22. New distance

1.5K 193 34
                                    

Ruka baru saja pulang dari Rumah Sakit setelah menemani Chiquita semalaman, dia seorang diri karena Pharita masih harus berada disana.
Dan sebelum itu, ia telah melarang adik-adiknya yang lain untuk mengunjunginya karena mendapat laporan dari Manager bahwa saat di sekolah mereka terlibat pertengkaran dengan anggota grup lain.

Larangan itu tentunya menyebabkan ketidak sukaan, bahkan saat ini para gadis itu terlihat kesal pada Kakak tertua mereka.

"Kak Ruka egois." Haram mendecak, kedua tangannya menyilang di depan dada.

"Gak gitu, Ram." Ruka mencoba bersabar, padahal dia sudah ingin sekali mengomeli mereka karena bisa-bisanya malah bertengkar di sekolah saat dirinya tidak ada.

"Terus apa? Chichi pasti sedih kita nggak nengokin dia. Kalo dia marah pokoknya ini gara-gara Kakak."

Ruka menatap Ahyeon yang duduk di samping Haram sembari menghela nafas berat.
Ahyeon ikut menyilangkan tangan di dada, enggan menatap gadis di hadapannya itu.

"Alasan Kakak nahan kita gak mungkin karena masalah di sekolah doang, kan?" Asa bicara seperti itu karena merasa Ruka tengah menyembunyikan sesuatu dari mereka.

Rora Ahyeon dan Haram bahkan terlihat bingung di tempat mereka setelah mendengar ucapan Asa.

"Maksud Kak Asa apa?" Rora bertanya sembari menarik lengan gadis itu.

"Katakan, apa yang ngebuat Kakak ngelarang kita jenguk Chichi. Jangan ada yang di sembunyiin." Lanjut Asa tanpa menjawab pertanyaan Rora.

Ruka terlihat menghela nafas lagi, tangannya bergerak menyurai rambutnya ke belakang.

"Kak Ruka.. " Haram terdengar memohon.

"Gue gak mau kalian khawatir."

Ucapan Ruka membuat Ahyeon seketika berdiri dan protes.

"Kakak malah bikin kita makin khawatir tau kalo kayak gini."

"Jangan bilang Chichi sakit parah.. "

Ruka menatap Rora yang barusan berucap pelan. Wajah gadis itu terlihat murung sekarang.

"Ra.. "

Rora menggeleng keras, kedua tangannya bergerak menutup telinga kuat-kuat.

"Jangan katakan. Gue gak mau denger!"

Ruka tak bicara, namun gadis itu bergerak memeluk Rora.

"Kak.. " Haram kini menarik ujung pakaian Ruka. Dia juga di landa perasaan khawatir.

Ruka tersenyum tipis kemudian menggeleng pelan.

"Jangan terlalu khawatir. Chiquita enggak separah itu kok."

"Terus gimana keadaannya sekarang? Apa kata Dokter?" Ahyeon bertanya tidak sabaran.

Ruka perlahan melepas pelukannya dari Rora yang sudah mulai sedikit tenang. Adik-adiknya itu menatap penuh harap padanya sekarang.

Sebelum bicara, sekali lagi ia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.

"Dengar baik-baik. Kondisi Chiquita nggak seburuk itu, tapi di dalam paru-parunya terdapat cairan yang harus di keluarkan. hal itu yang ngebuat dia demam dan sesak nafas akhir-akhir ini... "

Eufusi Fleura. Atau penumpukan cairan di antara jaringan yang melapisi paru-paru dan dada.

Cairan dapat menumpuk di sekitar paru-paru karena pemompaan jantung yang kurang baik atau karena peradangan.

"... Dan karena itu, hari ini dia bakal ngejalanin Torakosintesis atau proses sedot cairan di paru-parunya."

Rora duduk lemas pada sofa, mendadak kepalanya berdenyut sakit.

SCHOOL IDOL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang