Alamak! Gambar ini tidak mengikut garis panduan kandungan kami. Untuk meneruskan penerbitan, sila buang atau muat naik gambar lain.
" KAU MEREPEK APA NI ?"
setelah itu , kelihatan kelibat mereka bertiga yang sedang duduk di tangga . tangan dahlia memegang erat tangan amirr , tanda memberi kasih dan sokongan .
amirr akhirnya membuka mulut apabila naim akhirnya melabuhkan dirinya di sebelah amirr manakala dahlia duduk di tangga bawah mereka berdua .
" mana budak tu ? "
" aku dah hantar balik dorm dia . asal aku tak tahu tentang semua ni ? mana aku mirr ? kita ni kan kawan tapi mana aku waktu tu ? "
amirr mengeluarkan keluhan yang besar apabila mendengar kata kata naim . inilah sebab dia tidak mahu memberitahu naim dan dahlia , dia enggan membuat mereka rasa bersalah atas sesuatu yang bukan kerna mereka .
" waktu tu aku masih form 2 naim , kita belum rapat lagi . jadi kau tak boleh salahkan diri kau "
" habistu aku ? mana aku bila kau perlu mirr ? "
dahlia akhirnya bersuara setelah lama mendiamkan dirinya . amirr hanya memegang erat tangan dahlia .
" dahlia- "
" mana aku mirr ? mana aku ? waktu kau memang perlukan seseorang tapi aku dekat mana ? kenapa aku tak ada dengan kau ? "
" hei , dengar sini . kau tak tahu , okay ? waktu tu kita belum rapat lagi "
lembut dan perlahan amirr mengelap air mata yang kini membasahi pipi dahlia dan pada waktu yang sama , air mata amirr telah pun bergelinang .
membawa amirr ke dalam dakapannya , dahlia hanya mampu memeluk amirr dengan erat . tanda dirinya meminta maaf kerana sering lupa untuk mengambil tahu tentang kawannya .
" aku minta maaf mirr , sumpah kalau aku tahu dah lama aku tibai jantan sial tu "
" aipp jangan macam tu , nanti tak ada orang nak dengan kau dahlia "
" aku ada "
adegan yang tadi sedih kembali terang apabila naim berkata sebegitu . amirr hanya tersenyum kecil sebelum merasakan ada tangan yang mengelap air matanya dengan lembut .