Chapter 06. Terungkap.

2.9K 269 7
                                        

Di belakang gedung sekolah yang sepi, ada dua orang beda gender sedang bertemu. Suasana yang hening menjadi canggung saat mata mereka bertemu, hingga akhirnya gadis berambut biru keperakan itu melakukan Kabedon kepada sang pemuda berambut hijau.

"R-Rimuru-san ..., A-a-apa yang ingin kau bicarakan..." Wajahnya sudah memerah karena jarak yang terlalu dekat. Seiring waktu berlalu semakin dekat dan dekat. Dia bisa melihat dengan jelas wajah Feminim Rimuru dari dekat, Iris emasnya yang bercahaya memantulkan wajahnya yang memerah.

"Kau ----- kan?" Kalimat yang di sebutkan, berhasil merubah ekpresi wajah Midoriya 180°.

"Eh?" Wajahnya mengeras dengan iris nya yang gemetar.

Beberapa jam sebelum semuanya di mulai.

"Itu pertarungan yang sangat bagus Rimuru! Hagakure juga berjuang dengan baik!" Beberapa teman sekelas kami mengerumuni ku.

"Yah, aku hanya beruntung karena pertarungan itu terjadi di dalam ruangan. Jika di ruangan yang terbuka, aku yakin maka hasilnya akan berbeda."

"Menurutku tidak semudah itu." Todoroki yang sedari tadi diam saja, akhirnya angkat bicara.

Ah, aku lupa kalau dia juga mengetahui kalau Quirk ku bisa di jadikan serangan jarak jauh.

"Yah, lupakan saja. Ngomong-ngomong apakah Midoriya baik-baik saja? Lukanya sepertinya cukup buruk."

"Deku-kun, ya. Seharunya dia sudah lebih baik karena di bawa ke UKS segera."

"Berbicara tentang Midoriya, pukulan terakhirnya benar-benar sangat hebat! Dia menghancurkan bangunan sampai ke atapnya!!" Kirishima mempraktekan pukulan Midoriya dengan semangat.

"Uraraka juga berperan besar untuk kemenangannya, kalian berdua melakukan yang terbaik."

"Ahahaha, terimakasih."

Saat kami berbincang, aku bisa mendengar decihan pelan dari meja Kacchan, dia tidak mengatakan apapun dan pergi keluar begitu saja dari ruangan. Sejak dari tadi dia tidak bersuara. Biasanya dia yang paling berisik.

Setelah kepergian Kacchan, akhirnya Midoriya datang dengan tangan yang di beri perban dan Arm Sling. Kedatangannya, teman sekelas segera mengerumuninya karena aksinya di pertempuran sebelumnya yang mencolok.

Namun tak selang lama dia pergi kembali, entah kenapa ini membuatku penasaran.

'Hubungan antar lelaki'

Semacam Rival ya, sepertinya dia dan Kacchan terikat dengan takdir atau semacamnya. Tenang saja, aku tidak membicarakan hal yang menyimpang.

Seperti yang ku pikirkan. Midoriya mengejar Kacchan yang hendak pulang tanpa mengatakan apapun. Kenapa juga aku harus bersembunyi seperti ini.

"Kacchan!!"

"Hah!?"

Itu sudah di mulai, karena posisi ku yang cukup dekat. Jadi aku dapat mendengar langsung apa yang mereka katakan. Tentu saja aku bersembunyi di balik tembok dengan baik.

"Menurutku, ini harus kukatakan padamu." Suara Midoriya sangat lemah dan bimbang, dia seperti ingin memberitahunya, namun di sisi lain juga tidak boleh memberitahunya.

"Aku mendapatkan Quirk ini dari orang lain."

Huh?

"Hah! Tentu saja, Deku itu Quirkless yang tidak berguna."

Aku masih ingat ucapan Kacchan saat itu pada hari pertama sekolah, dia adalah teman masa kecil Midoriya. Perkataan nya seperti bukan hanya candaan semata, dia hanya menyampaikan kenyataan. Itu berarti Kacchan juga saat itu tidak mengetahui nya kalau Midoriya memiliki Quirk.

"Pokoknya, aku tidak bisa bilang dari siapa. Aku bersumpah kalau ucapan ku itu bukan lah kebohongan, namun aku tidak bisa memberitahu mu dari siapa aku mendapatkan nya. Karena itulah aku masih belum bisa sepenuhnya mengendalikannya. Ini adalah kekuatan pinjaman yang masih belum bisa ku miliki."

Wajah Kacchan mengeras seiring Midoriya melanjutkan perkataannya, sepertinya dia tidak tau harus berkata apa dengan cerita absurd yang di berikan oleh Midoriya.

"Itulah sebabnya, aku mencoba untuk menang tanpa menggunakannya. Tapi meskipun begitu, aku tetap kalah. Dan bergantung padanya lagi. Aku masih jauh dari kata kuat ..., Tapi ..., Suatu hari nanti, aku akan menjadikan kekuatan ini menjadi milik ku sendiri. Dan dengan kekuatan ku sendiri, aku akan melampauimu."

Suasana menjadi hening untuk sesaat, sepertinya Kacchan kesal sekaligus sedang mengolah informasi yang di berikan oleh Midoriya. Informasi yang sangat sulit untuk di cerna baginya yang sekarang.

"Apa-apaan? Kekuatan ... Pinjaman? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan ... Apa kau bermaksud untuk membodohi ku lagi ... Hah!? Bahkan jika tidak pun ... Sial ... Sial, sial sial!!! Mulai sekarang aku ... Kau dengar! Mulai sekarang aku akan menjadi No.1!! Dan jangan sekali-kali kau berpikir kalau kau dapat mengalahkan ku lagi lain kali!!"

Ini pertama kalinya aku melihat Kacchan menangis, dia berbalik dengan perasaan yang campur aduk. Di kalahkan oleh orang yang dia anggap bukan apa-apa.

Setelah aku mengamati cukup lama, aku dapat melihat All Might yang berlari ke arah Kacchan, namun karena jarak yang terlalu jauh. Aku jadi tidak dapat mendengarnya. Untuk sekarang pergi dulu sana dari sini.

"Itu mengejutkan, banyak informasi yang ku dapat. Ternyata Kacchan juga cengeng tidak beda jauh dengan Midoriya."

Tidak, bukan itu yang harusnya ku pikirkan saat ini. Yang lebih penting ini tentang Quirk milik Midoriya. 'Pinjaman' atau bisa di bilang 'pemberian' atau 'Warisan' tidak peduli yang mana, itu semua masih sama halnya dengan Quirk orang lain yang di transfer ke Midoriya.

Benar juga ... Mari lihat dari awal ...

All Might ..., Memang tidak terlalu meyakinkan. Namun juga banyak bukti yang membuat presentasi meninggi kalau All Might lah yang memberikan Quirk tersebut.

All Might yang melatihnya secara langsung sebelum masuk nya ke sekolah, ku pikir mereka adalah orang tua dan anak. Karena tidak ada informasi tentang keluarganya, ku pikir bocah Midoriya itu adalah anak dari All Might yang di sembunyikan. Namun sepertinya bukan seperti itu. Mendadaknya All Might yang menjadi guru, desas desus tentang kemampuan nya yang menurun.

Memang bukti kalau All Might yang memberikan kekuatan nya masih kurang. Jadi aku ingin minta konfirmasi secara langsung dari Midoriya.

Kembali ke kelas untuk mengambil tas pelajaran, aku juga melihat Midoriya yang kembali ke kelas untuk mengambil Ransel nya.

"Midoriya, ada waktu sebentar? Aku ingin berbicara secara pribadi dengan mu."

"Eh?"

Kelas menjadi hening bahkan murid yang hendak keluar juga membeku dan berbalik untuk melihat kami.

Sepertinya aku berbicara sesuatu yang salah.

"PENGAKUAN CINTA!!??"

Maaf mengecewakan kalian, tapi sebenarnya bukan itu.

Kembali ke gedung belakang sekolah yang sepi.

Itulah semua alasan kenapa aku dan Midoriya ada di sini.

"Kau, mendapatkan Quirk itu dari All Might kan?"

"Eh?"

Oke! Semuanya sudah terjawab hanya dengan melihat ekspresi mu.

"A-apa yang kau b-b-bicarakan ..., R-Rimuru-san ... M-mendapatkan Q-Quirk ... All Might, apa yang ... Kau katakan, A-Aku tidak mengerti sama sekali."

Justru orang lain akan semakin curiga jika kau bertingkah seperti itu.

"Yah, lupakan. Tidak ada gunanya membantah, lagian aku tidak akan menyebarkan nya ke orang lain. Sampai nanti ya."

Bersambung.

Rimuru kang kepo🤣

Rimuru X Boku no Hero.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang