32. Puding

1.2K 82 12
                                        

Vote dan komen jangan lupa guys!

Makasih :)

.

.

"Om?" panggil Sasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Om?" panggil Sasa.

"Hm.." sahut Hansa. Pria itu membenarkan kacamatanya dan lanjut mengetik sesuatu di laptopnya.

Sasa menutup bukunya dan menopang dagu menatap Hansa. "Om kok ganteng banget sih?"

Hansa menghela nafas dan melirik Sasa sebentar. "Kamu tuh pasti ngomong gitu, gak bosen?" tanya pria itu.

Sasa menggeleng. "Enggak, kan om emang beneran ganteng. Ganteeeeeng banget pokoknya." jawab gadis itu sambil tersenyum.

Hansa mendengus pelan. "Halah, pinter banget ya mulut kamu kalo ngomong." kata pria itu.

Sasa mengerucutkan bibirnya. Gadis itu merapikan buku-bukunya dan menaruhnya di atas rak. Hansa yang melihat itu memperhatikan Sasa.

"PR kamu udah selesai? Kok udah beres-beres?" tanya pria itu.

"Udah. Aku mau bikin puding buat om.." kata Sasa.

Hansa menaikkan sebelah alisnya. "Emang bisa?"

"Ya aku coba dulu om, aku kemaren udah minta diajarin kok sama Kak Naya. Hari ini mau aku praktekin. Om tunggu aja di sini, nanti kalo pudingnya jadi aku bakal bawa ke sini lagi." kata Sasa dengan senyuman lebarnya.

"Nanti kalo puding kamu enak saya ajak jalan-jalan keluar." kata Hansa.

Sasa melebarkan matanya senang, gadis itu langsung mendekat dan mencium bibir Hansa. "Yeyy! Aku bakal bikin puding yang enak buat om!" kata gadis itu bersemangat.

Hansa mendengus pelan. "Gak tiba-tiba nyium bisa nggak sih? Kamu tuh bener-bener deh."

Sasa menggeleng. "Gak bisa, bibir om terlalu menggoda. Aku gak tahan kalo gak nyium om."

Hansa berdecak pelan. "Yaudah sana bikin puding. Kalo gak enak gak jadi jalan-jalan." kata pria itu.

Sasa mengangguk. "Oke, aku pasti bikin puding yang enak buat om!" kata gadis itu dan langsung pergi meninggalkan ruangan kerja itu untuk menuju ke dapur.

Hansa hanya menggeleng pelan. Pria itu melanjutkan pekerjaannya. Saat di kantor tadi ada beberapa dokumen yang belum selesai dia periksa jadi sekarang dia harus menyelesaikannya.

Di dapur Sasa sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat puding. Dia membuka ponselnya dan melihat video tutorial membuat puding yang sudah Naya kirimkan.

"Oke-oke, gue pasti bisa. Semangat! Jangan sampe salah." kata Sasa menyemangati dirinya sendiri.

Sasa pun mulai mengikuti langkah-langkah yang Naya ucapkan di dalam video itu. Dengan serius Sasa mengikuti instruksi Naya untuk melakukan apa saja.

Om Han | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang