Bab 1 {REVISI}

62K 1.3K 46
                                        

'Aku dan kau bagaikan Arunika dan Swastamita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


'Aku dan kau bagaikan Arunika dan Swastamita. Saling menyapa namun tidak bisa bersama.' -Rasello Adrian Castelo

'Kak, kau tau bahwa api dan air saling bermusuhan? Tapi nyatanya keduanya saling dibutuhkan. Seperti itulah cinta kita.'
-Viola Larasati Rahardian

......

Guyss mungkin kalian bakal kesel banget sama karakter Viola awal-awal... Tapi tenang, seiring chapter bakal ada perubahan kok🫶

TOLONG UNTUK MEMBERI VOTE DAN JANGAN JADI PEMBACA SIDER YANG TERKESAN TIDAK MENGHARGAI🫶

.........

Suasana riang dan penuh kehangatan memenuhi udara pagi itu.

Terdengar teriakan Viola Larasati Rahardian, akrab dipanggil Ola yang tengah berlari kecil menuruni tangga. "KAK ELLO TUNGGUIN OLA!!" menghampiri seorang pemuda.

Mendengar panggilan Viola yang begitu kencang, Rasello Adrian Castelo atau akrab dipanggil Ello menoleh melihat perempuan kesayangannya.

Ralat! Adik kesayangannya. Meskipun Viola bukanlah saudara kandungnya, melainkan anak dari sang paman, namun, Rasello tetap menyayanginya sepenuh hati menganggap bahwa Ola adalah adiknya sendiri.

"Ola jangan lari-lari, nanti kalau jantung lo sakit lagi gimana?" ucap Rasello dengan nada khawatir.

Reflek Viola memegang dadanya, "aman..." ucapnya mengacungkan jempol, tak lupa senyum cerahnya.

Congenital heart disease (CHD), jenis Atrial Septal Defect (ASD) adalah penyakit jantung bawaan yang sudah Viola derita sejak kecil. Pada kondisi ini, terdapat celah di sekat jantung bagian atas yang membuat aliran darah tidak bekerja seefisien jantung normal.

Sejak kecil, Viola memang terlihat seperti anak pada umumnya. Ia bisa sekolah, tertawa, dan beraktivitas seperti anak-anak lain.

Namun tubuhnya memiliki batas yang tidak semua orang pahami. Penyakit ini sering kambuh, terutama saat Viola kelelahan, kedinginan, atau mengalami tekanan emosi yang berat.

Saat kambuh, Viola biasanya merasakan dadanya sesak, jantungnya berdebar tidak beraturan, dan napasnya menjadi pendek. Kadang kepalanya terasa ringan seperti mau pingsan.

Kondisinya akan memburuk jika ia panik atau memaksakan diri, karena detak jantungnya sulit kembali stabil dengan cepat.

Meski begitu, penyakit ini tidak membuat Viola harus terus terbaring di rumah sakit. Ia hanya harus hidup dengan banyak pantangan dan pengawasan ketat.

Viola rutin minum obat, melakukan kontrol ke dokter jantung, dan sangat tidak dianjurkan untuk kelelahan atau berada di suhu dingin terlalu lama.

Karena itulah, keluarga terutama Rasello sering terlihat terlalu protektif padanya. Bukan tanpa alasan, melainkan karena satu kesalahan kecil saja bisa membuat kondisi jantung Viola kembali bermasalah.

Ello Untuk Ola {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang