Happy reading!
...
"Gue ketemu Rio."
Alea yang sedang mengeringkan rambutnya pun terdiam sejenak, karena terkejut. "Gue juga."
Kini, Keenan juga sama ikut terkejut, ketika mendengar jawaban Alea. "Kapan? Lo gak di apa-apain sama dia kan?"
Alea menggeleng, setelah mematikan hair dryer nya, Alea turun ke dapur diikuti dengan Keenan dibelakang.
"Dimana lo ketemunya?" Tanya Keenan.
"Di Cafe nya Kenzo." Sahut Alea.
"Terus?" Tanya Keenan.
Alea menatap kebelakang dengan malas, "terus terus, ya nabrak."
Keenan menatapnya tajam, "gue serius."
"Udah ah gak usah di bahas, males gue." Ucap Alea, lalu ia mencomot cookies yang tersedia di meja dapur.
Keenan juga ikut tak acuh, kini dia pun ikut memakan cookies dan duduk di sofa ruang tamu.
"Lo musuhan sama Kenzo?" Tanya Keenan.
Alea melemparkan remote ke sembarang arah, menatap Keenan dengan malas. "Iya."
"Kalau berantem itu jangan keras-keras, kedengaran sampai kamar gue, padahal di lantai dua." Cerca Keenan.
Alea menatap terkejut, "seriusan? Lo berarti ada di rumah dong?!"
"Heum." Sahut Keenan santai, lalu ia melangkah ke kamarnya.
Alea memejamkan matanya merasa malu. Gimana kalau para tetangga juga mendengarkannya?
Drt!
Deringan handphone membuatnya terlonjak, Alea menatap nanar handphone nya yang kini sudah tercampak akibat dirinya sendiri.
"Aelah, udah retak, gue lempar makin retak lagi lah." Ketusnya sendiri.
Setelah menatap handphone, Alea mengurungkan niat untuk mengangkat nya, sebab itu telfon dari Kenzo.
Seperti nya dia harus menghindar dari cowo itu, mungkin seminggu, sampai ujian berakhir.
Biarkan saja dirinya fokus pada ujian, tanpa harus memikirkan yang lain.
Beberapa menit akhirnya handphone berhenti, setelah beberapa kali berdering.
Hal itu membuat Alea lega, dan dia memutuskan untuk keluar rumah, mencari udara segar sore ini.
...
Kini Alea sedang memilah-milah sayuran yang masih segar. Awalnya keluar hanya untuk mencari udara segar saja, namun ketika melihat beberapa sayuran di pajang, ia tergiur dan niat untuk membeli nya.
"Ini mba," tunjuk Alea kepada yang membantu disini.
Dengan ramah Mba itu tersenyum, "ini aja?"
Alea mengangguk, juga tersenyum.
Setelah dibayar Alea pun pergi, bukan pulang ke rumah. Ia berjalan sesuka hatinya di sekeliling komplek, untuk menghirup udara dengan sedikit tenang.
Alea duduk di taman, memandang ke segala arah, sudah sepi karena hari sudah sore.
Biasanya banyak anak-anak yang bermain di taman ini, tapi karena sudah sore, mereka mungkin sudah pulang ke rumah masing-masing.
Sambil meminum minuman bersoda dengan keadaan dingin, Alea juga mengecek-ngecek handphone nya yang sudah di penuhi notif Kenzo yang sedang menyemangati nya untuk ujian, besok.
KAMU SEDANG MEMBACA
hate so love
Ficção Adolescente°Gais maaf banget, untuk cover, judul dan deskripsi cerita di ubah. Untuk isi cerita 💯% isinya sama, gak ada sedikit pun yang diubah. Alurnya juga masih nyambung dengan judul baru kok° Jangan terlalu membenci seseorang, nanti menjadi cinta. Seperti...
