Bab 18 {REVISI}

20.3K 804 39
                                        

Aku mencoba bertahan, tapi hatimu tak pernah benar-benar milikku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku mencoba bertahan, tapi hatimu tak pernah benar-benar milikku.

-Viola-

........


“RASELLO!”

“LO KE MANA-IN KOLEKSI MAINAN GUE?!”

“KAK ELLO! LIPSTIK KESAYANGAN OLA KE MANA?!”

Teriakan Rasella dan Viola menggema nyaring memenuhi ruangan. Suara mereka bukan tanpa sebab.

Barang-barang yang paling mereka sayangi menghilang entah ke mana. Dan satu-satunya tersangka, tanpa perlu diselidiki lebih jauh, hanyalah Rasello.

Keduanya tahu dengan pasti siapa pelakunya karena seorang maid yang terkenal tak pandai menyimpan rahasia telah lebih dulu membocorkan semuanya.

Kini, Rasella dan Viola berdiri dengan tatapan tajam mengarah pada Rasello yang tampak santai, duduk bersandar sambil memainkan game di iPadnya, seolah kekacauan ini bukan ulahnya.

“Gue jual,” ucap Rasello santai, tanpa sedikit pun rasa bersalah.

WHAT?!” seru Viola dan Rasella bersamaan.

Rasella langsung mencengkeram kerah baju Rasello, menariknya kasar. “Lo tau nggak sih itu barang paling berharga buat gue?! Lo nggak akan pernah ngerti nilainya!”

Shit!!” Rasello meringis ketika Viola tanpa ragu menginjak kakinya.

“Kak Ello tau kan itu lipstik kesayangan Ola? Itu Ola beli dari hasil jual ikan peliharaan Ola…” suara Viola penuh penekanan.

“Itu hukuman,” potong Rasello sambil melepaskan cengkeraman Rasella. “Karena kalian bikin gue nyaris gila selama tiga hari!”

“Itu nggak sebanding sama barang gue, sialan!” geram Rasella.

Plak!

Tangan Rasello mendarat di kening Rasella, membuatnya terhuyung. “Jaga mulut lo. Baru setengah hari kehilangan barang aja kalian kelimpungan. Gue? Tiga hari kehilangan orang paling berharga dalam hidup gue.”

Nada suaranya tegas. Berat.

Dan itu cukup membuat wajah Rasella yang semula keras perlahan melunak. Ada sesuatu yang menggetarkan dadanya karena haru.

Viola pun merasakan hal yang sama. Amarah mereka sedikit mereda.

“Ck. Alasan lo basi,” gumam Rasella, lalu berbalik pergi.

“Lo yakin nggak mau tau koleksi mainan lo gue simpan di mana?” tanya Rasello menatap punggung Rasella yang menjauh.

“Nggak,” jawab Rasella tanpa menoleh sambil tersenyum kecil.

Ello Untuk Ola {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang