1

376 9 0
                                        

Keesokan harinya,

Salma duduk dilantai dibelakang meja kasir. Ia mengayun anak Owner-nya diatas ayunan per. Owner-nya duduk dikursi kasir didepannya, dengan tangan memegang handphone yang memutar drama turki.

Sedang teman-teman Salma duduk dibelakang etalase brandnya masing-masing.

Seorang anak laki-laki memakai tas ransel yang terlihat cukup penuh, memasuki toko tersebut dari arah kiri.

"Cari apa bangggg?" Sahut Hanggini (promotor Samsung) dari sudut kanan toko.

"Sebelah sini aja bang," Panggil Hanggi lagi ke etalase Samsungnya, memastikan anak laki-laki itu benar-benar mendekat kearahnya. Karena ia mengira anak laki-laki itu ingin membeli handphone.

Ranty(promotor Oppo), Syifa dan Manda(promotor Vivo) seketika tertawa terbahak-bahak.

"Tante Ati nya ada kak?" Tanya anak itu kepada Ranty, datar tanpa ekspresi, menghiraukan tawa dari ketiga karyawan toko di seberang etalase Ranty.

"Ada dek, masuk aja" Jawab Ranty dengan sisa tawanya.

"Kenapa sih?" Tanya Hanggi heran.

"Hastagah" Ucap Syifa yang masih tertawa.

"Kak Hanggi kan ngga ikut liburan ke sungai dekat rumah dia (menunjuk anak laki-laki itu) bulan lalu" Beritahu Ranty mengingatkan Syifa dan Manda yang masih tertawa.

"Oo iyayah" Ucap Manda setelah ingat.

"Oo dia anaknya kakaknya Kak Owner?" Hanggi tersadar, lalu tersenyum menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya lantaran malu karena hanya dia yang tidak mengenali anak itu. Ia tadi sudah sigap ingin melayani anak itu karena mengira anak itu seorang pembeli.

"Haduh, kok sepi gini yaa. Samsungku belom selling, targetku masih banyak" Keluh Hanggi.

Ati, Owner yang menonton drama Turki dan Salma yang mengayun anak Ati, seketika melirik kearah pagar kecil selutut yang dibuka oleh anak laki-laki itu.

"Eh Ron, masuk nak!" Panggil Ati, setelah menyadari kedatangan anak itu.

Tidak hanya Hanggi, Salma juga memperlihatkan ekspresi wajah seperti tidak mengenali anak laki-laki yang dipanggil Ron tersebut.

Anak laki-laki itu masuk ke dalam setelah membuka slot kunci pintu pagar kecil selutut dengan diatasnya panah yang ditempel diujung meja kasir bertuliskan

Pelanggan dilarang masuk

Lewat dari depan Salma, lalu berhadapan dengan Ati yang ia sebut Tante.

"Aduh, udah gede aja nih keponakan Tante" Ucap Ati dengan melebarkan kedua tangannya, siap memeluk anak itu.

"Kamu kesini tadi naik apa nak?" Tanya Ati sembari memberi tangannya karena anak itu terlihat seperti ingin meraih dan menyalim.

"Naik angkot Tan" Jawab anak itu

"Duduk Ronyyy" Ucap Ati sambil tersenyum

"Kamu udah makan belum?"

"Udah" Jawab Rony sembari duduk dilantai bersebelahan dengan Salma. Ati lalu duduk diatas lantai juga berhadap-hadapan dengan Rony.

"Terus gimana Ron, kamu udah fix mau kerja disini?"

"Iya Tan"

"Tapi kalo kamu mau kerja disini, kamu harus janji ngga sebentar ya, karena Tante ngga terima orang yang main-main. Satu lagi, disini tuh libur cuma sekali sebulan, kita buka jam 8 pagi tutup jam 11 malam dan ngga bisa keluar toko seenaknya" Jelas Ati panjang lebar.

PHONE PROMOTER Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang