39

377 19 13
                                        

"Lah, Ron. Belom ganti baju Ron?" Tanya Rio setibanya sampai di depan pintu dapur.

Rony terkejut, berusaha mencerna apa yang baru di ucapkan oleh Rio. Ia masih tersentak dengan perkataan Salma.

"Astagah lupa Om. Rony ganti baju sekarang ya Om" Jawab Rony dengan bergerak langsung menuju lantai 2.

Saat Rio tidak melihatnya lagi, langkahnya melambat, otaknya kembali memikirkan ucapan Salma yang menusuk hatinya tadi.

_________

Selesai ganti baju, Rony turun. Ia masuk ke dalam toko.

"Wessssss, mau main bola nih bang Ron. Keren banget baju bolanya" Ucap Manda tak sadar terucap sendiri. Tak hanya Manda, keempat teman kerja mereka yang lain juga kompak menatap kagum terhadap Rony. Aura Rony yang cukup kuat membuat mereka menjadi salah fokus.

Siapa yang memuji, siapa yang dilihat. Bukannya menatap Manda yang memujinya, pandangan Rony malah mengarah ke Salma.

Ucapan Manda sama sekali tidak di gubris oleh si pemberi pesona. Rony malah tak henti-hentinya menatap Salma. Berharap Salma me-notice penampilan barunya yang belum pernah ia tunjukkan kepada semua rekan kerjanya itu.

Ia yang biasanya memakai celana panjang kini memakai celana bola yang cukup pendek. Dengan badan cukup berisi dan berotot, aura yang ia tampilkan kali ini cukup berbeda dari biasanya.

Namun sialnya yang ia harapkan untuk sekedar tersenyum kepadanya malah sibuk tertawa-tawa karena menonton drama komedi Korea.

"Berangkat kita Ron" Ajak Rio selesai mengemas isi tasnya.

"Iya Om" Jawab Rony dengan mata yang tak teralihkan dari pandangannya ke Salma.

Rio dan Rony berjalan ke depan dengan mata Rony masih setia menatap ke arah Salma.

Dengan sengaja Rony lewat tepat di depan Salma. Namun Salma sama sekali tidak me-notice kehadiran Rony. Bahkan seolah tidak ada orang di sana.

"Ronnnn ron" Ucap Rio membatin sambil tersenyum menunggu Rony untuk naik ke motor trailnya. Rio melihat Rony yang terus menunggu Salma menatapnya.

"Aduhhhhh. Dibilangin ngga percaya sih" Ucap Syifa ngomong-ngomong sendiri di barisannya. Dan hanya ia yang mendengarnya.

"Ckckck" Ranty hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Salma dan Rony. Dengan bergantian ia menatap ke duanya.

Semua orang sadar Rony terus menatap Salma. Dan Salma terus mengabaikan Rony. Sembari terus pura-pura sibuk menonton Drakor.

Rony naik ke motor trail Rio. Rio menjalankan mesinnya lalu mereka berdua pergi tanpa pamit kepada siapapun, karena takut terdengar oleh Ati. Yang nantinya akan melarang mereka pergi.

Tiba-tiba Salma meletakkan handphone-nya dengan sisa tawa yang ia buat-buat tadi.

"Aduh lucu banget" Ucapnya masih pura-pura tertawa.

"Aku ke atas dulu ya kak. Kebelet pipis, sekalian mau Sholat aja" Ucap Salma dengan ramah yang ia buat-buat agar tidak ada yang tahu bagaimana keadaan hatinya saat ini. Padahal mereka semua tahu.

"Iya" Jawab Ranty.

Salma terus berjalan ke lantai 3. Setelah tidak ada yang melihatnya, raut wajahnya ia samakan dengan perasaannya.

Salma ambil wudhu lalu sholat di kamar Hanggi.

__________

Setelah selesai sholat zhuhur, Salma kembali ke toko. Ia mengambil kain lap dan semprotan. Lalu, mulai mengelap satu persatu rak accesories. Di dalam rak tersebut berisikan tripod, earbuds, charger, speaker mini dan yang lainnya.

PHONE PROMOTER Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang