***
Sekarang Lisa sudah dipecat. Ia punya banyak alasan untuk kesal karena pemecatan itu. Tapi dirinya jadi tidak lagi punya alasan untuk khawatir. Ia sudah disingkirkan dan hanya perlu menunjukkan apa yang orang-orang ingin lihat.
"Aku rasa bukan Kepala Lee yang terlibat dengan Candyman. Putrinya yang terlibat, dan Kepala Lee ada di posisi ia harus melindungi putrinya. Kalau orang-orang tahu dia berselingkuh dan menyembunyikan putrinya, karirnya akan langsung hancur. Seseorang melibatkan putrinya, untuk membuat Kepala Lee berada di pihaknya."
"Siapa orang itu?"
"Aku juga tidak tahu, oppa yang harus mencarinya, aku baru saja dipecat," geleng Lisa, lantas menoleh ke arah pintu rumah mereka yang diketuk. Seseorang menekan belnya lalu mengetuk pintu.
Sebentar Jiyong bangkit, lantas berjalan ke arah pintu dan melihat seorang kurir datang. Sebuah paket baru saja diantarkan dan nama Kwon Jiyong ditulis sebagai penerimanya. Sembari membawa paket itu ke meja untuk dibuka, Jiyong meminta Lisa untuk melanjutkan pembicaraan mereka.
"Aku yang mengirimnya," ucap Lisa kemudian, menunjuk paket yang baru saja Jiyong terima.
Jiyong melihat beberapa lembar foto dalam paket itu. Lisa mengirimnya foto pernikahan mereka, tapi diantara foto-foto itu terselip beberapa foto lainnya. Foto dari file yang Lisa temukan, tentang seseorang di atas Kepala Lee. Sebuah foto berisi catatan transaksi Kepala Lee yang menerima sejumlah uang dari putrinya. Lalu foto lainnya berisi foto Kepala Lee bertemu dengan seorang pria. Ada juga foto putri dari Kepala Lee yang bertemu dengan pria yang sama.
"Aku mencurigai orang itu yang ada di belakang Kepala Lee. Dia memberi uang tunai pada putri Kepala Lee, lalu anak itu mengirim uangnya pada ayahnya," kata Lisa, juga mencurigai orang itu sebagai seseorang yang merencanakan pemecatannya.
"Kenapa kau mengirimnya?" tanya Jiyong, sembari menunjukan foto pernikahan mereka.
"Karena oppa menyebutku gendut," balas Lisa, membuat pria di depannya mengerutkan dahinya.
Alis Jiyong sekarang bertaut, keheranan dengan jawaban yang Lisa berikan. Jiyong tidak pernah ingat ia pernah mengatakan itu. Ia tidak pernah membicarakan penampilan Lisa, rasanya tidak mungkin ia menyebut Lisa gemuk, begitu pendapatnya.
"Aku mendapatkan foto itu beberapa hari yang lalu. Tapi karena oppa menyebalkan, aku tidak ingin memberikannya begitu saja. Karena itu aku mengirimnya lewat kurir dan mengirim juga foto pernikahan kita, hanya untuk membuatmu kesal. Akan lebih menyenangkan lagi kalau oppa menyobek fotonya di depan Alice. Jadi aku tidak jadi satu-satunya penjahat di rumah ini," Lisa akhirnya mengaku, sebab dirinya sudah terlanjur di pecat dan hanya bisa mengandalkan Jiyong untuk menyelesaikan penyelidikannya.
"Foto, pakaian sampai tidur di kamarku juga untuk itu? Agar aku marah di depan Alice dan memberitahunya kalau kita sudah bercerai?" tanya Jiyong dan Lisa menganggukan kepalanya. "Kekanakan sekali," komentar Jiyong. Lantas ia langkahkan kakinya ke lemari es, membungkuk untuk mengambil es krim yang ia beli kemarin.
"Putrimu akan marah kalau kau mengambil es krimnya," komentar Lisa, namun Jiyong tidak mendengarkannya. Tetap ia buka dan ia makan es krimnya.
"Cara ini jauh lebih mudah dan cepat untuk menjadikanku penjahat di depan putrimu," balas Jiyong, menikmati es krim yang baru saja ia curi. "Fotonya jelek sekali-"
"Ya!"
"Foto ini!" kata Jiyong, menunjukan foto pria yang Lisa curigai sebagai atasan Kepala Lee. Bukan foto pernikahan mereka yang Jiyong curigai. Sudah ia letakan foto-foto pernikahan mereka di bagian paling belakang dari seluruh foto di tangannya. "Darimana kau mendapatkan foto-foto ini?" susulnya kemudian, setelah melihat Lisa memutar bola matanya. Mengurungkan niatnya untuk marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ex-
Fiksi PenggemarAwalnya semua sempurna. Ia kagumi wanita itu, dan wanita itu pun sama. Awalnya semua sempurna. Ia jatuh hati pada pria itu, dan pria itu pun sama. Awalnya semua sempurna. Kencan pertama mereka. Awalnya semua sempurna. Bisa ia pahami isi kepala pr...
