Mencintai sepupu sendiri? Itulah yang dialami oleh Viola yang mencintai sepupunya, Rasello. Namun, cinta yang begitu mendalam dari Viola hanya dianggap sebagai adik. Tidak lebih.
Kisah mereka semakin rumit ketika Rasello memutuskan untuk diam-diam m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kalo ada typo tandai aja!
.........
“VIOLA!”
"VIOLA!”
“VIOLA!”
Viola yang sedang termenung tersentak ketika namanya diteriakkan berkali-kali. Ia menoleh, lalu melangkah mengikuti arah suara itu.
Begitu pintu rooftop terbuka, Rasello muncul dengan napas terengah. Kedatangannya yang tiba-tiba membuat Viola terkejut. Belum sempat bereaksi, Rasello langsung memeluknya.
“Kak Ello kenapa?” tanya Viola sambil membalas pelukan itu.
Rasello melepaskannya dengan kasar. “LO KE MANA AJA, SIH? KENAPA NINGGALIN TEMPAT TADI!” bentaknya.
Jantung Viola berdenyut nyeri. Ia refleks memegang dadanya, mencoba menahan rasa sakit yang menjalar.
“Ola cuma mau cari udara. Di sana Ola bosan.”
Rasello mengusap wajahnya frustasi. Ia benar-benar panik saat menyadari Viola menghilang. Namun rasa cemas itu sedikit mereda ketika melihat Viola baik-baik saja.
“Pulang,” katanya singkat.
Tanpa membantah, Viola menurut saat Rasello menariknya keluar gedung.
Di dalam mobil, Mami Vee, Papi Hans, dan Rasella sudah menunggu dengan wajah penuh khawatir.
“Ya ampun, Ola… kamu dari mana aja sayang?” tanya Mami Vee.
“Di rooftop, Mi,” jawab Viola lirih.
Ia tidak menyangka, hanya karena suntuk dan mencari udara segar keluarganya sampai kelimpungan mencarinya.
Mereka sangat khawatir karena di dalam acara ini tidak ada satu pun tamu yang Viola kenal kecuali para sahabat Rasello.
“Kenapa ke sana? Udara di rooftop dingin,” ujar Mami Vee cemas.
“Maaf,” hanya itu yang bisa Viola ucapkan.
“Sudah, yang penting Ola ketemu.” kata Papi Hans. “Pak, jalan.”
..........
“Minum teh hangat.”
“Hacim!”
Viola mengambil cangkir dari tangan Rasello tanpa menoleh. Ia terkena flu setelah pulang dari acara malam tadi. Inilah yang ditakutkan Rasello. Imun tubuh Viola begitu lemah.
“Udah mendingan?” tanya Rasello.
Viola mengangguk, lalu bangun dari kasur.
“Mau ke mana?”
“Hacim. Mau mandi, ini udah siang.” jawab Viola di sela bersinnya.