Mencintai sepupu sendiri? Itulah yang dialami oleh Viola yang mencintai sepupunya, Rasello. Namun, cinta yang begitu mendalam dari Viola hanya dianggap sebagai adik. Tidak lebih.
Kisah mereka semakin rumit ketika Rasello memutuskan untuk diam-diam m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flashback on
Di taman belakang sekolah, Rasello dan Liana tengah duduk di salah satu kursi.
"Ello, gue--- gue suka sama lo." ucap Liana.
Jantungnya berdegub sangat kencang. Sangat gugup saat ini karena pertama kali seumur hidupnya mengungkapkan perasaan pada seorang pria terlebih lagi pria itu sahabatnya.
Sebenarnya ia cukup lega, bisa mengungkapkan isi hatinya yang sudah lama dipendam.
Mendengar pengungkapan dari Liana, Rasello tampak diam seraya memandang lurus. Wajahnya terlihat santai, lalu hembusan kecil keluar. Memandang Liana yang kini sedang menunduk dengan menautkan kedua tangannya.
"Lo yakin?"
Liana mendongak menatap Rasello bingung.
"Lo yakin sama perasaan lo?"
"I-iya gue yakin. Gue udah dari dulu cinta sama lo."
"Gue juga."
Liana tercengang mendengar ucapan Rasello. Tidak menyangka pria itu membalas perasaannya.
"Gue suka lo." Ucapnya datar, seolah tak mengerti apa makna yang diucapkan dari mulutnya.
"Jadi kita... kita pacaran?" Mata Liana berbinar penuh harap.
"Ya, tapi dengan satu syarat."
"Apa?" ucap semangat Liana.
"Kita harus rahasia-in hubungan kita dari Ola."
Liana memicing heran, "Kenapa?" tanyanya bingung.
"Gue takut Ola kenapa-napa kalau tau hubungan kita." ungkap Rasello.
"Memangnya kenapa? Pasti dia juga bakal seneng kalau tau hubungan kita."
"Congenital heart disease. Lo gak lupa itu kan?"
Liana terdiam mendengar kalimat yang Rasello ucapkan. Ia baru mengingat jika Viola memiliki penyakit jantung bawaan atau Congenital heart disease.
"Tapi apa hubungannya Ello?"
"Ola cinta sama gue."
Mata Liana membulat, mencerna sebentar sebelum membekap mulutnya tak percaya, "what? Tapi kan Ola dan lo sepupu ..."
Rasello menidurkan kepalanya dan memejamkan mata.
"Lo gak mungkin suka juga 'kan sama Ola? Terus lo terima cinta gue karena mau ngalihin perasaan lo." tebak Liana.
Rasello membuka matanya, diam sejenak sebelum menatap lekat Liana. "nggak, gue udah anggap Ola adik gue sendiri." balasnya.
Liana menghembuskan nafas lega. "syukurlah ... oke, gue terima syarat lo. Gue janji gak akan bilang sama Ola tentang hubungan kita. Tapi lo juga harus pegang satu syarat dari gue, kalau selama kita pacaran lo harus prioritasin gue dan Ola nomor dua." kata Liana, tahu betapa pentingnya Viola dihidup Rasello.