Happy reading!
...
"RENO!" Pekik Alea sambil melambaikan tangannya.
Reno menoleh lalu berlari kecil ke arah Alea. "Masalah temen lo itu?"
"Iya." Sahut Alea malas. "Duduk dulu lo, gue mau cerita."
"Udahla, gue capek urusin masalah itu." Ucap Reno tanpa duduk. "Gue mau ke kelas, mau fokus ujian. Terserah mau dia marah atau apapun itu gue gapeduli."
Brak!
"Gila lo ya!" Umpat Alea dengan berdiri. "Kalau tau lo begini, gue gak bakal ngerestuin lo berhubungan sama temen gue!"
"Gak perduli." Sahut Reno malas.
Tanpa basa-basi lagi, Reno berjalan meninggalkan Alea yang masih menggebu-gebu.
"WOI! PECUNDANG LO! PUTUS AJA!" Teriak Alea.
Dari kejauhan Reno mengangkat bahunya tak acuh, tanpa menoleh kebelakang.
Shit!
...
"Cape gue tuh." Keluh Kenzo sambil menidurkan kepalanya di paha Alea.
Alea mengelus rambut Kenzo sambil mendengarkan keluh kesah Kenzo selama mereka bermusuhan.
"Tapi lo tau ga?" Tanya Kenzo tiba-tiba.
Alea menggeleng kecil, "kenapa emangnya?"
"Ada sesuatu di balik Reno." Sahut Kenzo lalu duduk. "Lo udah tau semua ceritanya?"
"Belum, kasian Lyn, padahal sebentar lagi ulang tahun dia. Kenapa sih Reno jadi se-bajingan ini?" Tanya Alea kesal.
"Oooh, Lyn mau ulang tahun toh." Sahut Kenzo sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kenapa emangnya?" Tanya Alea.
"Gak apa-apa sih, pulang yu." Ajak Kenzo sambil mengecek jam di pergelangan tangannya. "Udah sore, udah mau hujan juga."
"Tapi jadi cari kelapa muda nya kan?" Tanya Alea. "Seger-seger gitu, daritadi tuh gue kepengen."
"Iya sayang jadi." Sahut Kenzo dengan senyuman kecil.
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka berhenti di persimpangan rumah Alea.
Mang Ayong penjual kelapa muda langganan Alea. Harganya murah, rasa yang enak dan tempat yang sangat strategis.
"Waduh neng!" Pekik Mang Ayong sambil berlari kecil. "Dari mana aja atuh? Eh ini cowonya kah?"
Alea menanggapi dengan tertawa kecil, "mang kepo. Mau dua es kelapa muda dong, yang satu pakai gula merah ya."
"Duduk dulu, ngobrol atau gimana gitu." Ucap Mang Ayong. "Gak minum disini kah?"
Alea menggeleng kecil, "gak ah mang. Udah mau hujan, kasian pacar saya nanti pulangnya kehujanan."
Suara itu membuat telinganya memanas, pipinya seketika bersemu.
"Pacarnya tuh, udah merah pipinya." Ucap Mang Ayong sambil membuatkan pesanan Alea.
"Mang ih, bisa aja." Sahut Alea dengan tertawa.
"Nah udah jadi neng, sepuluh ribu aja." Ucap Mang Ayong sambil memberikan dua es kelapa muda. "Duh aduh, masih bergandeng aja tangannya, mau nyebrang atau gimana atuh?"
"Eh," sahut Kenzo gelagapan, lalu ia melepaskannya.
"Makasi yak Mang." Ucap Alea sambil menyodorkan duit sepuluh ribu.
KAMU SEDANG MEMBACA
hate so love
Teen Fiction°Gais maaf banget, untuk cover, judul dan deskripsi cerita di ubah. Untuk isi cerita 💯% isinya sama, gak ada sedikit pun yang diubah. Alurnya juga masih nyambung dengan judul baru kok° Jangan terlalu membenci seseorang, nanti menjadi cinta. Seperti...
