Kedatangan All Might, membuat perasaan semua murid menjadi tenang.
"Midoriya-Shounen, bawa Rimuru-Shoujo dan Aizawa-kun ke tempat yang aman."
"Aku mengerti, Asui-san bawa Rimuru-san, sementara aku dan Mineta-kun akan membawa Aizawa-sensei."
Pergerakan All Might yang cepat hanya dalam sekejap membawa ku ke tempat Midoriya, menjauh dari tempat Noumu sebelumnya berada.
"Tenang saja, aku masih bisa berjalan sendiri."
"Kau terluka cukup parah, jadi aku akan membantu mu, Rimuru-Chan."
Tsuyu tetap bersikeras menggendong ku di punggungnya. Setelah itu, All Might kembali menyerang Noumu.
"Tidak di sangka, serangan ku ... Sama sekali tidak mempan."
Monster bernama Noumu itu sepertinya dapat menyerap serangan keseluruhan dari All Might. Bukankah ini bahaya.
"Oi!! Kalian!!" Di atas tangga, aku bisa melihat beberapa teman teman kami yang ada di sana.
"Cepat bantu kami!" Teriak Mineta.
Sato yang memiliki Quirk menambah kekuatan dengan mengkonsumsi gula di tubuhnya. Juga dengan Shoji yang memiliki fisik yang kuat menghampiri kami.
"Rimuru? Apa yang terjadi padamu!?"
"Ceritanya nanti saja, untuk sekarang bawa dulu dia ke tempat yang aman." Mineta kembali berteriak.
"Juga, Aizawa-sensei benar-benar berat!" Lanjutnya.
"Sudah ku bilang aku bisa berjalan sendiri."
Shoji membawaku dengan enteng, karena dia dapat menumbuhkan banyak tangan. sementara Aizawa-sensei di bawa oleh Sato.
"Tadi itu sangat hebat Rimuru-Chan, kau tidak ragu untuk menyerang. Sementara kau berjuang menyelamatkan Sensei, aku hanya diam saja melihatmu."
Tsuyu-chan, nada suaranya seperti orang yang merasa bersalah.
"Tidak, ku pikir keputusan mu memang tepat. Justru aku sendiri yang terlalu gegabah."
Bentar ...
"Midoriya!?"
Aku tidak menyadarinya, sedari tadi Midoriya berdiam diri terpaku kepada All Might. Lalu dia melesat ke arahnya sambil meneriaki namanya.
"APA YANG DIA LAKUKAN!!!" Mineta berteriak panik.
Saat Midoriya melesat berniat membantu All Might, lubang hitam keunguan muncul di hadapannya. Tidak ada waktu untuk menghindari!
Aku sempat ingin mengambil kembali tindakan, namun sepertinya itu tidak perlu.
"MINGGIR DEKU SIALAN!!"
Boom!!
Ledakan keluar dari telapak tangannya menghancurkan lubang yang di buat oleh Kurogiri. Dia datang bersama dengan Kirishima, juga dengan Todoroki yang muncul bersamaan.
Mereka berdua benar-benar lambat.
"Jangan menambah masalah bagi All Might, ayo kita ke tempat Thirteen terlebih dahulu."
Menanggapi ucapan ku, mereka mengangguk bersama. Setelah menaiki tangga terkahir. Uraraka menghampiri ku dengan cemas.
"Rimuru-san, kau terluka."
"Untuk sekarang, kita serahkan urusan di sini kepada All Might. Ayo pergi ke tempat yang aman terlebih dahulu."
Thirteen ternyata di hajar habis habisan, aku tidak tau itu. Dengan begitu, kami keluar dari gedung latihan ini bersama yang lainnya.
Namun saat hendak menuju pintu keluar, getaran yang hebat terasa seperti gempa. Sesuatu terbang dengan kecepatan tinggi ke atas langit.
"Bukankah itu ... Penjahat!?" Sero yang menopang Thirteen menatap ke arah lubang di atas langit.
Itu Noumu bukan? Seperti yang di harapkan dari All Might.
"All Might, tidak ada yang lebih hebat dari pada dia!!" Mineta berseru dengan senang.
Saat kami hendak keluar, langkah kami terhenti untuk kedua kalinya. Kali ini bukan perbuatan dari All Might. Itu adalah Lida dan juga para pahlawan profesional serta guru dari U.A yang datang.
"Maaf membuat kalian menunggu, kami sudah mengumpulkan para pahlawan yang bisa datang." Ternyata kepala sekolah juga datang kemari.
"Lida-kun!!" Uraraka berseru.
"Saya ketua kelas 1-A, Lida Tenya!! sudah kembali, teman-teman!"
Oh!! Jadi dia yang bertugas untuk memberi kabar kepada pihak luar. Kerja bagus, Lida.
Setelah semua masalah di urus, aku di berikan perawatan medis di bagian kepala dan tangan ku. Karena sempat menahan pukulan secara langsung dari Noumu, itu mengalami sedikit kerusakan di bagian tulang. Pendarahan di kepala akibat benturan keras telah di obati.
Setelah semua berkumpul, kami di cek satu persatu. Hanya aku dan Midoriya yang terluka, kedua kaki Midoriya patah. Sepertinya itu terjadi ketika mengaktifkan OFA saat aku di bawa oleh Tsuyu.
Kami saat ini sedang berada di UKS, bersama Midoriya, juga ... All Might.
"Jadi Seperti itu." All Might mengangguk beberapa kali setelah penjelasan dari Midoriya alasan aku bisa terluka.
"Itu adalah sesuatu yang sangat sembrono untuk di lakukan. Bagaimana jika aku saat itu telat datang? Kau akan terbunuh, Rimuru-Shoujo."
"Ohh, maafkan ku. Itu salahku."
Aku berpikir akan menikmati waktuku di UKS dengan tenang, namun tidak menyangka malah mendapat ocehan dari All Might.
"Tapi, kau melakukan itu untuk menyelamatkan Aizawa-kun, kan? Terimakasih. Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kau tidak bertindak saat ini."
"Ohh ..."
"Tapi! Bukan berarti aku membenarkan perbuatan mu, mengerti!"
"Oke."
Aku tidak tau kalau dia ternyata sangat cerewet.
Di ruangan ini juga ada Recovery girl, ternyata dia juga mengetahui tentang All Might dan kekuatannya. Jadi tidak masalah meskipun recovery melihat wujud All Might yang sekarang, pak tua yang kurus kerempeng.
Seseorang memasuki ruangan, itu adalah pak detektif sebelumnya.
"Permisi."
"Tsukauci-kun, kau juga ke sini ya?"
"All Might, apa tidak apa-apa memperlihatkan wujud mu yang seperti ini." Midoriya bangkit dari tidurnya.
"Tidak apa-apa, Dia adalah sahabatku. Detektif Naosama Tsukauci-kun."
"Maaf malah mengintrogasi mu dalam kondisi saat ini, All Might."
"Ah, yang lebih penting lagi. Bagaimana keadaan pada murid, Aizawa-kun, juga Thirteen?"
"Mereka hanya mendapatkan beberapa luka ringan, untuk Eraserhead dan Thirteen, memang kondisi mereka parah. Namun tidak sampai mengancam nyawa. Jika tidak ada ketiga pahlawan ini, mungkin nyawa anak anak bisa tidak selamat."
"Kau keliru, Tsukauci-kun. Para murid juga bertarung, mempertaruhkan nyawa mereka. Mereka mengalami pertarungan nyata di saat masih muda, dan mereka selamat! Katakan padaku, apa ada murid kelas 1 yang mengalami teror seperti ini? Mereka yang telah menghadapi kejahatan, yang bisanya di lawan oleh para pahlawan profesional? Mereka telah menunjukan kepada para penjahat. Kalau mereka benar-benar bodoh, untuk menyerang U.A dan aku yakin para murid 1-A kelak akan menjadi pahlawan yang sangat hebat! Camkan itu!"
"Rimuru-san?" Midoriya menatapku dengan bingung saat aku beranjak dari ranjang.
"Eh, kau mau kemana Rimuru-Shoujo? Luka mu masih belum sembuh?"
"Pindah ruangan, di sini sangat berisik."
"Guhukk!" All Might memuntuhakan darah, sementara Midoriya hanya tertawa kering karen kelakuan beraniku.
"Aku benar-benar minta maaf untuk itu." Ucap All Might.
Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasyRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
