Let's fight
The pain will be brief
But we will get stronger
It's fine
The moment we shake it off with all our strength
You will feel us getting closer
I like the way we are opеn
That's how we love
(Day6 - Everyday we Fight)
-
-
Kehidupan memang mengajarkan kita untuk berkorban. Bahkan saat menginginkan sesuatu, kita harus siap untuk merelakan sesuatu, bukankah begitu?
Juna memeluk Ayya dengan erat begitu mereka masuk ke dalam rumah. Ia menciumi kepalanya berkali-kali, menghujani Ayya dengan cinta yang ia berikan padanya lewat kecupan hangatnya yang bertubi-tubi.
"Sehat-sehat ya bumil," kata Juna.
Ayya menghela napas, padahal harusnya ia juga senang dan bermanja-manjaan pada Juna seperti biasa, tetapi mood nya benar-benar jatuh seketika.
"Hm."
Wanita itu hanya bergumam. Ia melepaskan pelukan Juna begitu saja dan masuk ke dalam kamar, menyisakan tanda tanya besar yang muncul di kepala Juna. Hey, istrinya kenapa?
Mengikuti Ayya, Juna masuk ke dalam kamar dan ia mendapati Ayya langsung naik ke atas ranjang tanpa mengganti bajunya. Padahal Ayya adalah orang yang anti tidur tanpa mengganti baju.
"Capek banget ya pasti?" tanya Juna.
Ayya mengangguk, ia membelakangi Juna dan memejamkan matanya. Sementara Juna, pria itu membenahi letak selimut Ayya, memastikan istrinya tertutupi dengan baik, karena Ayya tidak bisa tidur tanpa selimut, tubuhnya harus tertutup, kalau tidak ... ada saja yang terjadi keesokan harinya. Tentu saja, masuk angin.
Pria itu berjalan menuju lemari untuk mengganti bajunya. Setelah itu, ia mematikan lampu dan bergabung bersama Ayya. Pria itu mendekat untuk memeluk Ayya, namun di luar dugaan ... Ayya mengenyahkan tangannya dari tubuhnya.
Hey. Situasi macam apa ini?
****
Juna chat aku, nanyain Ayya curhat sesuatu nggak. Soalnya dia diem mulu.
Kaureen menghela napas. Rupanya semua orang sedang tidak baik-baik saja, begitu pun ia. Situasi di antara dirinya dan Kun memang mencair saat ada Dion, tetapi setelah Dion pulang, situasi malah kembali seperti sebelumnya. Kaureen merasa bersalah sementara Kun bersikap seolah ia baik-baik saja. Padahal lihatlah pria itu, ia membongkar barang-barang yang sudah disiapkannya untuk liburan mereka seraya menghela napas.
"Padahal nggak usah dibongkar yang, biar nanti nggak packing lagi," ucap Kaureen. Mencoba memulai pembicaraan di antara mereka.
Kun menoleh ke arahnya dan tersenyum, "Nggak apa-apa, mending barangnya disimpen aja di tempat seharusnya. Di packing pas udah fix mau pergi aja."
Rasanya Kaureen seperti merampas sesuatu yang sangat besar dari Kun dan ia benar-benar merasa bersalah, ia juga kesal sebenarnya pada agenda kantornya yang tidak beraturan itu. Padahal Kaureen sudah melakukan yang terbaik dan mengatur semuanya dengan aman agar semuanya sesuai jadwal, tetapi tetap saja ada yang terlewat. Manusia memang hanya bisa berencana, sayangnya kalau karyawan ... ya bosnya yang menentukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Home
Literatura FemininaDi sini ada tiga pasangan yang ... yah perpaduannya mungkin tak seperti pasangan-pasangan lainnya. Maisy dengan suaminya-Dion-yang brondong dan terlihat menggemaskan di matanya. Kaureen dengan suaminya-Kun-yang posesifnya membuat semua orang berpi...
