"Ehh!!? Benarkah!!? Hebat!! Selamat Rimuru-san!!" Midoriya berteriak gembira ketika mendapat kabar kalau aku memasuki agensi Endeavor.
Sebenarnya kami pulang sore hari dan tidak sengaja bertemu, akhirnya kami berjalan menuju asrama bersama.
"Memang sangat di sayangkan kita tidak bisa magang bersama, namun aku ikut senang ketika mendengar mu di terima di agensi Endeavor!"
Yah, itu memang sifat dari Midoriya. Kalau tidak salah, Ochako dan Tsuyu magang di tempat Ryukyu, Kirishima berada di tempat Fat gum, dan Tokoyami di agensi Hawks.
Malam harinya di ruang tamu asrama, seperti biasa kami berkumpul bersama.
"Ehh, ternyata Nighteye menolak lamaran Rimuru kah!? Jadi karena itu kau memutuskan untuk pergi ke tempat Endeavor?" Tanya Mina sambil bersandar di sofa. Aku hanya mengangguk sambil memakan keripik kentang, bersandar di sofa sambil menonton televisi.
"Kalau begitu, kenapa kau malah memilih pergi ke Nighteye terlebih dahulu jika kau sudah tau kalau Endeavor pasti akan menerimamu kembali?" Toru bertanya sambil mengambil keripik kentang milikku.
"Malas, orang tua itu selalu membicarakan tentang pernikahan." Mengabaikan mereka, aku memakan kembali keripik kentang milikku.
Keripik kentang yang di pegang Toru jatuh, Yao-momo juga berhenti ketika menyisir rambutnya. Tsuyu dan Ochako yang lelah karena lamaran nya hari ini pun tak luput menatapku dengan terkejut. Kyoka dan Mina juga sama, mereka memiliki mulut yang terbuka.
Sial, aku malah keceplosan. Sebelum mereka mengambil tindakan, karena aku yakin ini semua akan menjadi keributan kalah aku tidak segera menghentikannya. Aku bangun dan mengulurkan kedua tangan ku untuk menghentikan mereka, di sini masih ada beberapa murid laki-laki juga yang berkumpul.
"Aku bisa menjelaskan nya, di kamarku. Untuk sekarang tekan dulu rasa penasaran kalian, ok!?" Seperti yang di harapkan, mulut mereka sudah terbuka ingin mengungkapan sesuatu. Tapi untung aku tepat waktu menghentikan nya.
Begitulah, akhirnya semua murid perempuan dari kelas 1-A berkumpul di kamarku. Aku juga memberitahu kronologinya kepada mereka.
"Sial!! Ternyata Rimuru sudah mengambil hati keluarga nya juga ya!? Sialan!!" Mina terlihat kesal, namun entah kenapa dia malah tersenyum.
"Pernikahan." Sementara itu Ochako memeluk lutut nya sendiri dengan wajah yang memerah, dia berulang kali menggumamkan kata itu.
"Uwoohh! Itu mengejutkan!! Kisah cinta anak SMA!" Toru berteriak kegirangan. Tidak ada yang seperti itu, Toru.
"Entah kenapa ... Aku malah menjadi ragu, apakah ciuman itu benar kesalahpahaman atau tidak ..." Kyoka menggaruk pipinya sendiri dengan semburat merah. Tidak, yang itu benar salah paham.
"B-benar juga ya ... Ini masih membuatku terkejut, lagian kita masih SMA." Balas Yao-momo kepada Kyoka.
"Ternyata Rimuru-chan sudah mendapatkan persetujuan dari Endeavor. Apa kau sekarang sudah memanggilnya ayah?" Tsuyu-chan.
"Tidak mungkin."
"Lupakan tentang hal itu." Mina menghampiri ku dengan seringai nya."Yang lebih penting lagi, bagaimana perasaan mu kepada Todoroki? Apa dia juga mengetahui tentang masalah ini?"
"Perasaan ku ya ... Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial. Dan untuk pertanyaan yang kedua, dia juga sudah mengetahui nya. Namun kami masih belum membicarakan nya dengan serius."
"Ehh... Kau pasti bohong, soalnya dia itu Ikemen loh, tidak mungkin kau biasa saja setelah mendengar kalau ayahnya ingin menikahkan putra nya dengan mu! Jujur lah ... Kau juga merasa senang bukan, hanya saja kau sangat pandai menyembunyikan nya." Mina sekali lagi berkata sambil mengangkat alis nya beberapa kali.
Dia benar-benar memaksa bukan!? Entah kenapa, ini malah menjadi merepotkan. Semua perempuan juga menatapku, penasaran dengan jawaban yang akan ku keluarkan.
"Hmm, sebenarnya biasa saja-."
"Ayo, jujurlah." Mina sekali lagi berkata.
Jadi, kau ini ingin jawaban yang jujur atau tidak sih!?
"Oke oke, tidak ada yang tidak akan senang jika di jodohkan dengan Shoto, bukan hanya tampan, dia juga kuat dan berbakat. Tapi, untuk pernikahan. Aku masih belum memikirkannya dengan serius, lagian-."
"Nah, nah, pernikahan bisa di pikirkan belakangan. Yang lebih penting sekarang adalah perasaan mu terhadapnya!" Ucap Toru bersemangat.
"Kyaaa!! Seperti yang ku duga, Rimuru juga menyukai Todoroki." Mina berteriak.
Bukan seperti itu, hanya saja kalian sangat memakasa sehingga aku tidak mempunyai pilihan lain untuk berkata seperti itu.
"Ini percakapan yang terlalu sulit untuk orang normal seperti kita." Ucap Kyoka dengan semburat merah, aku juga melihat Yao-momo, dan Ochako tidak kuat dengan percakapan seperti ini. Yah, lagian mereka masih siswa SMA.
"Kalau tidak salah, setelah menikah kita akan melewati malam pertama, kan?" Ucap Tsuyu-chan, itu seperti menabur ke dalam luka kepada ketiga orang itu.
"J-jangan bicarakan hal itu!! Kita masih belum bisa membicarakan!!" Teriak Ochako, wajahnya benar-benar memerah. Sepertinya dia memikirkan berbagai hal yang ada di kepalanya.
"Percakapan seperti ini, telah melewati batas." Balas Yao-momo.
"Aku tidak mendengar apapun, tidak membayangkan apapun juga." Kyoka.
"Aku tau apa yang sedang di pikirkan Ochako." Ucapku yang membuat semua orang menatapku.
"Kau tidak sengaja memikirkan malam pertamamu dengan Midoriya, kan?" Lanjutku.
"HUWAAAA!! TOLONG HENTIKAN!!" Oh, itu teriakan yang sangat nyaring saat dia berlari keluar dari kamar ini dengan wajah yang sangat merah.
Akhirnya, entah kenapa malam ini kami malah membicarakan tentang masalah percintaan. Yah, karena topik sedari awalnya juga itu. Aku juga baru tau kalau Kirishima dan Mina berasal dari SMP yang sama.
Pagi harinya, kami pergi ke sekolah seperti biasanya.
"Uraraka-san!! Kau baik-baik saja? Apa kau bergadang semalaman!?" Ucap Midoriya khawatir saat melihat Uraraka yang tidak semangat.
"Aku baik-baik saja, aku hanya tidak bisa tidur saja ..." Ochako tiba-tiba berhenti ..., Wajahnya perlahan memerah. "HUWAAAA!!" Kemudian dia lari menjauh dari Midoriya.
"Ehh!?" Itu membuat Midoriya kebingungan.
Tidak mungkin perkataan ku semalam membenak di pikirannya kan. Aku bisa melihat, Ochako sudah keluar dari asrama sangat cepat.
"Pagi Shoto."
"Oh Rimuru, pagi. Ku dengar kau magang kembali di agensi milik ayah ku. Selamat."
"Ya, meskipun sedikit sulit. Namun akhirnya aku dapat di terima kembali."
"Begitu, sepertinya aku juga harus segera mendapatkan surat izin ku sendiri. Aku tidak ingin tertinggal jauh dari kalian."
"Rimuru-san! Apa kau tau apa yang terjadi kepada Uraraka-san?" Midoriya menghampiri kami, dia menyelaraskan kecepatan jalan kami sehingga kita berjalan bersama.
"Benar juga, dia terlihat aneh pagi ini." Ucap Shoto.
"Entah lah, mungkin ada kaitannya dengan 'malam pertama'?" Kedua lelaki itu berhenti ketika aku masih melanjutkan jalan ku. Mereka hanya memiringkan kepala bersamaan dengan tampang yang polos.
""Malam pertama?""
Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasyRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
