05. Pharita Mad At Ahyeon

2.4K 262 5
                                    

Rora sedang asyik melamun menatap langit-langit ruangan serba putih itu, kondisinya juga mulai membaik dan perutnya tidak sesakit tadi.
Ia sebenarnya menunggu kabar dari kakak-kakaknya tentang Chiquita, namun sampai saat ini belum ada siapapun yang datang padanya.

Srek~

Hingga suara tirai yang di singkap membuat gadis itu sedikit terkejut. Refleks ia menoleh. Dan saat mendapati seseorang yang ia kenal, Rora lebih terkejut lagi. Tak menyangka jika dia yang akan datang padanya.

"Ra.. "

"Hyein.."

Hyein tersenyum, kemudian mendudukkan tubuhnya pada ranjang. Rora perlahan bangun dan menatap gadis di hadapannya itu.

"Ada apa kesini?"

Hyein menghela nafas berat. Bukannya menjawab pertanyaan sahabat kecilnya, dia malah mengajukan pertanyaan lain.

"Lo gapapa?"

"Gue oke." Rora agak canggung, namun tetap mencoba tersenyum ramah. Ayolah, siapa yang tidak merasa seperti itu di saat pasangan yang dulunya sahabat tapi sekarang dalam waktu lama mereka telah saling mengabaikan satu sama lain.

"Syukurlah."

Rora mengangguk kecil, tangannya bergerak mengusap leher.

"Ngomong-ngomong, kenapa kesini?"

"Gue mau ngasih tau Lo sesuatu..." Hyein menggantung ucapannya sebentar. Rora masih setia menatapnya.

"Chiquita udah ketemu tapi.. "

"Dia gapapa kan? Terus ketemu dimana?" Gadis berambut hitam legam itu lebih dulu memotong ucapan Hyein sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. Wajahnya mulai terlihat senang.

Hyein membasahi bibir bawahnya sekilas kemudian tersenyum tipis.

"Jangan kaget ya. Tapi Chiquita di bawa ke Rumah Sakit."

Deg~

Jantungnya mencelos, dan senyuman di wajahnya pudar seketika.

"Apa maksud Lo?"

Hyein yang mengerti jika temannya itu terkejut segera memberikan pelukan. Rora masih terkejut dan fikirannya benar-benar berantakan.

"Hyein. Chiquita kenapa? Jangan bikin takut dong." Rora mulai menangis, dia benar-benar khawatir dan merasa bersalah sekarang.

"Lo tenangin diri dulu, oke? Nanti gue ceritain." Hyein mengusap punggung gadis yang bertubuh lebih kecil darinya itu dengan lembut.

Rora semakin menangis. Dia merasa ini adalah salahnya. Jika saja dia tidak mengajak adiknya pergi mungkin tidak akan terjadi apa-apa padanya.

"Hiks... Ini salah gue... "

Hyein memilih diam dan membiarkan Rora mengeluarkan tangisnya. Nanti dia juga akan berhenti setelah mulai tenang.

Sementara itu di koridor rumah sakit, terlihat seorang gadis yang masih lengkap mengenakan seragam sekolah berjalan terburu-buru.
Ponsel juga nampak menempel pada telinga kirinya.

"Gue hampir sampai."

Setelah mengucapkan itu pada seseorang di seberang, Ahyeon menyimpan ponselnya pada saku.
Langkahnya semakin ia percepat.

Beberapa waktu kemudian, dia akhirnya bisa melihat beberapa anggota Grupnya yang sedang duduk di kursi tunggu di depan sebuah ruang rawat.

"Kak." Seruannya membuat gadis-gadis disana serempak menoleh.
Terlihat Pharita berdiri lebih dulu dan bahkan mulai mendekat padanya.

SCHOOL IDOL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang