Part 7 - The Day I Found U

1.5K 243 11
                                        

"Jadi mereka nih saling muji dan mengagumi, makanya pengen ikutin kelakuan masing-masing, barangkali bisa jadi lebih oke. Dasar cowok. Haus pujian. Haus pengakuan," gerutu Kaureen di tengah-tengah obrolan mereka melalui telpon siang ini.

Ayya berjalan menuju ruangan di belakang apoteknya agar bisa mengobrol dengan leluasa. Ia menyalakan loadspeaker nya karena tangannya sibuk membereskan beberapa obat yang baru sampai hari ini.

"Kalau makin oke sih boleh ya, masalahnya Juna makin ngeri. Aku nggak sanggup kalau harus dilihatin, diikutin. Emang jodoh tuh beneran hasil Tuhan nyocokin kita, dipikir-pikir aku udah cocoknya sama Juna, nggak sanggup kalau sama orang yang kelakuannya kayak Bang Kun."

"Kalau kelakuannya Kun tapi mukanya Juna sih memang rada ngeri Ayya," timpal Maisy.

Ayya tertawa dengan keras. Memang menertawakan orang lain itu menyenangkan, apa lagi suaminya sendiri.

"Tapi jujur nih, boleh juga effort nya Juna buat Ayya. Demi mengamankan seisi rumah dari bau rokok, dia bekel baju ganti. Kamu tahu ini Ay?" tanya Maisy.

Ayya terkekeh, "Tahu."

"Lo pasti nangis ya pas tahu?"

Ayya tertawa, "Enggak ih! Enak aja. Ini tuh hasil kerja keras aku juga," kata Ayya.

Iya menyimpan dulu obat-obatan yang sedang ia bereskan agar bisa fokus pada obrolannya, "Juna memang nggak pernah ngerokok depan aku sih, beneran sesopan itu, cuman tetep ya baunya bakal nyebar ke seisi rumah, dan memang karena nggak pernah ada yang ngerokok di rumah, jadi aku sensitif banget sama baunya. Aku pernah minta Juna buat berhenti, tapi kata dia susah banget. Terus aku cekokin aja video-video soal bahaya rokok untuk Kesehatan. Karena Kesehatan dia sudah tidak pedulikan, jadi aku bawa-bawa kesehatan bayi aja."

"Lah? Baru sebulanan ini dong?"

"Nggak. Udah lama. Aku bawa-bawa bayi yang bahkan nggak tahu kapan munculnya. Untungnya sih keburu hamil ya, jadi alesannya bisa kuat."

"Emang dasar lo!"

"Tapi karena itu, Juna jadi mikir. Akhirnya bilang, dia bakal cari jalan tengah yang nggak merugikan semua orang. Akhirnya dia pilih jalan itu."

"Jalan ribet," kata Maisy.

Kaureen menimpali, "Tapi boleh juga usahanya. Selamat Ayya, lo menikahi orang yang tepat!"

"Ih, Kak Kaureen apa lagi. Mau tahu nggak? Kenapa Bang Kun selalu ngikutin Kak Kaureen?" tanya Ayya.

Maisy tertawa di sebrang sana, "Aduh, Dion juga cerita tadi. Gila ya Kun, green flag berjalan."

"Apa sih? Kenapa?" tanya Kaureen.

"Kira-kira tahu nggak ya, orangnya soal ini Kak Mai?"

"Mending suaminya aja yang bilang apa kita ya?"

"NGGAK USAH BIKIN PENASARAN!" teriak Kaureen di sebrang sana.

Ayya tertawa, ia berdehem dan mulai menjelaskan, "Bang Kun, nggak bisa biarin Kak Kaureen sendirian."

"Ya Allah Ayya, itu mah rahasia umum."

"Bukan karena dia khawatir berlebihan, tapi ada yang lebih deep lagi menurut gue," timpal Maisy.

"Apa emang?"

From HomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang