Perlahan, Indra ku mulai kembali. Kesadaran ku mulai kembali normal. Hal yang pertama kali ku lihat, adalah langit langit ruangan yang berwarna putih bersih.
Tertidur di ranjang dengan rasa sakit yang menjalar, terasa di seluruh tubuhku.
"Rumah sakit ...?"
Suaraku sedikit berdengung. Setelah ku sadari, ternyata aku memakai alat pembantu pernapasan.
Pintu kemudian terbuka, menampilkan Endeavor. Dia sedikit melebarkan matanya saat kami bertatapan mata.
"Rimuru?"
"Oh, halo."
Dia memiliki luka di bagian kiri wajahnya yang sampai kepala. Itu terlihat mengerikan. Dia menghampiri ku dengan cepat dan duduk di bangku yang tersedia.
"Kau sudah koma selama tiga hari, bagaimana keadaan mu?"
"Ohh, akhirnya putri tidur kita sudah bangun." Suara yang tak asing, terdengar masuk melalui pintu. Itu adalah Hawks dengan senyum seperti biasanya.
"Aku baik-baik saja, hanya saja tubuhku sedikit sakit."
Endeavor mengangguk paham.
"Hawks, cepat panggil dokter dan katakan kalau Rimuru sudah siuman."
"Aku bukan pembantu mu loh." Hawks menggedikan bahunya, namun segera menghela nafas saat mendapatkan tatapan tajam dari Endeavor.
"Oke oke." Hawks berjalan, menuju meja kecil yang ada di sampingku. Mengangkat Telpon kabel yang tergeletak di sana.
"Halo, dengan Hawks di sini. Aku hanya ingin memberi tahu kalau pasien bernama Rimuru Tempest yang ada di ruangan No.** Sudah bangun." Lalu dia menutupnya.
"Sudah." Lanjut Hawks, yang membuat Endeavor terdiam seribu bahasa.
Mungkinkah ..., Dia terlalu khawatir padaku sampai-sampai tidak menyadari ada Telpon di sana?
"Maaf, semua ini terjadi karena salahku. Andai saja aku tidak mengundang mu saat itu."
"Tidak ada yang perlu di salahkan, lagian aku sendiri yang berniat untuk membantumu. Meskipun kau menyuruh ku hanya untuk membantu dalam Evakuasi." Balasku dengan cepat memotong perkataan Endeavor.
[Mungkin dia kuat dan jenius, namun bukankah dia terlalu berekspektasi tinggi terhadap dirinya sendiri?] Tatapan kami beralih ke arah televisi yang menyala, menyiarkan berita. Mewawancarai pendapat warga tentang insiden Kyushu tempo hari. Perkataan itu khusus untukku.
[Mungkin dia hanya ingin membuktikan dirinya sebagai pahlawan yang setara dengan pahlawan pro. Tapi bukankah itu berlebihan.] Sekarang pendapat orang lain, masih mengkritik tindakan ku yang dengan semborno melawan Noumu.
[Endeavor sangat tidak becus, menjaga siswi magang saja dia tidak bisa. Bagaimana ke depannya, padahal dia adalah sang pahlawan no.1. entah kenapa aku malah melihat masa depan yang suram.]
[Ini sudah ke berapa kalinya siswa dari U.A mengalami insiden. Itu membuat ku takut untuk mendaftarkan anakku ke sekolah U.A]
[Lagian itu hanya satu monster bukan? Sampai bertarung mati-matian seperti itu ..., Pahlawan no.1 sekarang sangat menyedihkan.]
[Tidak ada harapan lagi di negri ini.]
Hawks mematikan tv dengan santai.
"Seperti biasa, mereka sangat berisik sekali." Ucapnya.
Media berbicara ... Seolah mereka adalah Tuhan yang mengetahui segalanya. Mereka bahkan tidak tau apa-apa, namun berbicara seolah merekalah yang paling maha tau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasiRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
