Chapter 43. Ujian ulang selesai.

1.5K 182 20
                                        

Hanya Shoto, Kacchan, Inasa dan gadis bernama camie yang melakukan bimbingan. Aku tidak menyangka, ternyata ujian mereka adalah untuk mengambil hati anak-anak. Mic-sensei juga turun untuk menjadi komentator, memberikan ruang untuk Endeavor dan All Might saling berbincang. Karena posisiku yang jauh, aku tidak dapat mendengar apa percakapan mereka.

Yang jelas percakapan itu tentang 'Simbol perdamaian' Selebihnya aku tidak tau.

Ini tidak seperti yang ku pikirkan, ternyata membosankan juga menonton mereka melakukan ujian ini. Ku pikir ini akan menjadi sesuatu yang menarik atau pun semacam pertarungan.

Yang lebih penting lagi ... Aku mengecek setiap bungkusan, tidak ada ..., Tidak ada Takoyaki sama sekali. Dimana!? Aku melihat Endeavor yang sempat menatapku, namun dia segera mengusap wajahnya dengan menghela nafas. Sementara All Might memberikan ku senyum kaku.

Ohh, sepertinya aku tanpa sadar telah menghabisi semuanya. Ini sedikit memalukan. Aku terlalu fokus menonton ujian mereka Meskipun itu membosankan, dengan setiap Takoyaki yang masuk ke dalam mulutku.

Pura-pura tidak lihat saja, pergi dari sini dengan alasan membuang sampah bekas makanan ku. Itu akan sedikit mengurangi rasa Maluku.

Waktu perlahan berlalu hingga akhirnya ujian ulang Shoto dan Kacchan selesai, mereka berdua berhasil merebut hati anak-anak meskipun susah payah.

Perwakilan dari Shiketsu, seorang senpai dan juga seorang guru. Sedang berbincang bersama All Might, Mic-sensei dan juga Endeavor. Mereka membicarakan perihal penyusup yang hadir menggantikan sosok  Camie.

Menyusup menggunakan wujud seseorang? Toga? Ohh, aku tidak sadar karena tidak bertemu dengannya. Namun sepertinya Midoriya bertemu dengan Toga yang menyamar sebagai Camie secara langsung saat ujian lisensi pahlawan sementara.

Hari juga sudah sore, harusnya sekolah sudah selesai kan. Ternyata nyaman juga bolos sekolah. Kami juga sudah berada di luar area ujian, pintu gedung khusus itu terbuka menampilkan Shoto dan Kacchan, serta dua murid dari Shiketsu.

"Aku tidak menyangka kau akan datang." Ucap Shoto, dia menatapku untuk sesaat.

"Aku datang bersama dengan Endeavor."

sesaat kemudian tatapannya beralih menuju Endeavor.

Lagi, suasananya malah berubah menjadi mencekam kembali. Aku sedikit menjauh dari sana untuk menjaga jarak dari ayah anak ini. Dari pada aku terlihat dalam pertikaian mereka, lebih baik cari aman.

"Kacchan, bagaimana dengan ujian ulang nya?" Aku bicara sedikit pelan.

"Berisik, tidak ada sama sekali pertarungan!"

Sudah ku duga akan seperti itu.

"Shoto, kau sudah banyak berubah ya ..." Endeavor hendak mengulurkan tangannya untuk menepuk pundak Shoto, namun itu di tepis oleh Shoto dengan kasar.

"Jangan menyentuh ku."

Itu di mulai kembali.

"Shoto ..., Kau adalah kebanggaan ku." Shoto hanya terdiam, mendengarkan Endeavor tanpa berniat menghentikan ucapannya.

"Jadi, karena itulah. Aku akan menjadi pahlawan yang dapat kau banggakan. Ayahmu adalah pahlawan no.1, Pahlawan yang terhebat."

Shoto menggaruk tengkuknya dengan canggung."lakukan sesuka mu."

"Endeavor!!" Bocah bernama Inasa itu berteriak sambil menghampirinya, tapi dia berdarah?

"Aku akan mendukung mu!" Lanjutnya.

"Terimakasih, kau berdarah cukup banyak." Balas Endeavor dengan senyum tipis.

"Baiklah, ayo pergi." Ucap Mic-sensei.

Rimuru X Boku no Hero.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang