Dedek Solar (1)

1.1K 87 21
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yappppp itu adalah empat ide request terpilih yang nantinya akan dijadikan satu menjadi satu cerita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Yappppp itu adalah empat ide request terpilih yang nantinya akan dijadikan satu menjadi satu cerita.

Penasaran?

Enjoy

Brother-elementalAU
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Huweeeeeeeeeeeeeee!!!"

Gempa menghela nafasnya dan Blaze nyengir macam kuda dibarengi oleh Taufan yang kali ini duduk manis diatas kursi. Dia tak ikut andil dalam kegiatan saudara sepergila-annya gegara baru dateng misi. Si Abang nomor dua malah merasa sangat bersyukur hari itu tidak menjadi sasaran ulekan batu si adek pertamanya.

"Sumpah, tanganku gatel ingin ngubur orang hari ini"

"Ehhhh!!!! Sabar Bang Gem!! Aing punya saksi bahwa ini sebenernya bukan seluruhnya salah aing!"

Gempa menaikkan alisnya dan menoleh pada Ice yang katanya menjadi saksi.

"Nggak ikut - ikut" si kebo menggeleng sambil berdiri lalu mendekati si unyil bersama dengan si sulung yang entah mengapa menutupi wajahnya dengan sapu tangan.

Oh salah ding, hidungnya yang ternyata ditutupi.

'Ini manusia....'

Blaze mengutuk saudaranya itu, kalau disogok saja baru ikut omongannya.

"ÕwÕ Etto neeeee Mommy Gemgem terus ini digimanain?"

Si yang paling moe hanya bisa menoel sosok unyil dan unyuk yang telah menjadi biang permasalahan pada pagi yang seharusnya tentram itu.

Pertanyaannya tak dijawab, namun malah menjadi porter.

"Thorn.... ambilkan kamera DSRL di kamarku" si sulung yang diam saja akhirnya buka suara. Kamera hpnya sudah hidup sedari tadi. Menurutnya ini saja masih kurang!

Jarang - jarangkan mereka bisa melihat si resek dan sok ganteng bungsu berubah menjadi lugu nan comel!

"Haihhhhhhhh"

Suara isakan makin kencang membuat kepala Gempa makin sakit.

Siapa sih yang nangis??

Kemana Solar?

Atau kalian dah tahu apa yang sebenernya terjadi dan butuh flashback 😏?

Boboiboy Short-Fanfic AU Season 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang