Teori singularitas Quirk, aku sempat melihatnya di internet. Dan kedengarannya memang cukup masuk akal. Karena sudah banyak bukti bermunculan dimana-mana memperkuat teori tersebut.
Kemampuan yang ada sejak puluhan tahun lalu, kemampuan yang di sebut Quirk. Ada karena faktor genetik. Kekuatan itu muncul dan menjadi kekuatan alami dari manusia.
Semakin banyak nya penggabungan Quirk untuk keturunan. Quirk akan semakin kuat seiring berjalannya waktu. Hingga akhirnya menyentuh hingga ke titik tertinggi.
Contoh terjelas adalah Shoto, yang memiliki perpaduan Quirk antara ibu dan ayahnya. Juga, ada Eri-chan yang memiliki Quirk Rewind. Dia dapat memundurkan waktu kepada makhluk hidup yang dia sentuh, sampai keberadaanya dapat menghilang sepenuhnya jika dia menginginkannya.
Namun seiring bertambah kuatnya Quirk, sulit juga untuk mengontrol kemampuan tersebut.
Plasshh!!
Sesuatu yang empuk mengenai kepalaku hingga benda itu hancur, itu adalah bola salju, menyisakan beberapa yang menempel di wajahku.
"Apa yang sedang kau renungkan, Rimuru!"
Melihat ke arah suara, ternyata itu adalah Mina yang melempar bola salju padaku. Dia hanya menyeringai menatapku sambil menggumpalkan beberapa bola salju lagi. Hari ini kami sedang membersihkan bagian depan asrama yang tertutupi oleh salju. Kondisi tubuh ku juga sudah membaik seperti semula, jadi aku ikut membantu acara bersih-bersih ini.
Bukan hanya kelas A, namun seluruh kelas juga sedang membersihkan area asrama mereka.
Aku meraup beberapa salju dan menjadikannya bulat, lalu melemparkannya dengan cepat ke arah wajah Mina. Itu pas berada di tengah tengah wajahnya. Bukan hanya sekali, tapi bola salju kembali menabrak wajahnya dari arah sisi ku. Ternyata itu adalah Kirishima yang melemparnya.
Karena Mina yang memulai ini pertama, Toru yang tak jauh berada di dekat ku juga ikut melemparkan beberapa bola salju ke arahnya.
"Sialan!! Terima ini!!" Tidak terima, Mina berteriak dengan marah sambil melemparkan banyak bola salju ke arah kami.
"Kyaaa hahahah!!" Toru melompat ke sana kemari, berlari ke arahku. Sementara aku menjauh darinya, berlari ke arah Kirishima. Yang telah selesai membuat dinding pertahanan.
"Kemari!!"
Meluncur, aku berhasil sampai di sisi Kirishima dengan sedikit berjongkok. Dinding salju itu menahan seluruh lemparan Mina.
Entah kenapa, kita malah menjadi perang menjadi dua kubu. Di sini, hanya aku dan Toru saja perempuannya.
"Siapa yang melempar ke sini sialan!!" Kacchan yang sedang membersihkan jalan asrama menggunakan sekop, marah saat mengetahui Kaminari yang melempar nya. Kaminari bukan hanya melempar ke Kacchan saja, namun ada yang kena kepada Kyoka juga tepat di wajahnya.
"Buahaha! Bakugou, kau sudah seperti boneka salju!" Teriak Kirishima sambil menertawakan nya, namun bongkahan salju terlempar ke wajahnya dan masuk ke dalam mulutnya.
"Bwahhh! Blefhh!! Dingin sialan!" Kirishima kembali menunduk sambil mengeluarkan beberapa salju yang tadi masuk ke dalam mulutnya.
Aku sempat ingin timbul dan melempar kembali ke sebrang, karna jalan asrama sudah seperti menjadi pembatas dua kubu yang saling berperang ini.
Namun saat kepalaku timbul, bongkahan salju tepat mengenai wajahku.
"Ahh ... Maaf."
Aku melihat Shoto yang baru saja selesai melempar dengan tangan yang sedikit terulur. Meskipun wajahnya datar saat meminta maaf.
Aku menargetkan wajahnya, hendak melemparnya. Namun bongkahan salju kembali mengenai wajahku, tepat di tengah. Kenapa hari ini sial sekali.
"Hahahah!" Itu adalah Mineta yang menertawakan ku.
"Oi!! Di sini butuh bantuan! Tolong kami!" Teriak Kaminari dengan panik, sedikit jauh di sebelah sisi kami. Dia juga berlindung di balik dinding salju yang dia buat saat banyak lemparan salju hampir merobohkan nya.
"Haha!! Shine shine Shine!!" Kacchan melempar banyak bola salju ke arahnya sambil meneriaki kata itu berkali-kali.
Aku juga segera menarik wajahku ke balik dinding kembali, Toru yang baru saja ingin melempar. Wajahnya sudah terkena lemparan salju yang membuat dia terjatuh ke belakang.
"Aduh ..."
"Ahahaha, Maaf Hagakure-san." Ucap Yao-momo sambil mengumpat kembali di balik dinding salju yang mereka buat.
Ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Aku bangun dan dengan cepat melihat situasi, menganlisis beberapa orang yang dapat di targetkan. Ujung kepala kemerahan dengan sebagian putih, hendak muncul. Saat wajahnya muncul. Itu tepat mengenainya, beberapa kali.
Shoto sampai tersungkur ke belakang karena terkena oleh lemparan ku yang terus menerus datang mengenai wajahnya. Bukan hanya dia, namun Mina, Yao-momo, Ochako, Kyoka, Ojiro, Midoriya, Kacchan. Mereka semua satu persatu ku lempar dengan lemparan yang sangat akurat.
"Gyaaa!! Rimuru curang! Dia memiliki Auto aim!!" Teriak Mina di balik dinding salju.
Entah sudah berapa lama kami bermain seperti ini, sampai sampai suasana menjadi sedikit tegang. Kirishima dan Kaminari yang berada di timku. Menelan ludah karena ketegangan ini.
Tidak ada yang berani menampakan dirinya, semuanya bersembunyi di balik dinding salju tebal yang telah kita buat masing-masing.
Aku juga mengumpat menunggu timing yang tepat. Tidak ada suara di pagi hari menjelang siang hari ini, tim ku berkomunikasi dengan cara gerakan tangan.
Sedikit saja ujung kepala terlihat, bola salju melesat melewatinya. Suara sedikit saja terdengar, gumpalan salju mengenai dinding salju yang kita buat. Hanya keheningan yang terus melanda.
Kaminari menatap ke sisi kiri dan kanan. Mengkonfirmasi kalau semua orang melihatnya. Dia menghitung mundur menggunakan jari nya.
3 ... 2 ...
Kami mengangguk bersamaan.
"Kalian sudah selesai bersih-bersih–?!"
"""""""SEKARANG!!!!"""""""
Kami segera melempar ke arah suara yang pertama kali terdengar. Bukan hanya tim kami, namun tim sebrang juga melempar ke arah suara tersebut. Lebih dari dua puluh bola salju, mengenai orang yang bertanya tadi.
Aizawa-sensei, yang berdiri tepat di gerbang masuk menuju asrama. Tertutupi oleh banyak salju yang menutupi hampir sebagian tubuhnya.
Menyadari siapa yang telah mereka lawan, keheningan semakin melekat saat mereka melempar ke arah Aizawa-sensei. Termasuk aku.
Bersiaplah untuk mendapatkan hukuman, bukan nya membersihkan area asrama. Kita malah menambah parah situasi. Bahkan salju yang telah di bersihkan ke pinggir juga di manfaatkan untuk di jadikan bola salju maupun dinding penghalang nya.
Kami diam di tempat masing-masing tanpa berani bergerak sedikit pun. Aizawa-sensei juga masih diam saat dia perlahan menyingkirkan beberapa salju yang menempel di tubuhnya.
"Siapa yang memulai pertama?" Aizawa-sensei, menatap kami dengan dingin. Jadi telunjuk yang kami punya, menunjuk ke satu arah dalam bersamaan.
"Eh? Eh? K-Kenapa aku?" Mina yang keheranan, panik saat semua orang menunjuk padanya dengan serentak.
Jepret! Kaki Mina di lilit oleh kain Aizawa-sensei dan menyeret nya pergi.
"Kau ikut ke kantor ku."
"Eh!! Tunggu! Sensei!! Mereka juga melakukannya!! Kenapa hanya aku yang di hukum!!" Mina yang satu kakinya di seret, mati-matian menggaruk tanah untuk bertahan dengan kedua tangan nya.
Kami hanya membuat pose penghormatan terakhir secara serentak.
Mina, jadilah tumbal untuk teman teman berharga mu ini. Semua orang berpikiran hal yang sama.
"SENSEI!! TIDAKKKKKKKKK!!!!! TOLONGGG AKUUUUUU!! DASAR PENGHIANAT!!!"
Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantastikRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
