Delapan belas|18

21 14 0
                                        

Happy reading!
...

"Mau ke mana lagi hm?" Tanya Kenzo masih setia menatap keindahan di depan matanya ini. Sambil memegang belanjaan Alea, karena mereka habis dari supermarket.

Alea menggeleng, "gue bingung."

"Gue juga lebih bingung." Ucap Kenzo tertawa.

Jantung Alea berpacu kencang, rasanya kegantengan Kenzo semakin bertambah. Apalagi, Kenzo sekarang tepat di depan wajahnya.

Di tambah dia tertawa membuat matanya sedikit menyipit, dan menampakan gigi gingsul kanannya.

Dengan rambut yang beracak-acakan karena ketiup angin, membuat lelaki itu lebih berdamage!

"Biasa aja natap nya Le." Ucap Kenzo. "Lo mau ke mana lagi nih?"

"Pulang aja lah." Sahut Alea berusaha tenang mengontrol jantungnya yang sudah tidak aman.

"Yakin?" Tanya Kenzo, "masih jam delapan. Pasti Ayah Mama belum pulang, kan gak lucu kita berudaan di rumah malam-malam gini. Ya walaupun di teras, gak enak juga dilihat tetangga."

Alea mengetuk dahinya pelan, "iya juga. Terus mau kemana dong? Bosen ih di kereta mulu, gigi gue juga udah kering ketiup angin, lagian di sepanjang jalan lo buat gue ketawa mulu."

Kenzo tertawa lepas, "lucu ya. Bisa gak sih gue kurung lo."

Alea menatap Kenzo dengan tatapan melayang, "enak aja lo. Nikahi gue dulu!"

"Oh, jadi mau gue nikahi? Kapan bisanya sayang?" Tanya Kenzo masih tertawa, "besok? Malam minggu? Atau hari kamis aja, biar malam jumat kita langsung buat Kenzo junior."

Plak!

"Becanda mulu," ucap Alea dengan pukulan yang melayang di paha Kenzo.

Kenzo menanggapi dengan tertawa lepas. "Mau kemana lagi nih?"

Alea menggeleng tidak tau.

"Kerumah Bunda yuk!" Pekik Kenzo.

Alea menggeleng lagi.

"Kenapa?" Tanya Kenzo.

"Itu ih, ya gue malu masa gue yang datang ke rumah cowo gitu." Sabut Alea.

"Kenapa emangnya?" Tanya Kenzo lagi. "Bunda nanyai lo mulu, sebelumnya Bunda minta WA lo, tapi gak gue kasih."

"Ih, kenapa gak di kasih?" Tanya Alea kepo.

"Ya nanti malah lo chatan mulu sama Bunda, WA gue di angguri." Sahut Kenzo mengecutkan bibirnya.

"Masa cemburu sama Bunda." Ucap Alea terkekeh.

Kenzo meletakan belanjaan Alea ke bawah, "biarin. Sedangkan sekarang aja chat gue cuma lo balas seadanya, gak ada romantisnya. Apalagi nanti kalau Bunda chat lo, ya bisa-bisa WA gue gak lo balas."

"Ututu, sayang gue." Ucap Alea menepuk-nepuk kepala Kenzo dengan lembut. "Yaudah ayo, kerumah Bunda aja."

Kenzo memandang Alea berbinar. "Ayo!"

...

"ASSALAMUALAIKUM BUNDA!" Pekik Kenzo langsung duduk di sofa.

Disusul dengan Alea.

Belum sempat lagi duduk, Alea sudah di peluk oleh Kenza dengan kencang.

"Eh eh, pacar gue!" Ketus Kenzo memisahkan keduanya.

Kenza menatap Abang nya sinis. "Ya ini Kakak gue!"

hate so loveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang