahnya benar-benar kosong dengan senyum yang di paksakan. Ku harap dia baik-baik saja, mungkin itu semua ada kaitannya dengan hasil tes ujian.

Setelah semua proses selesai, kami di suruh menunggu tiga hari untuk pemberitahuan apakah lulus tidaknya. Sudah akan di kirimkan langsung ke rumah.

Yah, aku cukup percaya diri untuk berpikir bahwa aku dapat lulus dengan mudah. Tidak ada yang terlalu spesial tentang ujian nya.

Hanya saja, sekolah ya ... Entah kenapa itu benar-benar tidak cocok dengan ku. Namun jika boleh jujur, aku sedikit menantikannya.

Mungkin aku dapat mendapatkan beberapa teman yang dapat di ajak bicara, karena dalam kurung waktu dua tahun ini. Pekerjaan ku hanyalah rebahan, nonton tv, bermain Smartphone, game, dan membaca manga.

Benar-benar seperti Hikikomori.

Bukan berarti aku tidak dapat bergaul, hanya saja aku merasa kalau itu semua sia-sia, entah pikiran dari mana. Hasrat ku untuk bergaul bisa di bilang cukup rendah, aku lebih suka suasana yang tenang dan damai untuk saat ini.

Sekarang, pemberitahuan tentang sekolah itu datang. Berjalan menuju pintu, aku mengecek kotak surat. Dan ternyata itu ada, surat dari sekolah U.A.

"Lulus. Hmm, ternyata mereka juga mengirim seragam dan peralatan lainnya untuk ku pergi."

Karena sebelum ujian di mulai, kami para siswa baru di minta untuk pengecekan fisik. Seharunya tidak ada masalah dengan ukuran di seragam ini bukan.

Setelah membawa kotak yang di kirim ke dalam. Setelah di buka, seragam Khusus untuk murid U.A terlihat terlipat dengan rapi.

" ..... "

Seperti yang di harapkan. Itu seragam perempuan.

Setelah semua nya selesai, akhirnya hari untuk pergi sekolah tiba.

Pagi hari yang cerah ini ..., Entah kenapa aku sedikit malu memakai seragam seperti ini. Karena tonjolan di bagian dada ku terlihat. Tidak seperti saat aku memakai Hodie. Meskipun tidak terlalu besar, namun itu masih saja terlihat menonjol.

Juga, sekolah ini sangat besar.

"1-A, ketemu."

Kenapa pintu nya besar sekali. Lupakan hal yang tidak berkaitan, untuk sekarang mari kita buka pintunya.

" ... "

Hanya ada setengah dari murid yang hadir di kelas ini, sepertinya aku datang terlalu cepat.

"OHHH!!! BISHOUJOOO!!!"

Teriakan itu terdengar membuat beberapa perhatian kelas menuju ke arahku. Siapa bocah pendek dengan rambut bulat ungu ini. Dia benar-benar memperlihkan niat bejat nya secara terang terangan.

"Aku Mineta Minoru, pria paling hebat di kelas ini! Siapa namamu, my princess."

"A-ah, Rimuru, Rimuru Tempest."

Aku tidak bisa berkata kata untuk kelakuannya karena berlari ke arahku dan menginginkan jabat tangan. 

"Ahh, Rimuru, nama mu sangat cantik seperti orangnya."

"Oi Mineta!! Hentikan itu, kau membuatnya tidak nyaman." Lelaki dengan rambut kuning menghampiri kami dan menarik Mineta.

"Maaf kan dia, dia memang seperti itu ketika melihat gadis cantik dan seksi. Dia memang sedikit mesum, jadi tolong maklumi. Aku Kaminari Denki, salam kenal Rimuru."

Rimuru X Boku no Hero.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang