#6 - kill bill

55K 3.6K 27
                                        

Selain Ethan, ada hal lain yang membuat Kama cemas.

Di hari cruise party akan diadakan, Kama tahu dia tidak akan lagi mendapatkan kenyamanan dan harus siap dengan segala pertanyaan tak menyenangkan yang akan dilayangkan padanya.

Pagi tadi, dia berhasil menghadapi orang tua Ethan yang mengundangnya sarapan bersama. Tidak ada yang membuat Kama lebih bersyukur daripada Ethan tidak ikut sesampai ia di sana.

Samira—ibu kandung Ethan—masih sebaik yang Kama tahu. Meskipun Om Rendra tidak banyak bicara padanya. Kama cukup mengerti. Membatalkan pernikahan di saat undangan sudah disebar sama saja dengan mencoreng nama baik keluarga. Orang tuanya bisa memaafkan karena Kama anaknya, namun tidak dengan keluarga Ethan.

Sebab itu, mendapatkan sambutan hangat dari Samira membuat Kama didera oleh perasaan bersalah dan juga haru. Dia dekat sekali dengan ibu Ethan dulu. Bahkan sebelum ia berpacaran dengan Ethan, Samira sudah menganggap Kama seperti putrinya sendiri. Lalu ketika ia pacaran dengan Ethan, Samira tampak sangat senang.

Selepas sarapan, Mika mengajak Kama segera berkemas. Dia memberitahu jika Nicholas sudah lebih dulu pergi ke pelabuhan bersama Aren untuk bertemu dengan pemilik kapal dan menyiapkan semuanya.

Sementara Mika harus menunggu para bridesmaid-nya yang lain touch down Bali. Para bridesmaid-nya bisa ngambek jika tidak ditunggu. Apalagi jika meraka sampai mandiri pergi ke dermaga. Daripada mendengar ocehan mereka, Mika terpaksa tak pergi bersama Nicholas dan berangkat bersama dengan para bridesmaid-nya.

Untung ada Kama yang menemaninya.

Tentu Kama tahu siapa saja yang menghadairi cruise party yang diadakan Mika dan Nicholas. Mungkin hanya beberapa yang tak Kama kenali, tapi sebagian besar dari mereka pasti tidak asing lagi karena mereka juga adalah mantan bridesmaid-nya.

Pernikahan yang batal memang membuat Kama menarik diri dari semua orang. Meskipun kini dia sudah kembali lagi dan menjalani hidup seperti biasa, Kama memilih untuk membatasi kontak dengan segala hal yang berhubungan dengan pernikahannya dulu. Dia pun tidak banyak menerima tawaran kerjasama dari sponsor dan fokus pada clothing line-nya.

Tapi Kama sudah bertekad untuk tidak akan mengacaukan semua rangkaian acara pernikahan Mika dan Nicholas karena dirinya. Toh, cepat atau lambat. Dia memang harus menghadapinya, kan?

"Gue sebenarnya sedih Ode nggak ikut, kalau ada dia, pasti party gue bakal lebih seru," tutur Mika agak muram ketika mereka duduk di sofa lobi menunggu kedatangan para rombongan yang sudah diperjalanan menuju resort.

Kama mengangguk menyetujui. "Kalau ada dia, gue juga nggak perlu ngerepotin Aren," desahnya.

Mika tersenyum miring. "I don't think so. Dia malah kelihatan senang bisa ngehabisin waktu sama lo." Kama hanya diam, menyeruput orange juice ketika Mika bertanya. "So, how was your date?"

"It wasn't a date," bantah Kama cepat.

"It was a date kalau kalian dinner di La View," Mika mengerling menggoda.

Kama menatap Mika terperangah. "How did you know?"

Mika memasang ekspresi puas sambil menyeringai jail. "Aren minta rekomendasi restoran romantis sama gue."

Mata Kama terpejam sekilas. Seharusnya sudah menduga hal itu.

"I know, nggak mudah buat buka hati sama orang baru. Gue juga nggak akan maksa lo kalau memang lo belum mau. You know, buat bahagia nggak harus dengan punya pasangan. Lagian, look at you, dengan semua value yang lo punya. Lo nggak akan kehabisan penggemar."

Feel My HeartbreakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang