Lisensi pahlawan sementara, itu seperti kartu tanda penduduk. Di sana tertulis nama ku, namun juga dengan nama pahlawan ku 'Rimuru'. Mereka yang tidak mendapatkan surat ini, akan mendapatkan kesempatan kembali nanti di bulan Maret. Jika memang pada bulan Maret tidak bisa karena latihan ataupun tugas sekolah, pihak panitia bersedia menunggu di bulan April. Murah hati sekali ya.
"Seperti yang di harapkan dari invisible girl, hanya pakaian mu saja yang terlihat di foto kartu nya." Aku melihat Toru yang selalu mengamati kartu Lisensi nya. Aku yakin dia sekarang sedang senyum-senyum sendiri.
"Ehehehe."
Dia tidak menjawab apapun melainkan hanya terkekeh. Yah, Midoriya juga sama, sedari tadi dia selalu mengamati kartunya dengan senyum bahagia. Sepertinya semua orang sangat senang hari ini.
Saat ini kami berkumpul di ruang tamu untuk berisitirahat. Seluruh murid kelas 1-A juga ada di sini, mengobrol berbagai macam hal. Sedangkan untuk kami, murid perempuan. Yao-momo seperti biasa menghidangkan teh kualitas tinggi miliknya untuk di bagikan, juga beberapa kue yang enak.
"Minta yang coklat dong!" Ucap Mina.
"Aku juga, aku juga!!"
Kau tidak perlu bicara dua kali Toru.
"Ohh apa ini, kelihatan enak. Minta dong!" Kirishima yang baru selesai mandi, menghampiri kami dan memakan beberapa kue yang ada di atas meja.
"Ohh enak!"
"Itu milik ku! Kenapa di ambil!!" Toru yang tidak terima kue rasa coklat nya di ambil memarahi Kirishima.
"Maaf maaf." Kirishima hanya cengengesan tanpa rasa bersalah.
"Kau bisa makan punya ku."
"Oh terimakasih!"
"Bukan kau! Tapi Toru!" Aku menampar tangan Kirishima yang hendak mengambilnya lagi.
"Sudah sudah, tidak perlu ribut. Aku masih punya banyak persediaan." Ucap Yao-momo menenangkan suasana..
"Kue bolu segera datang!" Sato yang membawa kue besar di atas nampan menghampiri kami.
"Ohh!! Nice timing Sato!!"
Yah, bisa di bilang malam ini kami merayakan kelulusan kami dengan berkumpul dan makan kue seperti ini. Menghabiskan waktu bersama seperti ini memang tidak buruk juga.
Waktu terus berlalu hingga akhirnya jam malam telah tiba, kami pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat. Namun karena aku masih belum ingin tidur, aku malah berdiam diri dulu di balkon dan duduk menikmati pemandangan malam.
Bersama dengan kue yang masih tersisa ku bawa. Jika aku ketahuan masih belum tidur, mungkin Sensei akan menghukum ku.
"Aku ingin minum sake ... Beer juga tidak apa-apa." Hanya bisa menghela nafas dalam keadaan seperti ini. Tidak mungkin aku di izinkan untuk membeli minuman beralkohol. Yah, jika aku mengakalinya, mungkin bisa saja.
"Hmmm ... Kacchan dan ... Midoriya? Kenapa mereka keluar malam-malam begini?"
Benar juga, meskipun sulit untuk di lihat karena terlihat seperti biasanya. Namun aku merasa ada yang aneh dengan Kacchan.
"Hubungan antar lelaki"
Perkataan Toru saat itu muncul secara tiba-tiba dalam pikiranku.
Tunggu, jangan-jangan!?
Untuk sekarang mari kita ikuti mereka, aku juga harus hati-hati saat keluar dari asrama ini. Jika tidak, mungkin ada seseorang yang dapat menemukan ku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasíaRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
