Chapter 28. Ujian 'Lisensei pahlawan sementara' Bag-I

1.8K 190 3
                                        

Hari-hari latihan berlalu, Midoriya perlahan sudah membiasakan diri dengan teknik Full Cowl : Shoot Style miliknya. Masalah dengan Toru juga sudah selesai, dia sudah menjadi Toru yang periang dan cerewet lagi.

Pagi hari ini, karena sekolah libur. Aku memilih untuk joging di sekitar asrama. Lagian wilayah sekolah ini benar-benar sangat luas. Beberapa siswa lain juga terlihat, entah untuk bermain maupun olahraga.

"Huhh ..."

Matahari perlahan mulai menampakan wujudnya. Memegang botol yang ku bawa, aku meminum beberapa tegukan air putih sebelum suara yang familiar masuk dalam lingkup pendengaran ku.

"JANGAN MENGIKUTI KU SIALAN!!"

"Aku tidak mengikutimu, aku hanya berlari di jalur yang telah ku tentukan. Kenapa kau tidak memilih jalur lain saja?"

"JANGAN MEMERINTAHKU! KAU SAJA YANG PERGI BAJINGAN!!"

Ahh, Kacchan dan Shoto. Padahal masih pagi, tapi mereka sudah bertengkar.

"Kalian berdua!! Jangan bertengkar di depan umum! Kalian membuat orang lain tidak nyaman!"

Nah, kita sudah tau siapa yang menegur mereka. Siapa lagi kalau bukan ketua kelas kita, Lida. Lida juga sepertinya kebetulan sedang joging dan bertemu dengan mereka berdua.

"BERISIK KACAMATA SIALAN!! MATILAH!!"

Hah, Kacchan benar-benar memiliki energi yang sangat besar. Bagaimana dia bisa terus berteriak tanpa mengalami sakit tenggorokan.

Ini lah kelas 1-A benar-benar kelas yang di penuhi berandalan.

.

.

Waktu telah berlalu begitu singkat, ujian untuk mendapatkan 'Lisensi pahlawan sementara' telah di mulai.

"Cepat turun dari bus, kita sudah sampai di lokasi ujian, stadion Nasional Takoba ." Ucap Aizawa-sensei.

"Huwaa, aku jadi gugup." Toru menyimpan tangannya di depan dada.

"Semua orang merasakan hal yang sama."

"Aku tidak melihatnya sedikitpun di wajah Rimuru-chan." Balasnya sambil menunjukku.

"Aku gugup, tapi di dalam."

"O..,oke, terserah."

Kami berbaris acak di depan bus dengan Aizawa-sensei yang menatap kami satu persatu.

"Jika kalian berhasil melewati ujian ini dan mendapatkan lisensi pahlawan sementara, maka kalian sudah bukan 'telur' lagi. Kalian akan menjadi 'anak ayam'. Yang telah menetas demi menjadi pahlawan semi-pro. Berjuanglah." Ucap Aizawa-sensei.

Ohh, sepertinya kami satu langkah lebih dekat menuju evolusi.

"Yoshhh, semuanya!! Ayo berjuang untuk menjadi anak ayam!!" Kirishima seperti biasa berteriak dengan penuh semangat.

"""Ooohhhh!!!"""

"Siap..., Plus ..." Kirishima mengambil ancang-ancang.

"ULTRAA!!"

Siapa dia? Yang datang tiba-tiba mengikuti teriakan kami.

"Oi Inasa, jangan seenaknya mengikuti apa yang orang lain lakukan!"

"Tolong terima ... PERMINTAAN MAAFKU!!"

Mereka sepertinya berasal dari sekolah yang berbeda. Dan lelaki botak bernama Inasa itu malah membanting kepalanya ke tanah dengan keras, layaknya dogeza.

"Di timur ada U.A di barat ada Shiketsu."

"Eh, kau tau ya Kacchan?"

"Hanya orang bodoh yang tidak mengetahuinya."

Rimuru X Boku no Hero.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang