Chapter 07. Rahasia One For All.

2.8K 255 13
                                        

Berisitirahat di apartment ku setelah pulang sekolah, hari ini cukup melelahkan. Saat aku berbaring di atas kasur, smartphone ku berdering beberapa kali. Itu adalah panggilan dari Midoriya.

"Halo? ... Ah, tentu, aku tidak sedang memiliki urusan apapun ... Umu ..., Kalau begitu kita bertemu di apartemen ku saja, tidak akan ada yang menguping di sini ..., Ya, itu baik-baik saja, aku tinggal sendiri soalnya ..., Oke ... All Might? ... Oke, aku akan mengirimkan alamatnya ... Ya, sampai nanti."

Panggilan akhirnya terputus, karena sebentar lagi akan ada tamu. Aku membuat teh dan beberapa makanan ringan untuk di hidangkan.

Tamu pertama yang datang kerumah ku.

Ting tong...

Akhirnya mereka datang.

"Tunggu sebentar."

Menghampiri pintu dan membukanya, di sana terlihat Midoriya dan juga All Might yang dia katakan.

"Silahkan masuk."

""Maaf mengganggu""

"Ohh, seperti yang di harapkan. Ruangan ini benar-benar bersih, Rimuru-Shoujo ternyata sudah mandiri ya."

"Itu hal yang wajah untuk di lakukan seorang anak SMA bukan?"

"Eh, memangnya kemana orang tua mu sampai kau tinggal sendirian?" Midoriya beratnya dengan heran sambil mengamati ruangan.

"Aku tidak memiliki orang tua."

"Ahh, ... M-maafkan aku, seharusnya aku tidak menanyakan hal seperti itu."

"Tidak apa-apa, lagian aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Lalu, aku yakin kalian datang ke sini bukan untuk mengetahui soal kehidupan pribadi ku, kan?"

Yah, dengan kedatangan mereka berdua. Aku sudah mengetahui alur topik yang akan di bicarakan saat ini. Memberikan mereka segelas teh untuk dinikmati, All Might menatapku masih dengan senyum khas nya.

"Aku sudah mendengarnya dari Midoriya-Shounen."

"Dengar apa, apa ini tenang masalah Quirk yang di berikan?"

"Ternyata kau memang mengetahuinya, aku hanya ingin bertanya. Kenapa kau dapat menyimpulkan kalau akulah yang memberikan Quirk itu kepada Midoriya-Shounen?"

"Kenapa? Jika ingin jujur, sebenarnya tidak ada bukti yang terlalu kuat. Namun kedekatan mu dengan Midoriya, Kacchan sempat bilang kalau Midoriya tidak memiliki Quirk sama sekali dan aku yakin kalau itu bukanlah kebohongan, desas desus tentang kemampuan mu yang menurun, kau yang tiba-tiba menjadi guru. Ada dua hal yang ku pikirkan ketika memikirkan hal itu, jika memang benar kau dapat memberikan Quirk mu kepada orang lain, maka alasanmu masuk U.A adalah untuk mencari penerus maupun membimbing penerus mu yang telah masuk U.A. Setelah ku pikirkan lagi, ternyata Quirk Midoriya hampir sama dengan milikmu, yang sama sama bertipe kekuatan super. Itulah kenapa aku berpikir kalau All Might lah yang memberikan Quirk tersebut, apalagi saat aku bertanya kepada Midoriya secara langsung. Dia menjawab dengan ekspresi wajahnya yang sangat terlihat jelas."

All Might diam mendengarkan penjelasan ku dan mengolah informasi nya, Midoriya hanya terkejut dengan penjelasan ku sebelumnya.

"Hah, aku kehilangan kata-kata. Kau ternyata sangat teliti dan pintar, Rimuru-Shoujo, Hahahaha!"

"Tidak juga, orang lain juga pasti berpikiran sama jika mengetahui poin poin di atas."

"Tidak semudah itu. Memberikan Quirk kepada orang lain adalah hal yang paling mustahil untuk di lakukan, namun sepertinya kau tidak terpaku kepada hal tersebut. Kau mampu berpikir di luar akal sehat sambil mengolah kembali informasi yang telah kau dapatkan. Jika itu orang lain, mereka tidak akan percaya kalau Quirk dapat di berikan kepada orang lain."

Yah, karena aku berasal dari dunia lain. Aku tidak terpaku kepada Doktrin tersebut, pasalnya aku dapat memberikan maupun menciptakan kemampuan baru. Lalu, kenapa Quirk juga tidak bisa.

"Ini tergantung sudut pandang orang tersebut."

Benar apa yang di katakan All Might. Sama halnya dengan Kacchan, saat itu suasana hatinya sedang kacau, dan dia di suruh mendengar penjelasan dari Midoriya yang tidak masuk akal. Tentu saja dia tidak akan bisa menerima hal tersebut mentah mentah.

"Karena itulah Rimuru-Shoujo, aku meminta kerja sama mu untuk tidak menyebarkannya. Tidak, jika kau ingin aku memohon, maka akan ku lakukan."

All Might bangkit dan hendak berlutut. Namun aku menghentikan nya, sepertinya masalah ini lebih serius dari pada harga dirinya sendiri.

"Kau tidak perlu melakukannya, aku akan dengan senang hati bekerja sama untuk tidak memberitahu siapapun. Bisakah kau percaya pada ku? Aku akan menjaga rahasia ini lebih baik dari pada Midoriya."

"Gehh!!" Midoriya memegang dadanya, terasa kalau dia tersindir oleh perkataan ku namun tidak dapat membalas.

"Begitu ya, aku cukup lega karena itu kau."

Setelah itu, tanpa ku minta pun. All Might mulai menjelaskan tentang One For All (OFA) dan All For One (AFO)

Note : kedepannya All For one akan di singkat menjadi (AFO) dan One for all akan di singkat menjadi (OFA)

Asal usul OFA dan AFO, dia menjelaskan nya. Dia juga memberitahu ku kalau waktunya sudah hampir habis karena kemampuan OFA telah dia wariskan kepada Midoriya. Wujud dari All Might yang sebelumnya kekar menjadi kurus kerempeng dengan bekas luka yang ada di bagian pinggang kirinya. Luka bekas pertarungan nya melawan AFO.

Dan akhirnya kunjungan mereka selesai.

"Midoriya, berusahalah untuk menguasai OFA!"

Midoriya yang hendak keluar melalui pintu kembali berbalik. Dia tersenyum tegas sambil mengepalkan tangannya.

"Tentu saja, mungkin saat ini aku tidak dapat menggunakannya dengan baik. Namun suatu hari nanti, aku yakin. Aku dapat menggunakan kekuatan ini menjadi miliku sendiri."

"Ohh, semangat."

"Sampai jumpa besok di sekolah, Rimuru-Shoujo."

"Dah, Rimuru-san."

"Hati hati di jalan."

Begitulah, rahasia yang harusnya mereka simpan. Satu orang telah mengetahuinya, aku tidak tau siapa saja yang mengetahui tentang rahasia ini. Namun aku yakin bukan hanya kami bertiga yang mengetahui nya. Tidak mungkin All Might yang terkenal tidak memiliki kenalan yang dia percaya.

Besok harinya di depan gerbang sekolah, itu ramai tidak seperti biasanya. Banyak para wartawan yang mengermuni siswa yang hendak masuk ke sekolah, tidak terkecuali dengan ku.

Meskipun terjadi cekcok saat istirahat karena alarm tiba-tiba di nyalakan. Namun semuanya menjadi tenang kembali ketika menyadari kalau itu semua ulah wartawan.

Mungkin juga sebenarnya tidak, tidak mungkin wartawan berani atau dapat membobol sistem U.A yang sangat ketat, pasti ada dalang di balik semua ini.

Pemilihan ketua kelas di dapatkan oleh Lida karena aksi heroik nya yang menenangkan suasana di kantin sebelumnya.

Setelah itu, kami di berikan ujian penyelamatan di tempat khusus. Karena tempatnya lumayan jauh, jadi kami pergi kesana menggunakan bus. Kami juga di suruh memakai Costum pahlawan masing-masing.

Bersambung.

Rimuru X Boku no Hero.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang