Bab 4 {REVISI}

17.4K 744 12
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

......


"Kenapa sih dari tadi pagi gue liat muka lo di tekuk mulu?" tanya heran Cici.

"Kesal gue sama kak Ello. Masa cuma karena gue pergi sama lo aja gak dibolehin." gerutu Viola membayangkan wajah Rasello ketika melarangnya, dingin, cuek, penuh perhitungan.

"Udahlah ... jangan di permasalahin. Lo harus nurut sama kak Ello, mungkin dia gak mau lo sakit."

Mendengar penjelasan Cici, Viola berpikir lalu tersenyum. "Apa kak Ello udah mulai suka ya sama gue?"

"Emm mungkin aja sih. Gue perhatiin dari awal gue kenal lo sama kak Ello, dia itu kayaknya ngejaga lo banget. Sampe-sampe pas awal, gue kira lo pacarnya kak Ello."

Pipi Viola bersemu merah. Ah, seandainya memang seperti itu.

"Tapi sayang ternyata lo sama kak Ello cuman sepupu-an."

Mendengar kalimat Cici diakhir, Viola memanyunkan bibir, kenyataan yang tiba-tiba membentur kepalanya hingga sadar. "apa gue sama kak Ello gak mungkin bersama ya? Tapi kak Ello pernah bilang mau nikahin gue." lirih Viola.

"Hah? Lo bilang apa?" tanya Cici yang tidak mendengar lirihannya.

"Nggak kok, gue gak bilang apa-apa. Hehe ..." Viola menampilkan deretan giginya.

"Ci, gue ke kelas kak Ello dulu ya ... Mumpung masih ada waktu jam istirahat." tanpa menunggu jawaban dari Cici, Viola pergi begitu saja.

Setibanya di sana, pandangannya melihat Rasello sedang berkumpul bersama teman-teman. Tapi ada yang aneh, kenapa Liana terus merangkul lengan Rasello?

Begitu pun Rasello yang sesekali tersenyum pada Liana dan sesekali mengelus rambutnya.

Pikiran aneh mulai berspekulasi dibenak Viola. Memikirkan kemungkinan tentang Liana dan Rasello.

Namun, ditengah lamunannya, ia dikejutkan oleh panggilan dari Ben. Bisa ia lihat Liana langsung melepas rangkulannya.

'Jangan berpikir aneh-aneh Ola!' batin Viola menggelengkan kepala.

"Hai kak Ben." Viola membalas sapaannya.

"Ada apa?" tanya Rasello, melihat Viola menghampiri.

Viola melirik kearah sekitarnya. "Ola mau ngomong sesuatu sama kak Ello. Tapi ..."

Rasello yang tahu kode itupun langsung menarik lengan Viola, membawanya menjauh dari semua orang agar Viola lebih leluasa berbicara.

Sedangkan Liana hanya menatap punggung mereka yang mulai menjauh dengan perasaan yang tidak rela.

"Ada apa?" tanya Rasello kembali setelah ia membawa Viola ke taman belakang.

"Happy valentine kak Ello ..." ucap Viola tersenyum.

Ello Untuk Ola {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang