Melawan Penjahat, bagi anak-anak seperti mereka. Wajar saja kalau mereka merasa ketakutan maupun panik. Aizawa terus mengalahkan para penjahat dengan seluruh kemampuannya, dia menahan para penjahat agar tidak mendekat kepada para murid. Namun ada beberapa murid yang di pindahkan ke tempat tertentu. Salah satunya adalah, Rimuru, Bakugou dan juga Kirishima yang di tempatkan di tempat yang sama, yaitu reruntuhan kota.
"SHINNEE!!"
Boomm!!
Ledakan terjadi saat dia mengayunkan tangannya ke arah penjahat. Kirishima mengalahkan mereka dengan tubuh nya yang keras. Rimuru juga tidak menggunakan pedangnya di pertarungan ini, dia melakukan pertarungan tangan kosong untuk mengalikan para penjahat dengan petir hitam yang mengelilingi tubuhnya.
"Kacchan, mereka hanya tersisa sedikit lagi. Aku serahkan mereka pada kalian berdua. Aku ingin memastikan keadaan teman-teman yang lainnya, juga Aizawa-sensei yang bertarung sendirian."
"OI! SIALAN! JANGAN BERTINDAK SENDIRIAN!!"
Namun teriakannya hanya di jadikan angin lalu saat Rimuru berlari dengan cepat menjauh dari mereka.
"Bakugou, fokus!"
Bakugou dengan kesal meledakan beberapa Penjahat dengan kemampuannya, dia berlari menyusul Rimuru.
"Sial, sial sial!!! Kenapa dia sangat cepat sekali sialan!!?"
"Yah, kecepatan juga salah satu kelebihan nya."
"Berisik!! Aku tidak bicara padamu!!"
Sedangkan di sisi Rimuru, dia sudah keluar dari area reruntuhan kota dengan kecepatan yang tinggi. Jauh di depan sana, dia melihat bukit yang di buat untuk penyelamatan, itu adalah daerah longsor. Melompat ke arah bukti yang curam, karena posisi nya yang cukup tinggi. Dia bisa melihat area sekitar dengan sangat baik. Ada beberapa teman-teman nya yang sedang bertarung tak jauh dari tempatnya.
Saat dia ingin menghampiri mereka, namun ada satu hal yang membuat dia terkejut. Aizawa-sensei telah di kalahkan, dia berbaring dengan di tindih oleh monster besar, otaknya berada di luar kepalanya. Itu terlihat jelas sehingga memberi kesan yang agak menjijikan.
Memutar arah, Rimuru bertumpu di sisi tebing menggunakan kemampuannya dan melesat ke arah Aizawa-sensei.
Kali ini, Rimuru mencabut pedangnya dengan arus petir hitam yang berdecit kencang mengelilinya katana miliknya.
Rimuru juga tidak tau kualitas dari pedang ini, entah bagus ataupun tidak. Namun dia merasa kalau Katana yang tengah dia pegang sekarang tidak akan bisa memotong leher dari monster yang sedang menyiksa Aizawa-sensei.
"Apa–!?"
Dentang!!!
Meskipun dirinya sangat cepat sampai tak bisa di lihat oleh mata biasa, namun saat katana itu hendak memotong leher monster tersebut. Itu hancur berserakan karena tekanan yang tidak dapat di terima secara berlebihan.
"Rimuru!? Apa yang kau lakukan di sini! Di sini berbahaya! Cepat per– Guhakk!!" Perkataan Aizawa-sensei terpotong kala monster itu membanting kepalanya ke tanah dengan keras.
"Hehhh, murid yang menakutkan. Kau bahkan tidak gentar sama sekali ketika melawan penjahat untuk pertama kalinya."
Rimuru menatap dalam diam kepada orang yang memiliki jemari di wajahnya, kalau tidak salah namanya Shigaraki Tomura.
"Kau bos nya ya?"
Rimuru menyadari makhluk yang sedang menekan Aizawa-sensei sulit untuk di hadapi, apalagi dengan identitas nya yang sebagian siswa untuk saat ini. Sebenarnya dia tidak terlalu ingin menarik perhatian, namun nyawa Aizawa-sensei bisa terancam jika di biarkan saja. Setidaknya dia harus mengulur waktu sampai All Might tiba.
"Lalu kenapa kalau aku memang bos nya?" Shigaraki Tomura, menyeringai menjawab pertanyaan Rimuru.
"Kalau begitu ini semua akan jauh lebih mudah."
Untuk menyingkirkan monster bernama Noumu.
Rimuru segera melesat dengan pedang yang hanya tersisa sebagian saja, Tomura hanya berdiri diam sambil tersenyum.
"Bodoh! Cepat pergi dari sini!!"
"Eraser head, kau memiliki murid yang sangat pemberani."
Saat Rimuru sudah sampai di hadapan Tomura, siap untuk menebasnya. Asap hitam keuntungan muncul di depannya tanpa ada waktu untuk menghindarinya.
"Sudah berakhir, saat sebagian tubuhmu memasuki portal. Portal akan segera di tutup dan tubuhmu akan terbelah menjadi dua bagian."
Aizawa menggertakan giginya saat kepalanya di banting kembali ke tanah oleh Noumu.
Refleks dan kecepatan Rimuru ada di tingkat yang tidak wajar, hanya dalam waktu singkat. Dia memutar tubuhnya 180 derajat menghindar secara menyamping memutari portal yang ada di depannya. Bertumpu di tanah menggunakan tangannya, tendangannya mengenai tepat di dagu dari Tomura. Tomura yang kehilangan topeng jarinya terkejut karena gerakan yang di lakukan Rimuru sangat cepat. Kurogiri juga tidak dapat bereaksi dengan apa yang di lakukan Rimuru.
Memusatkan kembali keseimbangannya kembali, Rimuru melangkah maju dengan cepat ke arah Tomura yang kehilangan keseimbangannya karena tendangan sebelumnya.
"Dengan ini selesai ..."
Atau tidak ...
Seperti yang dia pikirkan, saat nyawa Tomura terancam. Monster bernama Noumu itu akan segera menyelamatkannya. Sisa dari pedang yang dia tebas, dengan aliran petir hitam yang mengelilinya. Patah kembali saat berbentrokan dengan tubuh Noumu.
Noumu hendak menyerang Rimuru dengan kekuatan fisik yang di luar nalar, namun Rimuru menghindarinya dan memutar arah. Tujuannya adalah menyelamatkan Aizawa-sensei dari monster bernama Noumu tersebut.
Kilat petir hitam melesat membawa Aizawa-sensei, namun Noumu juga sudah berada di hadapan Rimuru dengan cepat.
"Midoriya!!" Meskipun kasar, Rimuru melempar Aizawa-sensei ke arah Midoriya yang sedari tadi bersembunyi tidak tau harus berbuat apa.
Rimuru sudah menyadari sedari kedatangannya kalau Midoriya, Mineta, dan juga Tsuyu sedang mengawasi situasi. Wajar jika mereka bimbang untuk menyelamatkan Aizawa-sensei. Di satu sisi mereka ingin menyelamatkannya, namun di sisi lain juga mereka takut kehadiran mereka malah akan memperburuk situasi.
"Rimuru-san!!!"
Boom!!
Ledakan besar terjadi menghancurkan bangunan sekitar, asap membumbung tinggi.
Suara batuk seorang gadis sesekali terdengar, asap perlahan mulai mereda memperlihatkan sosok nya yang rapuh. Hanya dalam satu sekali serangan, tubuh Rimuru tidak dapat menerima sepenuh nya serangan dari Noumu.
"Ughh ..., Sudah berapa lama aku tidak merasa sakit seperti ini." Rimuru mengusap kepalanya, melihat cairan merah kental yang menempel di sana.
Namun dia tidak boleh lengah sedikitpun, saat dia mengecek kondisi tubuhnya. Noumu sudah kembali menyusulnya sekaligus melancarkan serangannya kembali.
Rimuru menghindari serangan tersebut, namun gelombang kejut yang sangat besar membuatnya terpental ke samping. Berguling beberapa kali sebelum dia terhenti.
"Uhukkk!! Kuhh ... Itu sakit sekali sialan."
Rambut biru keperakaanya di cengkram erat oleh Noumu memperlihatkan sosok nya yang rapuh dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
"Bunuh dia, Noumu!"
Rimuru menatap Noumu dalam diam. Rimuru bisa saja membunuh Noumu menggunakan petir hitam dengan kekuatan maksimal jika dia menginginkannya. Namun seperti nya itu tidak perlu.
Sebelum pukulan Noumu sampai kepada Rimuru, seseorang menahannya. Menggunakan satu tangannya.
"Beraninya kalian ..."
All Might datang, tanpa senyuman biasanya. Dia terlihat sangat kesal dan Marah.
"MENYENTUH MURID-MURID KU!!"
Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasyRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
