Chapter 26. Kebenaran adalah hal yang paling menyakitkan.

2K 202 5
                                        

Di lantai dua, ternyata hanya aku yang tinggal sendirian. Sementara lantai 3 ada Kyoka, dan Toru, lantai empat ada Ochako dan Mina, lantai lima ada Yaoyorozu dan Tsuyu.

Dalam sekejap hari sudah malam, hari ini kami di berikan waktu untuk menata kamar masing-masing. Namun karena aku sudah melakukannya kemarin, sendirian. Jadi aku sekarang sedang bersantai di ruang tamu sambil menonton televisi dan makan keripik kentang.

Ada satu hal yang sempat membuat ku menolak tentang asrama ini. Aku tidak dapat minum sake di sini! Akan aneh jika aku membeli beer di minimarket sekolah.

"Yahoo, Rimuru-Chan."

Menengok untuk melihat siapa yang datang, itu adalah Toru dengan perempuan lainnya yang juga datang.

"Kalian sudah selesai?"

"Ya, tadi itu sangat melelahkan." Yao-momo bersandar di sofa dengan helaan nafas.

"Dimana Tsuyu?" Aku tidak melihatnya sama sekali.

"Ah, dia bilang tubuhnya sedang tidak enak badan." Ochako menjawab sambil menggaruk kepalanya. Dia tidak menatap mataku, entah kenapa seperti ada yang di sembunyikan.

"Begitu kah." Yah, lupakan saja. Kami berkumpul sambil menonton televisi bersama, menunggu para laki-laki yang masih membereskan. Ohh, sebenarnya ada beberapa laki-laki yang sudah selesai.

"Ngomong-ngomong gelang yang ku berikan tanda pelacak itu apa masih ada padamu?" Ucap Yao-momo.

"Tidak, sepertinya itu terjatuh saat pelarian ku dengan Kacchan."

"Pelacak?" Toru memiringkan kepalanya, dia duduk di sofa yang sama yang sedang ku diami saat ini. Namun aku sedikit memberinya jarak agar dia dapat duduk.

Yao-momo terkekeh sebelum memulai bicara kembali."Sebenarnya Rimuru-san itu takut dengan hal-hal yang gelap, jadi dia meminta alat pelacak untuk berjaga-jaga jika dia tersesat pada saat uji nyali."

Dasar pembohong! Kau bilang akan menjaga rahasia ini. Yah, namun rahasia seperti ini bukan hal yang terlalu besar. Jadi Yao-momo berpikir memberi tahu perempuan yang lainnya juga tidak masalah.

"Ehh! Itu mengejutkan, ternyata Rimuru-san takut dengan hal yang seperti itu." Ochako adalah yang paling terkejut.

"Entah kenapa sedikit aneh ya saat Rimuru tidak takut dengan penjahat malah takut dengan hal-hal yang mistis." Kyoka berkomentar.

"Ya, ku pikir juga dia tidak takut apapun. Lagian wajahnya selalu datar, seperti ini." Ucap Mina sambil memasang ekspresi yang sedang ku pasang saat ini.

"Eh? Ta–hupp."

Tapi sebelum Toru berhasil berbicara, aku memasukan keripik kentang ke dalam mulutnya, yang membuatnya berhenti bicara.

"Bagaimana, ini rasa rumput laut, enak bukan?"

"Tunggu Rimuru-chan, biarkan aku b–hupp" Menyuapi nya lagi, dia kembali berhenti bicara dan mulai mengunyah.

Ini akan bahaya loh jika mereka tau, bahkan masalah ini bisa saja mengikuti sertakan polisi jika mereka mengetahuinya. Jika mereka tau ada kejanggalan yang terjadi, maka aku akan di bilang sudah mengetahui kalau akan ada serangan dari para penjahat.

Dan bisa saja aku akan di interogasi tentang bagaimana aku mengetahui penyerangan Penjahat itu, aku yakin detektif Tsukauci juga pasti merasakan kejanggalan saat Yao-momo memberikan alat pelacak yang ku bawa. Sebuah kebetulan yang di ragukan.

Tatapan Aizawa-sensei saat pertama kali bertemu juga entah kenapa sedikit berbeda. Dia seperti menilai ku lebih jauh dari pada biasanya.

Pasalnya, aku meminta alat pelacak itu tepat sebelum penyerangan Penjahat di mulai. Tentu saja benih-benih keraguan akan muncul, dan jika cerita tentang aku yang takut dengan hal-hal mistis itu di sangkal oleh Toru, semua itu akan berakhir begitu saja. Seluruh kecurigaan mereka akan terfokus padaku, aku akan menjadi tersangka pertama yang di anggap sebagai mata-mata dari pihak penjahat. Meski pun karena pelacak itu sendiri aku dapat melarikan diri bersama Kacchan karena bantuan pahlawan. Tidak menutup kemungkinan kalau aku mengetahui penyerangan itu akan datang.

Rimuru X Boku no Hero.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang