#35 - happier than ever

31.9K 2.6K 180
                                        

Satu bulan berlalu tanpa terasa. Ethan merasa belakangan harinya terlalu cepat berlalu. Ia tak benar-benar percaya jika ia dan Kama sudah kembali bersama selama empat minggu. Meskipun kesibukkan masing-masing cukup menyita waktu—hal itu tak mencegah mereka untuk bertemu. Well, tempat tinggal yang berdekatan menjadi salah satu faktor yang mempermudahnya. Seharusnya Ethan mempertimbangkan membeli unit apartemen di gedung yang sama dengan Kama sejak dulu. Dengan begitu, ia bisa mengukir lebih banyak kenangan dengan gadis itu.

Launching produk terbaru Kam's sukses besar. Ethan ikut senang melihat Kama yang tak berhenti tersenyum ketika produknya sold out hanya dalam hitungan menit. Kerja keras gadis itu terbayar. And she deserved that.

Sama seperti Kama. Ethan pun tak kalah sibuknya. Dalam perusahaan e-commerce, promo di double days menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Perilaku konsumen di tanggal tersebut memang meningkat tajam. Terutama pada produk fashion, perawatan diri, kosmetik, dan kebutuhan rumah tangga. Namun karena hal itu menjadi sesuatu cukup umum. Selain promo double days—sebagai CMO, Ethan perlu melakukan hal lain agar konsumen lebih tertarik berbalanja di Osfala daripada e-commerce lain.

Sebab itu, dia dan timnya belakangan sering lembur di kantor. Sejauh ini Ethan cukup menyukai lingkungan pekerjaannya. Meskipun beberapa kali dia berselisih dengan Remi—CEO Osfala Indonesia—akhirnya meraka mendapatkan kesepakatan yang menyenangkan hati mereka berdua. Dan hasilnya pun sempurna karena di bulan ini transaksi di Osfala lebih tinggi dari bulan lalu.

"Udah lah, Cel! Kemenangan enggak buat semua orang, kok." Ejek Ethan dengan kesombangan yang bikin Marcel jengkel.

Menjelang jam makan siang, setelah melakukan meeting, Ethan dan Marcel menghilangkan suntuk mereka dengan di games room. Osfala memang menyediakan tempat bermain terbuka untuk seluruh karyawan. Selain ada permainan foosball. Di sana juga ada meja biliar, bean bag, serta area bermain seperti di playground yang ada perosotan, hammock raksasa, dan juga ayunan.

"Jangan sombong dulu, Than," Marcel yang tidak terima kalah menantang kembali. "Lo cuma beruntung aja!"

"Beruntung sampe bisa ngalahin lo tiga kali, ya?" seringai Ethan.

Marcel berdecak melihat kesombongan Ethan. Paling menyebalkannya pria itu memang hebat dalam segala hal. Ethan terlalu sempurna. Marcel perlu mencari cela untuk membuatnya tampak manusiawi.

"Gimana sama Kama? Berhasil bikin dia mau balikkan sama lo?" tanya Marcel skeptis.

Belakangan Marcel tidak begitu bisa membaca suasana hati Ethan. Kesibukkan mereka menjelang double days membuat Ethan lebih sering memasang ekspresi serius dan ambisius.

Sambil berjalan menuju mini pantry, Ethan menyeringai. Pria itu membuka kulkas lalu meraih kaleng soda. "Menurut lo?" tanya Ethan dengan salah satu alis terangkat.

Seketika Marcel mengumpat pelan. "Tai lah! Hidup lo kok sempurna banget sih, Than?! Udah ganteng, badan bagus, anak orang kaya, karir sukses, pacar lo cantik lagi. Damn it lah kalau kata gue."

Ethan terkekeh kecil. "Gue juga usaha buat dapetin itu semua, Cel."

Marcel mengerling kesal. "Tetap aja usaha lo nggak akan sebesar cowok biasa aja kayak gue."

"Lo terlalu meng-underestimate diri lo sendiri, Cel!" Ethan menepuk bahu Marcel. "Come on, Bro. Semua bisa kalau lo terus usaha."

"Pantas ya belakangan lo on fire banget. Lembur juga kayak biasa aja. Tetap bersinar muka lo."

"Yeah, karena ada cewek yang menyambut kepulangan gue dengan senyum ceria."

"Tai lo, Than!" gumam Marcel makin sebal.

Feel My HeartbreakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang