Meskipun butuh banyak waktu untuk memberikan penjelasan, tapi akhirnya seluruh teman sekelas ku dapat menerima hal tersebut kalau semua itu hanyalah kesalahpahaman. Sebenarnya aku tidak terlalu perduli, namun karena kasihan dengan Shoto yang malah menjadi sasaran utama para lelaki di kelas. Itu membuat ku tidak tega melihatnya, lagian masalah ini timbul karena aku juga.
Sisanya, tinggal masalah dengan media. Yah, menjelaskan nya bagaimana pun, mereka tidak akan percaya. Justru sebaliknya, itu malah akan menimbulkan api yang jauh lebih besar. Jadi lebih baik di biarkan saja.
Karena waktu penjelasan yang terlalu lama sebelumnya, sampai kami tidak menyadari kalau jam malam sudah lewat. Akhirnya, Aizawa-sensei harus turun tangan. Dia masuk ke dalam asrama dengan wajah mengerikan sambil berkata.
"Haruskah ku nyanyikan lagu Nina Bobo?"
Akhirnya, ruangan itu menjadi sepi dalam sekejap. Karena kami berlari ke kamar masing-masing dengan panik, ada juga yang memakai lift karena tinggal di lantai atas. Mereka malah berdesak-desakan.
Sekarang aku berada di kamarku, dengan lampu yang di matikan.
"Hari yang lelah sekali ..."
Aku sempat berpikir tentang permasalahan 'Quirk' yang ku miliki. Jika aku ingin menggunakan kemampuan lain, tidak mungkin aku menjelaskan kalau itu semua bawaan dari lahir. Aku sudah menemukan solusinya, sekarang hanya perlu mencari pemantik nya saja agar api itu dapat terbakar.
Sepertinya Midoriya adalah orang yang tepat, karena aku juga memiliki rahasia tentang OFA miliknya.
.
.
.
.
.
.
Dua hari kemudian, hukuman kurungan rumah Midoriya telah selesai, dia juga sudah memberikan surat pernyataan penyesalan kepada Aizawa-sensei. Midoriya sangat bersemangat hari ini.
"Karena Midoriya sudah masuk kelas, mari kita bahas program magang nya. Sebelumnya mari kita mendengar pendapat dari orang yang berpengalaman, perbedaan antara praktek magang dan magang. Meskipun sibuk, namun mereka menyempatkan waktu mereka untuk dapat bertemu dengan kalian. Jadi dengarkan baik-baik apa yang mereka katakan. Mereka adalah peringkat tiga besar di U.A, Mereka di kenal sebagai 'Big Three'." Jelas Aizawa-sensei saat ketiga orang senpai memasuki kelas.
Aku tidak mengenal mereka sama sekali, namun ku pikir Midoriya mengenalnya. Aku bisa melihat dari ekpresi nya saja. Dia benar-benar mudah di tebak.
"Baiklah, kalian bisa melakukan pengenalan." Ucap Aizawa-sensei.
Pria dengan rambut hitam, tiba-tiba menatap kami. Dia memberikan getaran ..., Gugup? Yang bisa di salahpahami menjadi intimidasi, bagi mereka yang tidak dapat merasakannya.
Setelah mereka memberika penjelasan, akhirnya aku tau siapa nama dari ketiga orang ini. Yang memiliki rambut hitam dengan sifat yang pemurung itu bernama Amajiki Tamaki, yang perempuan bernama Hado Nejire. Dan lelaki yang periang, kebalikan dari Amajiki-senpai adalah Togata Mirio. Dia selalu memberikan lawakan, meskipun lawakan nya garing. Tapi aku bisa merasakan getaran kalau dia selalu ingin membuat orang lain tertawa ataupun membuat orang yang di dekatnya bahagia maupun ceria.
Namun, siswi perempuan itu terlalu banyak bicara.
"Hei, hei Rimuru-Chan, apakah rambut biru keperakan mu itu keturunan, atau kau mewarnainya? Lalu apakah mata emas mu juga termasuk ke dalam gen yang diurunkan?"
Berisik, pergi sana.
"Rahasia."
"Ehh, kenapa, kenapa? Kenapa bisa menjadi rahasia? Kasih tau dong, aku penasaran."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasyRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
