Masuk ke sekolah kembali, semua orang kelas A menunjukan kemampuan mereka masing-masing yang telah meningkat karena magang mereka dengan para pahlawan.
Malam harinya.
"Kalian dari mana sih!" Sero menatap kami bertiga saat kami memasuki asrama. Dia sedang membawa banyak mangkuk di tangannya.
"Kalau kalian tidak cepat, kalian tidak akan kebagian daging loh!" Lanjut Kaminari sambil memperlihatkan daging yang telah tersimpan di atas nampan.
"Kalian tidak akan bisa menjauhkan ku dari daging! Kalian gila ya!" Bentak Kacchan sembari berjalan hendak membantu yang lainnya juga, aku dan Midoriya juga segera membantu mereka yang sedang kerepotan.
"Kalau kau mau, bantu dulu!" Balas Kirishima.
Kacchan membantu memotong sayur, sedangkan aku membantu memasak bersama para gadis lainnya.
"Siapa yang mau jus jeruk? Siapa yang mau teh olong?"
"Siapa yang mematikan lampunya! Nyalakan lampunya kembali oi!!"
"Kelas B sebentar lagi akan datang!"
"Kodai dari kelas B katanya akan membawa sofa."
Sangat berisik, semuanya saling bekerja sambil bercanda maupun mengobrol. Asrama ini menjadi sangat ramai saat kelas B telah datang.
Meja lebar yang telah di susun sedemikian rupa agar muat menampung makanan, kami menyimpan sofa sehingga memutari meja tersebut untuk duduk. Semua makanan telah siap di atas meja.
"Baiklah!!"
"""Pesta hot pot untuk 'penerimaan siswa antar sekolah'! Dan 'Tahun baru sekolah gabungan' Dimulai!!"""
"Bersulang!!"
Semua tampak gembira saat mulai memakan makanan yang ada di atas meja. Meskipun masih ada beberapa yang masih di proses untuk di masak.
"Hot pot itu enaknya di makan saat dingin!" Ucap Sero.
"Saat di luar mulai hangat, kita akan menjadi kelas dua." Kyoka yang entah karen alasan apa, berkata seperti itu. Tapi yang dia katakan memang ada benarnya juga, tidak terasa kalau kita akan segera naik kelas.
"Padahal seperti baru kemarin saja kita bertemu." Balas Tsuyu-chan.
"Itu pengalaman yang tak terlupakan." Lanjut Ochako dengan makanan yang ada di mulutnya.
"Kita bahkan akan mempunyai adik kelas."
"Karena mereka sibuk untuk menjadi pahlawan, bukankah itu berarti kita akan jarang bertemu mereka!?"
"Mungkin akan ada juga anak yang menjanjikan."
"Kalian! Kita masih punya waktu 3 bulan!" Ucap Lida.
"Hentikan Lida, Kuah hot pot nya menjadi hambar!" Tegas Mineta.
"Masih sama kok." Dengan polosnya Shoto membalas.
"Sesulit itukah untuk mu mengerti!?" Heran Mineta.
Seperti biasa, jika sedang mengadakan pesta. Mineta lah yang akan menghentikan pembicaraan yang tidak berkaitan dengan pesta, baginya itu hanya akan membuat hambar makanan nya.
Kelas B juga datang, kami makan bersama sambil mengobrol dan bercanda. Benar-benar hari yang damai.
Entah kenapa, berkumpul bersama mereka membuat ku sangat nyaman. Bisakah kita terus seperti ini?
Liburan musim semi akhirnya berakhir begitu saja.
Akhir Maret.
Kita semua heran, karena tempat magang kita kali ini sangat jauh dari tempat biasanya. Bukan hanya itu, beberapa orang juga berada di lokasi yang sama.
Setelah penjelasan dari Tsukauci, ini adalah penyerangan yang telah di rencakan. Ada dua tim yang bertugas membasmi pasukan paranormal liberation. Yaitu, tim Edgeshot dengan ratusan pahlawan pro yang dia pimpin, serta Kaminari dan Tokoyami dari kelas A yang ada di garda depan, sementara sisanya berada di garda belakang.
Lalu tim pertama, di pimpin oleh Endeavor. Aku tidak tau kenapa, namun aku malah di ikut sertakan dalam garda depan. Sedangkan yang lainnya berada di garda belakang. Mereka hanya bilang kalau kekuatan ku akan sangat berguna, karena dalam sudut pandang mereka. Aku sudah mempunyai banyak pengalaman dalam pertarungan, dan setara dengan para pahlawan pro.
Garda depan dari tim Endeavor, yang di pimpin langsung olehnya. Akan bertugas untuk menangkap dokter Shiga. Pendiri dan CEO rumah sakit Jakku, dia pendukung gagasan 'layanan kesehatan berbasis Quirk'. Dan setelah berdirinya rumah sakit, dia mulai fokus dengan usahanya dalam urusan Filantropi.
Dia membangun panti asuhan di seluruh penjuru negri dan bekerja sama dengan beberapa klinik swasta.
Prestasi yang mengagumkan, dia juga mendapatkan prestasi dan rasa hormat yang sangat besar atas kontribusi nya pada masyarakat. Namun sangat di sayangkan kalau itu semua hanyalah kedok dan iming iming nya saja, karena dia adalah anak buah langsung dari AFO. Di temukan juga bukti foto saat dokter Shiga terlihat bersama Noumu yang seukuran kecil, tingginya tidak lebih dari lutut orang dewasa.
"Kita sudah trauma dengan kasus di Hosu dan Kamino. Shiga, Noumu ..., Dan Shigaraki. Dan League of Villains–bukan. Takdir kita adalah untuk membasmi seluruh pasukan 'Paranormal Liberation' itu! Kita akan membuat takdir itu menjadi kenyataan." Tegas detektif Tsukauci.
Kami semua sudah bersiap, tinggal menunggu arahan untuk kapan waktunya menyerang. Para pahlawan pro juga sudah ada, aku juga bisa merasakan tatapan khawatir dari Aizawa-sensei meskipun dia pandai menyembunyikan nya.
"Rimuru, cobalah untuk mengandalkan pada pahlawan pro jika kau sedang dalam kesulitan." Dia menghampiri ku, menepuk pundaku dengan lembut. Aku hanya memberinya anggukan sebagai balasan, Aizawa-sensei juga membalas dengan anggukan.
Dan ... Penyerangan ... Di mulai!
.
.
.
"Sebentar lagi sepertinya penyerangan akan segera di mulai." Ucap Lida yang telah menggunakan Costum pahlawannya.
"Kenapa aku ada di garda belakang!!? Biarkan aku berada di garda depan!!" Kacchan berteriak dengan kesal. Mereka yang berada di garis belakang bertugas untuk mengevakuasi para warga saat penyerangan di mulai.
"Bakugou, kita hanya mempunyai surat izin pahlawan sementara!" Todoroki membalas keluhan Bakugou tanpa ekspresi.
"Sialan tutup mulutmu! Jika memang seperti itu, kenapa Rimuru malah di tugaskan di garda depan!?"
Itu membuat Todoroki terdiam, dia juga tidak mengerti kenapa Rimuru berada di garda depan. Namun dia juga mendapatkan informasi bahwa di tim Edgeshot, Tokoyami dan Kaminari, serta dua orang dari kelas B. Juga ada di garda depan.
"Mungkin pertarungan nya berada di dalam ruangan, jadi mereka juga membawa Rimuru. Kau tau kan dia itu penyerang jarak dekat dan jauh secara bersamaan. Jadi aku hanya berpikir kalau kekuatan nya di butuhkan."
Hanya itu yang bisa dia katakan pada Bakugo.
"Skala pertempuran kali ini sangat besar, kerja sama adalah hal yang paling penting. Mari kita menyediakan tugas yang di berikan dengan baik."
Midoriya, yang tak jauh berada di dekat mereka. Di sana juga ada Asui dan Uraraka.
Burnin, side kick dari Endeavor. Yang memimpin garda belakang, memegang earphone yang menempel di telinganya.
"Garda depan telah melakukan pergerakan! Kita juga harus bergerak!"
Burnin segera melompat dari tebing, sementara para pahlawan pro dan juga para murid kelas A, mengikutinya dari belakang.
Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rimuru X Boku no Hero.
FantasiRimuru kembali ke bumi dengan cara yang tidak dia ketahui. Tapi, bumi itu bukanlah bumi yang dulu Rimuru tempati. Rimuru nerf. Rimuru Fem, karena female Rimuru de bes :v
