Chapter 58. Kehancuran total.

1.2K 166 6
                                        

Sementara itu di gunung Gunga. Perang habis-habisan terjadi di sana. Menewaskan banyak korban, entah itu dari Villain maupun Hero.

Mayat-mayat tergeletak di mana-mana di hutan tersebut. Menimbulkan banyak darah bau amis yang terbawa oleh angin.

"Apa yang ..., Sebenarnya terjadi, kenapa semuanya menjadi seperti ini." Yao-momo, berlutut saat kakinya lemas. Air matanya mengalir tak henti.

Sebelumnya, raksasa yang memiliki kekuatan besar itu berlari ke arah mereka sedang berada. Bersamaan dengan Quirk Double milik Twice yang merepotkan.

Semua yang mereka lakukan untuk menghentikannya sia-sia. Hanya kehancuran yang datang pada mereka.

"Yao-momo..., Tidak ada kabar dari garda depan, keberadaan Tokoyami dan Kaminari juga tidak bisa di temukan." Sura Mineta, bergetar saat ia berjalan menuju ke arah Yao-momo.

"Ashido!! Oi Ashido!! Tolong jawab aku!! Jangan bercanda di situasi seperti ini!!" Teriakan Kirishima, membuat perhatian mereka teralihkan. Teriakan itu membuat mereka berdua terlihat putus asa, air mata Kirishima juga mengalir saat menggoyangkan tubuh Ashido, berusaha membuat nya bangun.

"Mustahil ..." Mineta menatap dengan mata yang bergetar. Dia tidak tau harus berbuat apa saat air mata juga mengalir melewati pipinya.

Yao-momo, juga bangkit dan berjalan dengan terhuyung ke arah Kirishima.

"Oi!! Ashido!!" Kirishima sekali lagi berteriak.

"Tidak mungkin ... Ini tidak mungkin terjadi." Tubuh Yao-momo bergetar, air matanya keluar dengan deras saat duduk di samping Ashido yang tergeletak tak sadarkan diri.

"Oii! Jawab aku!!"

Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa monster raksasa itu dapat bergerak? Apa garda depan telah gagal?

Mereka tidak tau apa yang sebenarnya sedang terjadi. Yang mereka tau hanyalah kekacauan ini datang begitu saja. Padahal semuanya baik-baik saja beberapa bulan lalu. Tidak ada yang mengetahui kalau semua ini akan terjadi, padahal baru kemarin mereka tertawa bersama.

Siapa yang harus di salahkan atas insiden ini terjadi?

.

.

.

.

.

Kehancuran total, rumah sakit Jakku dan kota yang ada di dekatnya. Berakhir menjadi debu. Dalam mata memandang, hanya puing-puing dan reruntuhan saja yang dapat terlihat.

Ryukyu, juga membawa banyak orang, bukan hanya aku saja saat di perjalanan menuju keluar.

"Hah ..."

Saat ini kami telah keluar dari jangkauan Gelombang Decay milik Shigaraki. Aku juga mengobati dan menutup luka di kaki kanan ku menggunakan perban yang telah di siapkan.

"Rimuru, kau tidak apa-apa?" Di atas langit, aku mendengar suara Ryukyu yang khawatir.

"Tidak apa-apa."

Aku juga dapat melihat api kemerahan yang sangat jauh dari sini, aku bisa yakinkan kalau itu adalah Endeavor yang sedang membawa Mirko.

"Bukan itu maksudku ..."

"Aku baik-baik saja, Ryukyu. Terimakasih."

Mungkin dia khawatir terhadap ku karena kepergian Aizawa-sensei.

"Tatapan mu ..."

Aku tidak tau apa yang dia katakan, namun aku segera mengerti dengan maksudnya. All Might pernah berkata kalau mataku lebih bercahaya saat memasuki U.A, apakah itu kembali seperti semula saat aku pertama kali bertemu All Might? Aku juga tidak tau, aku hanya merasa ini lah diriku yang biasanya.

Rimuru X Boku no Hero.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang