[38] Can someone heal me?

18K 2K 43
                                        

"Ini diluar medis, Yang Mulia." Pria tua berjubah putih itu menarik dirinya bangkit dari posisi berlutut di sisi ranjang menjadi berdiri.

Sejenak dia membungkuk kepada Arthur yang sedari tadi menunggu informasi mengenai keadaan kakaknya dari sang ahli pengobatan terbaik istana yang dibawa langsung dari rumahnya ketika sedang menikmati waktu senggang (diluar jam kerja).

"Apa maksudmu?" Arthur memasang wajah rumit, ia tidak paham mengenai apa yang dikatakan oleh Ahli pengobatan tersebut. Pun isi perasaannya sekarang cenderung di dominasi oleh emosi dan kemarahan.

"Saya telah mencoba memberikan herbal tapi Yang Mulia tidak kunjung bangun dan yang saya lihat ada tanda kehitaman yang terus menyebar disekujur tubuhnya. Anda bisa memeriksa sendiri." Ujar pria itu menjelaskan lalu untuk memperkuat argumennya dia membuka kemeja putih Archeron.

Deg!

Kedua mata Arthur membulat seketika. "A-apa itu? bagaimana bisa? kakak..." dia tercengang bukan main sampai kedua kakinya gemetar dan mundur beberapa langkah.

"Apa yang terjadi pada kakakku? apa yang hitam-hitam ini!?"

"Saya sedikit tahu kalau ini merupakan dampak dari sihir hitam yang berusaha menguasai keseluruhan tubuh Yang Mulia. Dahulu pernah ada kasus seperti ini dari daerah saya datang dan hanya orang suci dari kuil itu yang bisa mengatasinya namun diketahui bahwa dia sudah meninggal bertahun-tahun lalu."

"Maksudmu kakakku tidak bisa disembuhkan?" raut wajah itu berubah marah, tatapannya tajam sekali bak sebuah pedang yang siap mengoyak apa saja yang ada di depannya. "Jadi, maksudmu kakakku akan meninggal karena tidak ada yang bisa menyembuhkannya?"

"Yang Mulia, maafkan saya. Bukan itu---"

"Siapa yang menjadikanmu ahli pengobatan?" pungkasnya memotong cukup kasar, "kau menyogok pihak istana? mereka bilang kau ahli pengobatan terbaik tapi, mengobati kakakku saja kau tidak bisa?"

"Saya sudah mengatakan situasinya kepada anda, Yang Mulia." Pria itu menunduk takut merasa semua yang ia lakukan sejauh ini sesuai dengan kemampuannya dan tidak ada sedikitpun kesalahan. "Sihir hitam itu diluar logika manusia, diluar jangkauan medis dan jangkauan saya--"

"Kau diminta datang ke sini untuk berpidato?"

"Maaf, Yang Mulia?"

Arthur menggertakkan giginya lalu menatap para prajurit disisinya. "Kalian menunggu apa? jebloskan yang tidak berguna ke penjara! cari ahli pengobatan lainnya!"

"T-tapi... Y-yang Mulia!" sang ahli pengobatan itu berlutut seketika memeluk kaki Arthur, memohon supaya tidak di penjara namun tak ada sedikitpun gemingan dari laki-laki itu.

Para prajurit menyeret dan membawanya keluar secara paksa dari ruangan itu untuk dijebloskan ke penjara sesuai perintah. Bersamaan dengan itu Sisilia datang dengan ayahnya, sejenak bertatap-tatapan dengan sang ahli pengobatan yang terus berteriak histeris meminta maaf dan meminta dibebaskan.

"Ada apa ini?" Sisilia yang baru masuk langsung bertanya. "Kudengar kakakmu kembali, apa yang terjadi..." seketika bibirnya berhenti bergerak usai mendapati penampilan Archeron dengan kemeja terbuka---yang mana keseluruhan bagian depan tubuhnya dipenuhi oleh tanda kehitaman yang menjalar layaknya akar dan menonjol di beberapa bagian seperti urat.

Pandangan Sisilia langsung mengarah kepada sang ayah yang secara kebetulan bersamaan mendekatkan wajahnya ke telinga Sisilia dan berbisik. "Aku sudah menduga dia tidak akan kuat menampung magis penjaga leluhur ditubuhnya."

"Apa yang akan kita lakukan sekarang, Ayah?" balas Sisilia dengan bisikan.

"Lihat saja dulu."

Sisilia mengangguk.

ArcheronCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang