Kami segera menggeledah rumah sakit, semua orang terkejut melihat banyak nya para pahlawan.
"Mirko dan Rimuru pergi ke ruang mayat, kalian lah yang paling dapat di andalkan bertarung di tempat sempit."
"""Oke!""
"Ayo, junior!"
Kami segera mengambil jalur lain dari jalur para pahlawan lain. Mirko berlari cepat sementara aku berada tepat satu langkah di belakangnya, dia mendobrak pintu menuju ruangan mayat hingga hancur.
"Disini, jalan rahasianya." Mirko menyeringai, sebelum dia melancarkan serangan menggunakan kedua kakinya. Mendobrak dinding penghalang yang mengarahkan menuju lorong rahasia yang tertutup.
"Jangan tertinggal, Kouhai." Mirko menyeringai sambil menatapku sesaat. Aku hanya mengangguk sambil berlari di belakangnya. Dia memang cepat, pergerakannya juga sangat lincah. Memang seperti kelinci sekali. Dia juga memiliki telinga kelinci.
"Aku sudah mendengarnya dari Endeavor, kau sepertinya banyak menarik perhatian akhir-akhir ini."
Sebenarnya aku juga tidak menginginkan perhatian itu.
"Siswa magang yang setara dengan pro, jenius yang berasal dari U.A. banyak lagi, sampai-sampai aku bosan mendengarnya. Bagus, masa depan mu sangat menjanjikan." Dia tertawa lepas saat melompat kembali menuju depan.
"Mirko, sepertinya tidak ada waktu untuk bicara."
"Hmm ..?"
Dia terheran, namun saat pandangannya fokus ke arah depan kembali. Seringainya muncul kembali, dia menekan earphone yang ada di telinganya.
"Endeavor, mereka bergerak!!"
Meskipun ada informasi yang menyatakan kalau Noumu ini tidak akan bisa bergerak jika tidak di perintahkan, sekarang mereka mulai menyerang dalam gerombolan yang banyak. Siapa yang memerintahkan mereka? Apa tim Endeavor sudah gagal? Itu tidak mungkin kan.
"Bergerak, Rimuru!" Seringai Mirko lebih lebar saat dia menyerang dengan cepat ke arah Noumu yang berada di lorong gelap ini, bersamaan dengan percikan petir hitam yang menyala di sekujur tubuh dan pedang ku. Kami membasmi para Noumu itu dalam sekejap tanpa kesulitan.
Slaahhh!!
Mereka bukan Noumu yang kuat, mereka hanya Noumu tipe biasa.
"Hahahaha!! Sekarang, ini semakin menyenangkan!"
Entah kenapa aku merasa bertarung bersama orang gila. Kami menebas dan menghancurkan kepala Noumu sampai mereka tidak bergerak kembali. Sepertinya Mirko lebih ke tipe pertarungan menggunakan kaki nya. Karena di setiap serangannya dia selalu menggunakan kaki.
Kenapa aku di sini, karena aku bisa mengimbangi kecepatan dan kelincahan dari Mirko. Juga, aku bisa membantunya dalam serangan jarak jauh.
Di depan sana, ada gerbang logam besar yang menutupi jalan kami. Sementara para mayat Noumu berserakan berada di belakang kami.
"Luna arc!!"
Bammm!!
Itu dinding logam loh, ternyata bukan hanya kecepatan. Tapi fisiknya juga di atas rata-rata. Dinding logam yang menghalangi jalan kami, sekarang terbuka lebar karena serangan yang di berikan oleh Mirko.
Mirko yang selesai melancarkan serangan, masih melayang di udara saat dia menyeringai ke arah samping. Itu juga otomatis membuat tatapan ku teralihkan. Ternyata, itu adalah dokter Shiga. Ruangan sekitar juga menampilkan banyak tabung besar dengan banyak nya Noumu di dalamnya. Sepertinya ini adalah laboratorium yang selalu di gunakannya. Tempatnya juga sedikit redup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasyRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
