Chapter 57. Hidup dan mati.

1.3K 179 11
                                        

Tidak seperti yang ku pikirkan, Noumu ini berkembang seiring berjalan nya waktu. Kami menjadi cukup kesulitan.

Serangan dari kami juga sudah mulai dapat di atasi oleh para High end ini.

"Hah ..."

Aku menyeka darah yang mengalir dari kepalaku, katana ku juga sudah menjadi cukup retak.

Meskipun kami berlari berpisah untuk mengalihkan mereka, namun semuanya nampak sia-sia. Para Noumu ini semakin cepat dan tanggap terhadap apapun yang mereka hadapi.

Berlari melewati beberapa tabung, mengelabui penglihatan mereka. Saat timing nya tepat, Mirko menghilang. Dia juga mengetahui kalau kita tidak boleh seperti ini terus menerus. Jadi dia akan mengincar langsung ke dokter Shiga. Kondisi nya juga bisa di bilang sangat buruk karena pertarungan ini.

"Dia ... Mengincar dokter kembali ..."

Api hitam meledakan area di depannya, membuatnya terhalang saat hendak ingin menyusul Mirko. Di balik api hitam, keluar petir hitam yang mengoyak tubuh mereka.

Benda tajam dan runcing, menembus api hitam ku sebelumnya. Hendak menyerang Mirko. Namun aku segera menangkapnya dan membuatnya terhenti, kepalan tangan ku terasa sangat sakit karena menahan benda keras ini. Itu terasa lecet.

Mengeluarkan kembali petir hitam, petir itu merambat menuju Noumu yang mengendalikan senjata yang memanjang ini.

"Aghh!!"

Aku lengah, ternyata senjata lain menusuk kaki ku. Itu membuat keseimbangan ku sedikit goyah. Noumu yang dapat memanjangkan area tubuhnya menjadi benda tajam. Itu seperti tali, Fleksibel namun keras dan mematikan. Betis kaki kanan ku terasa sakit saat darah segar mengalir di sana.

"Terlambat."

Mirko kembali di serang saat dia hendak menghancurkan ..., Tabung yang berisi Shigaraki!?

Dia kesulitan karena ujung kepala dari Noumu yang memanjang menjadi senjata tersebut, menahan Mirko dengan menusuk nya.

Aku mengulurkan tangan ku ke arahnya. Jika lengah sedikit, mungkin itu akan mengenai Mirko. Jadi aku harus menargetkan sedikit di sisinya, dan fokus ke arah tabung yang memiliki Shigaraki di dalamnya.

Api hitam berbentuk bola yang sedang meluncur menuju tempat Shigaraki, itu menciptakan ledakan yang tidak terlalu besar. Namun cukup untuk membuat tabung itu pecah, membuat air keluar melalui tabung itu bersamaan dengan Shigaraki yang jatuh ke lantai.

Mirko juga sepertinya sudah hampir kehabisan darah karena luka-luka yang dia derita.

Namun, sesaat senjata dari Noumu yang memanjangkan anggota tubuhnya itu mulai menyusut dan menghilang. Apa yang dia rencakan? Apakah dia tidak bisa menggunakan Quirk nya? Kenapa dia menonaktifkan Quirk miliknya?

Setelah aku memandang sekitar, ternyata jawabannya menjadi jelas. Para pahlawan pro lainnya sudah datang. Aizawa-sensei juga sudah ada di sini, jadi dia lah alasan kenapa mereka tidak dapat menggunakan Quirknya.

Noumu itu pintar, dia dapat memutuskan apa yang harus dia lakukan. Dia menjauh dari lingkup pandangan Aizawa-sensei agar dapat menggunakan Quirk nya kembali seperti semula.

Serangannya jauh lebih kuat di bandingkan sebelumnya, Mirko juga yang sudah terluka berusaha untuk menghindari serangannya. Tabung-tabung yang ada di sini pecah berhamburan. Menciptakan kekacauan, percikan listrik muncul di permukaan air. Karena banyak nya kabel listrik yang terpotong maupun rusak.

"Apapun yang terjadi, jangan biarkan Shigaraki terbangun!" Tegas Mirko, sepertinya dia siap menjadi seorang kriminal. Karena saat dia hendak melayangkan serangan ke arah kepala Shigaraki yang tak sadarkan diri, itu memiliki niat membunuh. Dia hendak menghancurkan kepalanya. Namun Noumu menghadangnya. Di sini juga menjadi kacau karena banyak nya Noumu dan para pahlawan yang ada.

Serangan serangan mereka benar-benar membabi buta di tempat terbatas ini.

Noumu yang melarikan diri sebelumnya, sedang melawan Endeavor dan Mirko yang terluka. Noumu tersebut telah bertambah kuat, dia lebih spesial dari pada Noumu sebelumnya.

Tapi, sepertinya keberuntungan berada di pihak kita. Bala bantuan dari pahlawan pro lebih banyak telah datang, mengubah situasi menjadi lebih menguntungkan. Aku yang sebelumnya bertarung dengan Noumu tak memiliki Quirk karena bantuan Aizawa-sensei, menghela nafas karena ini semua akan segera berakhir. Aku ingin pulang, mandi dan tidur. Yah, meskipun tidak sampai 20 menit aku berada di sini.

Mic-sensei juga sudah menangkap dokter Shiga.

Namun yang membuat ku waspada, adalah sesuatu yang mengerikan akan terjadi. Itu seperti tanda peringatan yang biasa ku dapatkan, bahaya yang akan segera datang.

Tubuhku yang secara mendadak menyampaikan informasi pada otak ku, membuat ku bergerak otomatis mencoba untuk menjauh.

Ruangan tempat sebelumnya Shigaraki berada di mulai hancur menjadi debu. Itu ... Quirk Decay milik Shigaraki. Itu menyebar sangat cepat dan tanpa henti.

"Semuanya, cepat pergi! Jangan menyentuh bagian yang terbelah atau kalian akan menjadi debu dalam hitungan detik!" Teriak Gran Torino yang membawa Mic-sensei dan Dokter Shiga.

Aku juga segera terbang menggunakan tekanan api hitam ku yang biasa. Para pahlawan pro yang lainnya juga berlari menjauh dari area Decay Shiga. namun saat ini. Rasa sakit malah ku rasakan di antara kakiku, yang membuat ku terjatuh.

Kenapa harus di saat seperti ini, kaki kanan ku yang memiliki betis berlubang karena serangan Noumu sebelumnya terasa sangat sakit saat ini.

"Naik!!" Itu adalah dragon Ryukyu yang terbang melewati ku bersama dengan Aizawa-sensei yang menggelantung menggunakan kain tali yang biasa dia gunakan.

"Cepat kemari!" Aizawa-sensei mengulurkan tangannya yang dengan cepat, aku memaksakan diri untuk melompat dan menggapainya.

Dengan cepat gelombang Decay itu menyebar. Aizawa-sensei menaikan ku terlebih dahulu ke punggung Ryukyu. Namun, sesuatu malah menarik kaki nya.

"!!!" 

"Sensei!!" Itu membuat ku terkejut dan refleks menggapai tangannya. Namun itu terlambat saat Aizawa-sensei malah tertarik oleh Noumu tersebut. Dengan cepat aku segera menarik Tali kain yang terhubung dari Aizawa-sensei dengan sangat kuat. Menahan nya agar tidak terjatuh bersama Noumu tersebut.

Noumu itu juga sangat kuat dalam segi fisik yang membuat Ryukyu juga kesulitan menjaga keseimbangan nya.

Aku harus bagaimana? Ku serang menggunakan petir hitam? Atau api hitam? Yang mana? Serangan biasa tidak akan bekerja pada Noumu, itu membutuhkan serangan yang cukup besar untuk mengalahkannya. Namun bagaimana dengan nasib Aizawa-sensei jika aku mengeluarkan nya, bukankah itu hanya akan sia-sia!? Bagaimana!? Apa yang harus ku lakukan!?

"Rimuru! Jangan terlalu banyak bergerak!" Tegas Ryukyu, aku juga merasakan kepanikan saat dia melihat Aizawa-sensei yang kesulitan. 

"Bagaimana aku bisa diam!! Aku sedang mati-matian untuk berpikir!!" Untuk pertama kalinya, air mata ku mengalir begitu saja.

"Tolong pegangan yang kuat Sensei!!"

Pisau yang ada di saku Aizawa-sensei? Dia tidak bisa menggunakannya! Noumu itu sudah memeluk tubuhnya dengan sangat kuat.

"Sudah cukup ..., Rimuru ..."

"Tidak ... Tolong jangan di lepas ..."

Aizawa-sensei tersenyum, tarikan yang sebelumnya ku tarik mati-matian. Itu malah menjadi kendor yang membuat ku tersungkur ke belakang.

"Ku harap aku bisa mengetahui alasan mu menjadi Hero."

Bersambung.

Rimuru X Boku no Hero.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang