Bab 31 {REVISI}

14.3K 375 27
                                        

'Pergi untuk melepaskan, datang untuk mengikhlaskan.'

........

Rasello tengah termenung. Pikirannya berkecamuk tanpa arah, sementara dadanya terasa sesak oleh rasa asing yang baru pertama kali ia rasakan sepanjang hidupnya.

Rasa gundah itu menekan, membuatnya diam terlalu lama hingga kehadiran kembarannya pun luput dari kesadarannya.

Rasella menghentikan langkah di depan Rasello, menatapnya tajam. Ia tidak langsung berbicara, hanya menghela napas panjang sebelum akhirnya menyadarkan sang kembaran dari lamunannya.

Dengan nada tak habis pikir, Rasella mempertanyakan alasan Rasello menyerah begitu saja pada cintanya sendiri.

Padahal sebelum kabar perjodohan Viola dengan Liam itu muncul, Rasello begitu berapi-api. Ia siap memperjuangkan perasaannya.

Namun kini, lihatlah Rasello menyerah bahkan sebelum benar-benar berperang. Ia malah mencabut keputusan pembatalan pernikahan dan memilih melanjutkannya, seolah tak ada apa-apa.

“Gue kecewa sama dia,” ucap Rasello akhirnya, suaranya rendah. “Malam itu dia ngungkapin perasaannya ke cowok lain. Besoknya, dia malah nerima perjodohan.”

“Baru segitu aja udah nyerah?” Rasella mendengus kesal. “Lemah!”

Rasello refleks menoyor kepala Rasella. “Gue bukan lemah! Gue cuma… kecewa.” Ia membela diri.

“Ck, sama aja!” Rasella mendengus. “Terus, kenapa lo malah lanjutin pernikahan lo?”

Rasello menghela napas berat, seolah beban di dadanya semakin menekan. “Gue terpaksa. Liana ngancam.” katanya pelan

“Ngancam?” Rasella menatapnya tidak percaya.

Rasello mengangguk singkat. “Dia bilang kalau gue batalin pernikahan ini, dia bakal nekat bunuh diri… kayak kemarin malam.”

Perlahan, Rasello mulai menceritakan semuanya tentang malam itu, tentang kekecewaannya setelah mempergoki Viola, tentang bagaimana ia melajukan motornya tanpa arah hingga akhirnya berhenti di depan apartemen Liana.

Walau hatinya remuk oleh pengakuan Viola, jauh di lubuk hatinya Rasello sebenarnya masih ingin berjuang. Ia ingin merebut kembali cinta Viola.

Ia tidak ingin menjadi pengecut yang menarik ucapannya sendiri. Namun semua berubah setelah pertemuannya dengan Liana malam itu.

Flashback

Rasello berdiri di depan apartemen Liana. Sudah beberapa tahun terakhir, wanita itu memilih tinggal sendiri, jauh dari kedua orang tuanya.

“Boleh masuk?” tanya Rasello ketika pintu akhirnya terbuka.

“Boleh, ayo sayang,” jawab Liana lembut sambil menggandeng tangan Rasello masuk ke dalam.

Ello Untuk Ola {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang